Kopi Darat yang Hangat :)

Beberapa teman menanyakan, “Imazahra ada di mana, kok terakhir ‘cerita-cerita’ Kamis lalu, biasanya rajin posting atau nge-status di facebook!?”

Hehehe…
I could be anywhere 🙂

Alhamdulillah, Allah itu Maha Baik, Ia perjalankan saya ke banyak tempat, bahkan melalui ‘pertemuan-pertemuan’ tak direncanakan sama sekali. 🙂

Sejak menjejak Cairo 1.5 bulan lalu saya memancangkan niat, jika ke Cairo kembali saya ingin melihat ‘less famous pyramids’ dari Old Kingdom, yaitu piramid di Dashour -Red pyramid dan Bent pyramid- dan Saqqara pyramid di Saqqara.

Mimpi ini akhirnya terwujud dengan caraNya yang sangat manis dan tak terduga! 😉

Setelah Kamis lalu menginap dan bercengkerama sepuasnya di rumah ‘saudari lama’ baik hati Pipit Kartini di Dokki, juga menyempatkan bersilaturahmi dengan Teh Lulu Sunman beserta keluarga, keesokan harinya saya dan Aa Risyan Nurhakim dijemput Mbak Ellys Purwandari beserta suami beliau Mas @Ismail untuk menjelajah piramid-piramid yang saya sebut di atas!

Bahkan kopi darat pertama kami berbonus kunjungan ke Memphis, menyaksikan si Ramses II ‘tertidur’ di sisi saya, hehehe 😉

Hmmm, banyak sekali yang ingin saya tuangkan di sini, tentang betapa luar biasanya rencana Allah (melampaui) rencana manusia, tapi nanti saja ya, mungkin akan ditulis kisah detilnya di buku yang akan datang 🙂

Andai visa Tunisia saya di-approved sebelum 21 April lalu -saat tiket pesawat menuju Tunisia belum dibatalkan- maka sejak kemarin tidak akan pernah ada cerita kami menginap di ‘Rumah Ceria’ Mbak Elly 😉

Andai visa Tunisia saya di-approved sebelum 21 April lalu, maka hari ini tidak akan pernah ada cerita saya memasak pempek kapal selam, kulit, lenjer dan tekwan di dapur apik beliau 😉

Andai visa Tunisia saya di-approved sebelum 21 April lalu, maka saya belum akan sampai ke Dashour dan Memphis! 😉

Maha Suci Ia!
***

Thanks to someone who already became ‘our mediator’ so we befriended from now on 😉

Advertisements

5 thoughts on “Kopi Darat yang Hangat :)

    • InsyaAllah tidak akan dilupakan, bahkan akan dituliskan di naskah Honeymoon Backpacker, Mbak sayang, supaya mengabadi dan bisa dibaca anak cucu kita nanti 🙂

      I miss you already! 🙂

      Thanks to Mush’ab! Dia perantara tanpa menyadari dirinya menjadi perantara 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s