Setelah Terjatuh, Ayo Bangkit Lagi!

Awalnya saya hanya ingin menulis sebuah status pendek di facebook (dan mengetiknya melalui hape jadul saya), isi status tersebut menceritakan inti ‘backpack‘ kami hari ini; kami baru saja mendatangi kantor imigrasi Mesir yang dijaga ketat, kamera mungilku bahkan ditahan sejak pintu masuk 😉

Kantor ‘mogamma‘ ini posisinya berseberangan dengan Museum of Egypt berwarna merah agak oranye, terletak tidak jauh dari bundaran Tahrir, tempat bersejarah kala para demonstran meneriakkan kata-kata revolusi dan yel-yel menghujat diktator Husni Mubarak dua tahun lampau.

Eh, tahu-tahu ngetiknya keterusan, menghasilkan tulisan sangat panjang. Ide jelang Isya tadi rupanya mengalir lancar sederas air bah!

Saat detik-detik akan mengakhirinya, salah satu jemari salah pencet tombol di hape (maklum hurufnya serba mungil, hehe). Tentu tulisan di status ini lenyap seketika, tinggal halaman putih tanpa huruf.

Saya kehilangan kata-kata…!
Tercenung dan ini bukan yang pertama!
*Mulai mengkhayal menjedotkan kepala ke tembok khayalan juga, hahaha* 😀

Dalam hidup, barangkali kita kerap mengalami hal serupa ini.

Saat sedang semangat-semangatnya mengejar mimpi dan rasanya sudah hampir meraihnya, tahu-tahu sesuatu yang ‘buruk’ terjadi! Kita terhenti seketika, bahkan kadang ambruk! Akhirnya impian yang nyaris digapai lenyap begitu saja!

Lalu apa yang ingin saya lakukan di halaman putih ini?

Awalnya gemas dan curhat pada si Aa yang sedang ‘timbul tenggelam’ dalam tidur ayamnya, kelelahan berurusan di ‘mogamma’ seharian tadi. 🙂

Setelah merasa puas curhat, saya memutuskan menuliskan kejadian barusan, tentu saja di halaman putih ini kembali. Tak terasa sudah sepanjang ini, hehe 🙂

Apa yang ingin tangan saya sampaikan?

Ya, benar-benar tangan saya, saya menulis saja tanpa banyak berpikir. Saya hanya mengikuti tangan saya, bukan ide di kepala saya. Jujur saya masih merasa sedih kehilangan tulisan sangat panjang dan menurut saya isinya bermanfaat dan bagus. Hehe, boleh ya memuji tulisan sendiri sekali-kali 🙂

Jadi apa pesan tangan saya?

Teruslah mengetik, meski tulisanmu ‘lenyap’ berkali-kali.

Ide tetap ada di kepalamu!

Meski rasa bahasa yang diketik akan berbeda, tak mengapa, toh ide tetap saja sama.

Begitu juga dalam mengejar mimpi, tidak apa caranya berbeda -mungkin akan jauh lebih efektif dan efisien karena kamu sudah punya sedikit pengalaman- yang jelas kamu pernah menapaki jalan -yang sama- menuju mimpimu, insyaAllah tapak berikutnya akan terasa jauh lebih mudah karena kamu sudah agak ‘mengenalinya”.

Intinya, jangan takut gagal, digagalkan, dihalangi, atau bahkan dijatuhkan, mimpi dan usahamu adalah kemerdekaan dirimu!

Kejar (kembali) mimpimu! 🙂

PS.

Bahkan tadi saya tidak menyadari, mengetik status panjang ini justru ‘menumpang’ di statusnya Desi Puspitasari, kala saya mengunjungi rumah FBnya 😉

Hihihi, ya, ide bisa menyambar di mana saja!
Dan kita kerap lupa, bahwa kita menulis di rumah yang salah, hehehe.

Saya langsung buru-buru ke depan PCnya neng Al-hamasah Fillah, membuka akun saya. Segera memosting tulisan saya di laman Desi, lalu segera meng-copy pastenya ke laman saya sendiri. Lalu kembali menghapus tulisan saya di laman Desi.

Duh, faktor U, benar-benar tidak bisa dipungkiri, hehehe ;D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s