[PhotoBlog] Uniknya Naik Taksi di Tunis :)

image

Setelah Β 4 hari di Tunis kami akhirnya mencicipi naik taksi di sini. πŸ™‚

Pengalaman naik taksi di Tunis jelas berbeda jauh dengan di Cairo. Menarik membandingkan dua pengalaman kami ini.

Beberapa perbedaan yang bisa saya catat:

~ Aa tidak perlu bertanya pada supir, apakah rute dia sama dengan rute kami, juga menanyakan pakai argo atau tidak πŸ™‚

Memang aneh supir taksi di Mesir πŸ™‚
Mereka kerap tidak mau mengangkut kita jika rute kita berbeda dengan rute (kepulangan) atau kepergian dia -yang entah mau ke mana. Dimana-mana, penumpang adalah raja, tapi di Mesir justeru sebaliknya, “Driver is a king!” Hahaha, aneh tapi nyata! πŸ˜€

~ Taksi di Tunis rata-rata Β mulus kinclong. Tidak penyok dan berdebu seperti taksi-taksi di Mesir.

Jangan kaget kala berkelana di Mesir, terutama jika anda menggunakan taksi! Ya, taksi-taksi di Mesir tidak sama seperti kondisi taksi di Indonesia yang cukup terawat, wangi dan bersih. Lebih mudahnya dan supaya tidak shock kala menaiki taksi di Mesir, bayangkan saja Indonesia tahun 60-an, jalanan berdebu dan taksi-taksi tua keluaran tahun 80 hingga tahun 60-an dalam kondisi penyok dan kotor siliweran menyapu pandangan mata πŸ™‚

~ Di Mesir biaya naik taksi ditentukan dengan dua cara. Ada yang lebih senang menggunakan argo, tapi kebanyakan lebih suka tanpa argo. Alias tawar-menawar. Hati-hati dengan karakter fir’aun orang Mesir! Sementara di Tunis, kata mahasiswa yang kuliah di sini, semua taksi sudah menggunakan argo. Dijamin tidak ada tarif kuda dan membuat pingsan kantong kita. Tanyakan saja perkiraan biaya, lalu putuskan jadi menggunakan taksi atau tidak.

~ Perbedaan paling mencolok lainnya adalah apa yang mereka dengarkan di radio!

Jika orang Mesir mendengarkan murottal al Qur’an dari channel radio al-Qur’an dan lagu-lagu pop Mesir, maka dalam taksi di Tunis yang diputar adalah lagu-lagu berbahasa Inggris. πŸ™‚

Uniknya, toko-toko souvenir sepanjang lokasi wisata Sidi Bou Said yang terletak tepat di tepi laut Miditerania Β malah memutar lagu-lagu Ummi Kulsum, penyanyi tersohor dari Mesir πŸ™‚

***

Dalam foto yang saya upload ini, jarak tempuh kami sekitar 20 km dan dikenai biaya sebesar 5.6 dinar. Setara dengan 37 ribu rupiah. Tidak mahal lah ya πŸ™‚

Entah pengalaman naik taksi lainnya ya,Β kami memilih untuk tidak naik taksi kala backpacking, hanya menggunakan taksi kala kepepet atau dibayarin, hahaha. Terus-terusan naik taksi akan membuat sepasang pengelana ini cepat jatuh miskin, hehe!

Advertisements

4 thoughts on “[PhotoBlog] Uniknya Naik Taksi di Tunis :)

  1. Kalo kemarin sempat ke Hurghada Ima pasti melihat taxi mulus dan kinclong plus nggak penyok2. Seperti bukan di Mesir aja hehehe….

    Eh Ummi Kulsum yang museumnya ga boleh kita masuki waktu itu, gara2 tiketnnya cuma buat ke Nilometer itu kan? πŸ˜€

    • Oh, gitu ya, Mbak? Hihi, nanti deh kunjungan berikutnya πŸ™‚

      Yang di Tunis ini, semua taksi di semua daerah mewah interiornya dan mulus luarnya. πŸ™‚

      Cara mereka menyetir juga Eropa banget πŸ™‚

      Karena ini photoblog, jadi saya menuliskannya kala naik taksi, nanti informasi di photoblog ini saya lengkapi di waktu senggang tentang tidak ugal2annya gaya menyetir orang sini πŸ™‚

      Iya, Ummi Kulsum penyanyi legendaris Mesir, Mbak google saja πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s