Naik Taksi di Mesir, Supir adalah Raja!

Naik Taksi di Mesir, Supir adalah Raja!

Ini cerita kecil tentang kemarin. Tepat sebelum saya dan Aa berangkat menuju masjid Hussein, meeting point yang kami sepakati untuk bertemu para peserta pelatihan ‘Tips and Tricks to be A Travel Writer’ sekaligus Bengkel Karya,  follow up kegiatan Gamajatim yang telah dilaksanakan dua hari sebelumnya dan mengundang saya sebagai pembicara, berbagi sedikit yang saya punya.

Sekitar pukul 9 pagi kami sudah keluar rumah. Gegas saya dan Aa menuruni tangga flat yang kami huni di daerah Saqr Quraisy.

“A, kita harus naik taksi nih, tidak enak dengan teman-teman peserta yang barangkali sudah sampai duluan di masjid Hussein sedang kita justru datang belakangan, padahal aku sudah menulis di status facebook-ku 2 hari lalu, don’t be late!”

“Ok, naik taksi saja supaya keburu, cari yang pakai argo.”

Aa mulai menyetop taksi, menjelaskan tujuan kami dan supir taksi berlalu meninggalkan kami 🙂

Aa kembali menyetop sebuah taksi, menjelaskan rute kembali dan supir taksi inipun melengos, kembali menjauh.

Supir taksi di Mesir ‘sombong-sombong’ ya. 😀

Oh iya, selama backpack (atau menetap di Mesir sekalipun) please jangan lupa rumus ‘hidup’ di Mesir (sekaligus anekdot Masisir -Masyarakat Indonesia di Mesir- yang ditujukan pada para pelaku bisnis di Mesir) supaya kita tidak sakit hati sepanjang hidup di sini, “Penjual adalah raja!”

Jangan mengingat pepatah tua kita, “Pembeli adalah raja”, karena kamu akan berkali-kali kecewa, hehehe.

Siapkan diri, jangan lupa anekdot,”Penjual adalah raja” jika kamu berniat backpack-an ke Mesir ya!  😀

Aa kembali menyetop taksi -jika yang ketiga ini menolak juga mengantarkan kami ke masjid Hussein, kami memutuskan naik el-trumco saja berkali-kali, supaya bisa menghemat waktu!- dan akhirnya yang ketiga ini berkenan mengantar kami ke mesjid Hussein!

PYUUUH! 😀

***
Taksi Di Mesir Ada ‘Rutenya’!

Unpredictable Egypt Things yang harus siap kamu hadapi adalah, taksi-taksi yang bersilewaran di daerah ‘Asyir hingga Sabi’ kerap enggan membawa penumpang jika tidak sejalur ‘rute’ mereka.

Heh?
Sejak kapan taksi pakai rute?

Ya sejak di Mesir sini 😀

Jadi jangan heran ya, ‘menemukan’ taksi yang satu arah dengan rute perjalanan kita juga bukan perkara mudah, hehehe 🙂

Sehari sebelumnya, pada tanggal 11 April pagi, kami juga sangat membutuhkan taksi secepatnya, supaya segera meluncur ke Kedutaan Tunisia di Zamalek sepagi mungkin, karena Kedutaan Tunis hanya menerima aplikasi visa sampai pukul 11 siang. Pada akhirnya, kami harus berkali-kali menyetop taksi, menjelaskan rute kami, ditolak supir taksi dengan alasan jauhnya Zamalek, rute tidak searah tujuan mereka -entah mau kemana- dan melakukan hal yang sama hingga taksi kesekian kali!

Di sisi lain, saya menyukai kejujuran para supir taksi di Mesir sini, tidak semua bermental ‘scammer‘!

Mereka jujur mengatakan, bahwa daerah Zamalek itu jauh dan mereka mengakui tidak tahu rute menuju ke sana. 🙂

Apa karena kami menggunakan bahasa Arab ‘Ammiyah (bahasa Arab dialek lokal), sehingga para supir itu yakin bahwa kami memang sudah lama tinggal di Cairo dan tidak mungkin ditipu?
Wallahu a’laam! 😀

Tentu anda bisa bayangkan, bagaimana jadinya jika backpack sendirian, tidak bisa bahasa Arab (dan sangaaat jarang supir taksi bisa bahasa Inggris -kecuali di daerah touristic area semacam Giza, Zamalek dan sekitarnya), saya jamin perjalanan backpack anda akan banyak terhambat (termasuk habis waktu untuk urusan beginian, dan ini diakui oleh Mas Ale -salah satu teman dekat saya yang pernah nekad backpack seorang diri, satu minggu di Mesir akhirnya hanya berhasil menjelajah Cairo dan Alexandria saja), makanya saya sangat tidak menyarankan para backpackers (apalagi perempuan) backpack ke Mesir seorang diri (tanpa didampingi salah satu guide / mahasiswa Al Azhar yang fasih berbahasa Arab ‘Ammiyah!).

Masalah taksi hanya satu ‘masalah kecil’, belum urusan lainnya (terkait scammer di berbagai obyek wisata, memesan hostel, sewa mobil, dstnya), apalagi jika masa backpack di Mesir sangat pendek (kurang dari sebulan) dan yang ingin dijelajahi sangat banyak, saya sangat menganjurkan anda untuk mengenal salah satu mahasiswa Al Azhar terlebih dahulu (dan memintanya menjadi guide anda -tentu harus dibayar ya!) sebelum anda menjejak kaki ke Mesir. 🙂

Selamat menjelajah Mesir (minimal) berdua dengan guide anda, jika anda belum bisa bahasa Arab (terutama ‘ammiyah)!

Atau, kalau anda perempuan, tidak mau direpotkan dengan urusan semacam yang saya ceritakan di atas, yuk ikut saja Muslimah Backpacker’s Egypt Trip tahun depan, insyaAllah akan diadakan kembali jika calon peserta terkumpul minimal 10 orang.

Welcome to unpredictable Egypt things, guys! 🙂

PS.
Photo salah satu supir taksi baik hati yang membawa kami meluncur ke Kedutaan Tunis menyusul ya 🙂

Advertisements

16 thoughts on “Naik Taksi di Mesir, Supir adalah Raja!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s