[PhotoBlog] Jum’atan di Masjid sekaligus Makam Sahabat Nabi

image

image

image

image

image

Batu prasasti yang ditempelkan di tembok yang mengeliling masjid menjelaskan bahwa salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW (sekaligus pencukur rambut beliau) bernama Abi Zam’ar dimakamkan di masjid ini.

Saya terharu membaca catatan ringkas ini.

Lebih terharu lagi kala memasuki masjid.
Masjid yang tua, sarat sejarah dan dipenuhi saudara-saudara muslim saya yang khusyu’ mendengarkan khutbah siang ini.

Saya memoto Aa sebentar dan berpisah.

Saya harus ke ruangan perempuan. Aa meminta saya mengikuti perempuan berjilbab di depan saya.

Saya sempat berhenti sebentar, tahu-tahu perempuan yang saya ikuti ini lenyap begitu saja.
Ke mana ia?

Seorang laki-laki yang duduk mendengarkan khutbah berdiri kala melihat ekspresi kebingungan dan salting saya, kala berdiri di belakang para lelaki yang khusyu’ mendengarkan khutbah. Ia kemudian menunjukkan lokasi untuk perempuan.

Ternyata ruang perempuan ‘tersembunyi’ di sudut salah satu mesjid. Ditutupi sebuah pintu coklat.

Saya segera mendorong pintu dan menyaksikan ratusan perempuan berjilbab khusyu’ mendengarkan khutbah.

Beberapa bahkan meneteskan airmata, kala sang khatib mengingatkan, “Sebagai muslim yang baik, kita harus peduli pada muslim di Syria. Mereka di sana diobok-obok Amerika melalui media dan antek-antek mereka. Di mana letak kepedulian kita sebagai sesama muslim?”

“Muslim sekarang lemah karena banyak menyembah berhala dunia… Kita harusnya menjadi sepemberani Musa AS. yang berani melawan ketakaburran dan kesesatan ayah angkatnya, Fir’aun!”

Ah, khutbah yang sangat berapi-api. Bahasa Arab fusha yang puitik dan penuh gelora, masjid anggun berarsitektur indah, dinding-dinding masjid yang menyejarah, melampaui abad dan generasi yang mulai melupakan kisah dan sejarah.

Khatib kemudian mengutip beberapa ayat dan beberapa perempuan makin terisak.

Saya semakin dibalut haru.
Sesak memenuhi jiwa.

Rasanya luar biasa dianugerahi kesempatan berjalan sejauh ini, sarat kontemplasi dan persahabatan dengan al-Qur’an yang dibacakan.

Rasanya ajaib!
Akhirnya kami bisa merasakan Jum’at yang khusyu’ di Africa Utara.
Di dekat makam salah satu sahabat Nabi SAW.

“Allah, ampuni hari-hari kami yang telah berlalu dalam dosa dan alpa.

Ya Allah, kuatkan hati seluruh umat muslim yang ditindas oleh thaghout dan tirani.

Engkau Maha Pembalas dan Hakim paling adil!”

Advertisements

One thought on “[PhotoBlog] Jum’atan di Masjid sekaligus Makam Sahabat Nabi

  1. Pingback: Temu Bloggers Bandung: Copy Writing Bersama Tokopedia? | honeymoonbackpacker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s