Menunggu dari Cairo!

Alhamdulillah, sebagian Cairo, Luxor, Aswan, Abu Simbel, Alexandria, gunung Sinai, Siwa dan Matrouh telah kami jelajahi. Akan tetapi, Allah memberi kami begitu banyak waktu di negeri ini. Di satu sisi, saya dan Aa begitu senang diberi tambahan waktu ‘illegal‘, namun di sisi lain, hati menjadi tak tenang!

Ketenangan hati adalah salah satu kunci utama keberhasilan perjalanan ‘honeymoon backpacker‘ ini πŸ™‚

Saat ini kami masih memupuk harap, visa Tunis kami segera keluar, di rentang masa menunggu dalam ketidakpastian. Kami mengajukan aplikasi 11 April lalu, sampai blog ini ditulis, terhitung sudah 15 hari kami menunggu dalam ketidakpastian! 😦

Menunggu dan serba tidak pasti itu adalah sepasang kata sifat yang sangat tidak menyenangkan untuk disandingkan bersama-sama, kemudian dikudap dalam waktu yang tidak ditentukan!

Apalagi visa Mesir kami telah berakhir sejak 23 April lalu. Dengan bumbu rasa khawatir, kami mengecek ke KBRI, Alhamdulillah ternyata ada masa tenggang 1 bulan tanpa visa, tapi kami akan dikenai denda di bandara sebesar 150 LE/orang.

Barangkali ada yang bertanya, kenapa tidak memperpanjang visa?

Kami sangat ingin memperpanjang visa Mesir kami di ‘mogamma’ (bagian imigrasi Mesir), akan tetapi paspor kami masih ‘tertahan’ di kedutaan Tunisia, tentu perpanjangan visa kami juga tidak bisa diproses tanpa paspor. Ahad nanti kami akan ke kedutaan Tunis kembali, untuk mengambil sebuah keputusan!

Mona -salah satu petugas konsuler di kedutaan Tunis rajin berujar, “Come back on Thursday, we will see…”

Faktanya sungguh mengesalkan. Hari kamis kemarin adalah hari pembebasan Sinai (dari cengkeraman tentara Israel), tentu saja tanggal Merah di negeri ini! Arrgh! Jum’at Sabtu adalah weekend di sini, serupa Sabtu Ahad di Indonesia! Duh, we have no choice, we have to back not on last Thursday, but Monday or Sunday! 😦

Di sisi lain, saat ini Aa terbaring sakit (sepertinya ketularan virus dari saya). Semula hanya jerawat kecil di atas bibir, lama-kelamaan bibir bagian atas ‘mengembang’, hingga maju sekian senti, Aa bilang, “Sudah kayak Suneo saja, Shizuka masih mencintai Suneo inikah?”

Ah Aa, sedang sakit saja masih bisa bercanda πŸ˜€

Kasihan Aa, suhu tubuh kerap meninggi diiringi feeling guilty beliau, “Sakitku memaksa kita menghentikan backpack untuk sementara waktu. Maafkan aku ya, Sayang.”

“Aa gak boleh bicara seperti itu. Kemarin aku sakit mulai 17 April lalu, hampir seminggu kemudian baru sembuh. Aa telaten dan sabar merawatku, hiks… Sekarang ‘giliran’ Aa yang sakit, insyaAllah Aa akan segera sembuh, asal minum obat teratur, istirahat yang cukup dan tidak memikirkan hal-hal negatif segala rupa!” Aa kupeluk.

Kami saling memeluk.
Jauh di negeri orang, diuji beberapa hal sekaligus dan bergantian sakit, sungguh mendekatkan kami sedekat-dekatnya. Honeymoon backpacking ini terasa begitu komplit dan ‘sempurna’ dalam ketidaksempurnaan.

Bukankah ketulusan dan cinta sejati bisa dirasakan dalam situasi paling tidak menyenangkan bagi sepasang jiwa?

