Dua Hari di Tunis!

Menginap di Apartemen Mahasiswa Makalzaim

Setelah mendarat di Aeroport De Tunis Carthage pada tanggal 13 Mei 2013 pukul 22.55 waktu setempat, malamnya kami langsung diboyong ke salah satu apartemen sekelompok mahasiswa. Sedikit silaturahmi lalu dipersilahkan beristirahat di kamar yang sudah disediakan ๐Ÿ™‚

Ada satu kamar kosong diperuntukkan bagi kami.ย Kamarnya wangi, bersih dan ‘minimalis’ (Alhamdulillah ada kasur, bantal dan selimut). Nyaman untuk kami tempati, Alhamdulillah ๐Ÿ™‚ Lebih nyaman lagi, kamar ini disediakan gratis untuk kami, terima kasih banyak untuk Kang Dede dan Zulfikar yang telah mengusahakan yang terbaik untuk kami.

9

Allah Maha Membalas!
Jazakumullah khairul jazaa’!

Esok paginya, saat aku membuka mata, Aa menunjukkan tisu terciprat darah. Ternyata beliau sudah membunuh 4 ekor kepinding! Hahaha, tidak di Tunis tidak di Cairo, setiap menginap di rumah mahasiswa, entah kenapa selalu disapa kepinding untuk hari-hari pertama, sepertinya salam perkenalan dari penghuni termungil di rumah tersebut. ๐Ÿ˜€

Mulai Menjelajah!

Hari Selasa (14 Mei 2013) siang kami sudah menjelajah old town -di sini disebut Medina, luasnya kurang lebih 1 km persegi. Setelah jamuan makan siang nikmat khas Indonesia di rumah indah yang ditempati Kang Dede Ahmad Permana, beliau beserta Teh Beth dan ananda Keira menemani kami berkeliling old town. Setelah menyusuri sekian banyak landmark dan bangunan tua, berlima kami mampir menguluk salam dua buah masjid tua, salah satunya adalah masjid agung Zaituna, salah satu masjid tertua di Afrika. Masjid Zaituna dibangun tahun 732 M oleh gubernur bernama Ubaidillah bin al-Habhab, pada masa pemerintahan Hisyam bin Abdul Malik dari Dinasti Umayyah.

Masjid Zaituna tampak anggun, dilapisi batu-batu bertonjolan berwarna coklat kemerahan, cantik dan klasik! Tiang-tiangnya saling melengkung, serupa pintu tanpa daun pintu. Suasana di dalam jauh lebih bercahaya, karena disinari ratusan lampu kristal yang dinyalakan bersama-sama.

10

Aura masjid ini tentu berbeda dengan masjid Al Azhar yang lebih tersohor dan diramaikan dengan aneka kuliah, ceramah dan halaqah-halaqah, masjid ini jauh lebih sepi. Akan tetapi masjid ini sama memesonanya dengan masjid Al Azhar, terutama jika kita kembali belajar sejarah dan timbul-tenggelamnya sosok masjid tua ini. Yang pasti, masjid ini telah menjadi saksi bisu kala presiden pertamaย Habib Bourgibaย berkhotbah untuk sholat Jum’at sembari mengeluarkan statemen ‘peminggiran Islam dari ruang publik‘ dengan retorika sangat liar dan sekuler!

Saya merinding seketika kala Kang Dede dengan lancar menceritakan pasang surut dan kisah sedih ‘ditolaknya Islam’ justru di negeri dengan mayoritas muslim 99% dari jumlah penduduknya! Sepertinya saya membutuhkan satu bab khusus menuliskan sejarah panjang Zaituna dalam konstelasi politik penuh gelombang di negeri yang terus bergejolak ini!

Saya dan Aa memutuskan akan kembali ke masjid ini, mengingat lokasinya hanya berjarak kurang lebih 1.5 km dari apartemen mahasiswa tempat kami menginap, insyaAllah ingin menunaikan sholat di sana ๐Ÿ™‚

Sebelum sampai kawasan Medina dan masjid Zaituna, kami melintasi beberapa gedung pemerintahan.

11

Bisa dibilang, jejak-jejak Perancis dan Islam klasik menyentuh berbagai landmark ibukota Tunis ini. Memanjakan mata yang sudah 1.5 bulan tinggal di Nasr City -kawasan kelas menengah ke bawah di kota Cairo dan menurut hemat saya merupakan proyek pengembangan kota Cairo setengah hati, karena konon kabarnya Nasr City sempat digadang-gadang akan menjadi kota hijau, tapi faktanya justru kering kerontang, masiih kalah jauh dengan kawasan elit Ma’adi dan Zamalek ๐Ÿ˜ฆ

Sudah Dua Kali ‘Berdansa’ di Dapur Mahasiswa

Kami berterima kasih karena diinapkan di rumah tua dan ‘nyeni’ yang dihuni oleh adik-adik mahasiswa Zaituna University.