Begitu banyak yang Aa korbankan hingga kami bisa memulai ‘Honeymoon Backpacker‘ ini. Alangkah naifnya jika hanya karena sakit beberapa masa dan masalah visa Tunis yang tak jelas kapan selesainya ini kemudian membuat semangat kami berdua melemah dan terbetik pikiran untuk menyerah, kembali ke tanah air saja?

Aku kasihan melihat Aa yang lemah.
Saat ini berbaring tak berdaya.
Kerap kuusap kepalanya, sekadar meringankan rasa pusing yang membebat kepala.
Biasanya Aa paling suka kupijat, namun kali ini menjerit kesakitan dengan pijatan selembut apapun 😦

Berharap Allah segera menyembuhkan beliau -selain royal jelly, madu, antibiotik dan parasetamol yang terus diminum untuk meringankan rasa sakit.

Bagaimanapun, kami harus segera mengambil sikap tegas dan kembali berjalan -setelah Aa sembuh tentu saja- meski visa Tunis tidak berhasil kami dapatkan.

Buat kami, masih banyak negara lain yang juga layak dieskplorasi selain Tunisia, yang terkesan jual mahal saat ini. Bayangkan, surat sakti bernama ‘diplomatic calling visa‘ yang dibuatkan untuk kami berdua (oleh Indonesian Embassy in Tunis) bisa mereka abaikan! Hubungan diplomatik macam apa yang sebetulnya ingin dibangun kedutaan Tunisia di Cairo dengan Indonesian Embassy di Tunisia?

Di sisi lain, kami sangat berterima kasih atas bantuan Abang Zulfikar, Kang Dede dan istri serta staf KBRI Tunisia yang sudah bahu-membahu terlibat dalam ‘melahirkan surat sakti’ untuk kami.

Jujur kami sangat terharu, mengingat kami bukan siapa-siapa. Hanya sepasang musafir kelana yang ingin melihat lebih banyak, belajar lebih banyak dan berbagi lebih banyak.

Teman-teman di Tunisia, mohon maafkan kami jika akhirnya nanti kami harus memutar haluan tidak jadi ke Tunis 😦
Kami tidak mungkin bertahan terus-menerus dalam situasi penuh ketidakpastian ini 😦

Saya dan Aa sudah memutuskan, kami akan menunggu visa Tunis sampai hari Senin besok, jika kedutaan Tunis tetap tidak bisa memberikan jawaban (dengan alasanΒ Waaziratud dukhuul belum memberikan jawaban atas aplikasi visa kami), kami akan mundur dan terbang menuju negara lain saja.

Pada akhirnya, kami tidak nyaman tinggal di Mesir berlama-lama tanpa visa. Kami harus kembali bergerak, melanjutkan perjalanan ini, meski harus kehilangan tiket pesawat Cairo-Tunis-Casablanca (termasuk sejumlah denda di Cairo Intl Airport nanti).

Welcome to this unpredictable country, Ima!

Anyway, we’re honeymoon backpackers!
We wont ruin our own honeymoon, whatever happened in front of us, we will continue our honeymoon journey!

Bismillah, insyaAllah…!

Advertisements

6 thoughts on “Menunggu dari Cairo!

  1. Ini postingan tgl berapakah? kok ga ada tanggalnya ya..? Semoga Aa skrg sudah sembuh ya..amiiiin.. sakit apakah?
    Soal perjalanan ke Tunis.. akhirnya gimana Ima? Insya Allah, Allah akan membukakan jalan yang terbaik. Kalau ke Tunis batal, pastinya ada hikmah yg mungkin blm kita ketahui…
    Tetap semangat yaaa..! πŸ™‚

    • Eh, masa sih Gak ada tanGGalnya, Uni?
      Ehm, ini postinGan pas si Aa sakit, seminGGuan lah, Uni πŸ™‚

      Visa Tunis aku bloG aja kabarnya Uni, seru soalnya, hehehe πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s