Sebagai ucapan terima kasih, kemarin siang dan malam, saya memasak dua kali untuk menu lunch dan dinner adik-adik, yaitu gulai tahu (tahu yang langsung kami bawa dari Cairo, terima kasih pada Mbak Anis sekeluarga!), ayam terong, perkedel kentang dan sambal matah. Sepertinya adik-adik mahasiswa sangat menikmati menu tersebut ๐Ÿ™‚

Rasanya menyenangkan bisa makan bersama-sama. Guyub penuh kekeluargaan ๐Ÿ™‚

Setelah belanja ke pasar tradisional di sini -kemarin pagi hujan rintik-rintik, pasarnya agak becek, sama saja dengan di Indonesia- kami berdua menyimpulkan, biaya hidup di ibukota Tunis tidak berbeda jauh dengan biaya hidup di Jakarta.

pasar

Resep abadi hidup murah ala backpacker adalah, belanja di pasar dan masak sendiri, dijamin biayanya sama saja dengan biaya hidup di ibukota Jakarta!

Sebagai contoh;

1 ekor ayam berukuran sedang di pasar Tunis dihargai 5 Dinar (1 Dinar = 6000 rupiah)

1 ekor ayam berukuran sedang di pasar Ciganitri Bandung dihargai 32 ribu rupiah. Bahkan jatuhnya lebih murah 2000 perak kan! ๐Ÿ™‚

P1360853

Wisata Kuliner di Old Town

Kemarin sore -setelah berhasil menarik uang di salah satu ATM di lorong Medina- saya merayu meminta dibelikan es krim yang menurut feeling saya adalah gelato!

Gelato adalah es krim khas Italia. Pertama kali berkenalan dengan gelato kala saya mengunjungi Italia saat backpack menjelajah Eropa untuk yang kedua kalinya, tahun 2006 lampau ๐Ÿ™‚

Setelah dibelikan Aa -saya hanya meminta satu scoope saja dan dihargai 1300 milim (sama dengan 1.3 Dinar Tunis, atau setara 8000 perak) dan diserahkan ke tangan, saya gegas menjilat dan berdecak seketika!

“Benar kan A! Ini bukan es krim biasa. Es krim biasa itu persentase udara yang dimasukkan cukup tinggi, sehingga teksturnya ringan dan lembut di lidah, tapi entah kenapa aku lebih suka es krim ala gelato ini, teksturnya lebih padat dan ada rasa intens di lidah kala dikulum.”

Saya tersenyum lebar dan merasa puas, akhirnya menemukan ‘gelato’ di kawasan Medina ๐Ÿ˜€

Croissantย dan Malawi ala Tunis!

Selasa malam, kami ditraktir jajanan tradisional khas Tunisia, namanya Malawi.

Malawi ini sejenis roti canai di Malaysia, akan tetapi berbentuk segi empat. Kemudian si roti ini diolesi sejenis saus dua jenis (saya menduga campuran tomat, cabe, bubuk oregano / thyme dan minyak zaitun), kemudian keju ditipiskan di atas roti tersebut, disusul toping sesuai selera kita; telur dadar, telur rebus, salami, dll. Terakhir, roti ini digulung seperti menggulung roti tortilla ala KFC. Kemudian dibungkus kertas roti! Hangaaat di tangan ๐Ÿ™‚

Rasanya?
ENAKKK!
Asli enak! Sepertinya ini akan jadi salah satu menu favorit kami berdua selama di sini. ๐Ÿ™‚

Porsinya?
Raksasa untuk perut asia seperti kita, hehehe ๐Ÿ™‚

Saya dan Aa sama-sama dibelikan Malawi satu porsi komplit berisi keju, telur rebus, telur dadar dan daging salami, tapi akhirnya 1 porsi kami simpan dan kami hanya sanggup menghabiskan satu porsi saja ๐Ÿ˜€

Hari Rabu, kami berdua beriringan membelah lorong-lorong kota. Kami ingin berbelanja di pasar tradisional yang terletak tidak jauh dari rumah yang kami tumpangi. Faktanya langkah kaki terhenti kala mata saya tertumbuk pada toko ‘Patessirie – Croissant’ di pertigaan jalan ๐Ÿ™‚

Saya nyaris melonjak. Girang tentu saja! Rasa kangen saya pada roti khas Perancis bernama croissant akan segera terobati.

Satu buah croissant isi apa saja dihargai 300 milim!
Berarti hanya sekitar 1900 rupiah saja!
Murah ya ๐Ÿ™‚
Padahal ukuran croissant-nya cukup besar dan mengenyangkan untuk sekadar sarapan ๐Ÿ™‚

Ah, we’ll love Tunisian’s food! ๐Ÿ™‚

***

Salam romantis dari Tunis! ๐Ÿ™‚

Advertisements

8 thoughts on “Dua Hari di Tunis!

    • Siapa bilang sederhana, ini salah satu penginapan paling ‘welcome’ dan berkesan di hati.

      Kami yang justru merasa sangat berterima kasih sudah diizinkan menumpang di rumah kalian ๐Ÿ˜€

  1. weleh weleh,,,,,,,, luar biasa ceritanya,,, lanjooooud,,,, !!

    jangan bosen2 ya mbak, mas, beginilah adanya rumah singgah kami,,, mohon maklum kalo ada sesuatu yang gag mengenakkan hati ,,,,

  2. Mba,salam kenal ฮYยชยช(โ€ขฬƒอก-ฬฎโ€ขฬƒอก.buat backpack tu harus pny dana berapa sih?..aq pengen kyak mba ๐Ÿ™‚ makasih sebelumnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s