Akhirnya Dapat Visa Schengen Setelah Dua Kali Ditolak!

Perjalanan Panjang Pengajuan Visa Schengen

Senja ibukota diguyur hujan seluruh penjuru…
Kami berdua dibalut haru…

Jika mengingat semua yang sudah terjadi, masyaAllah, begitu banyak yang harus kami ‘korbankan’ dan begitu banyak waktu yang kami curahkan, demi mendapatkan selembar visa Schengen yang ditempelkan di paspor kami.

Setelah membatalkan niat nekad mengajukan visa di Konsulat Belgia di Casablanca, Maroko dan memutuskan kembali ke Indonesia demi mengajukan aplikasi visa di tanah air, sejak itu pula kami memeluk harap sekaligus cemas; akankah visa kami di-approved oleh kedutaan Belanda?

Paspor saya memiliki catatan kelam sepulang dari UK awal tahun 2007. Sepanjang 2007 hingga pertengahan 2009 saya mencatat empat ‘kegagalan’; 2 kali penolakan visa UK, 1 kali penolakan visa Schengen melalui pintu Belanda dan 1 kali penolakan visa Schengen melalui pintu Jerman.

Saya memutuskan memadamkan harap kembali ke Eropa.

Bersamaan dengan itu, semua mimpi masa depan saya kubur bersama penolakan-penolakan tersebut.

Saya tutup rapat-rapat bersama rasa sakit yang menjerat.

Bersama Dia, Ajukan Visa Schengen Ketiga

Empat tahun berlalu…

Saya dipertemukan dengan laki-laki sholeh dan berhati seluas samudera.

Padanya saya membagi semua mimpi, resah dan keluh-kesah.

Dengannya saya berani menumbuhkan mimpi-mimpi paling liar dan mustahil diwujudkan dengan kondisi ekonomi berumah tangga yang belum stabil!

Muslimah Backpacker Community kemudian lahir dari rahim ide saya, bahkan ia ikut membidani! πŸ™‚

Enam bulan lagi, tepatnya Desember 2013 nanti Muslimah Backpacker akan genap dua tahun, dengan sekian perjalanan menjelajah Indonesia dan dunia yang telah dilakoni, rasanya lini bisnis @MozBackpackTrip siap dibesarkan. πŸ™‚

2014 nanti @MozBackpackTrip merencanakan backpack trip ke Eropa, akan tetapi sudah menjadi rahasia umum, tidak mudah mendapatkan visa Schengen jika berkas kurang lengkap, tabungan kurang memadai dan seterusnya.

Di sisi lain, sebagai founder MB sudah jadi kewajiban saya untuk masuk Eropa terlebih dahulu, riset di awal sebelum merancang trip untuk 2014 nanti πŸ™‚

Jujur saya trauma dengan 4 penolakan yang pernah ada di paspor saya.

Saya tidak berani menghadapi kenyataan jika ditolak kembali…

Akan tetapi dia terus-menerus menguatkan, demi mimpi yang lebih besar, saya harus berani menghadapi penolakan!

Bagaimana saya bisa memastikan akan ditolak masuk Eropa jika saya tidak mengajukan visa Schengen kembali?

Setelah membulatkan tekad, tugas selanjutnya adalah menghitung kekuatan finansial.

Cukupkah dana kami di tabungan setelah backpack 3 bulan keliling Mesir, Tunisia dan Maroko?

Semua juga tahu jawabannya.

Jujur kurang cukup jika untuk hidup 2 bulan di Eropa.

Bukankah biaya hidup sehari itu dihitung €34 (oleh konsuler Kedutaan Belanda) plus uang tiket pesawat PP?!

Kami memutuskan menunda mimpi…
Terlalu mahal untuk kami, apalagi Aa sudah resign dari pekerjaannya, terlalu riskan untuk diperjuangkan saat ini…

Akan tetapi Allah memiliki rencana, seorang Kakak dari benua Eropa menyapa…

Allah Maha Mewujudkan mimpi!
Allah membantu kami…

Sepasang suami istri sakinah di Belgia menyapa sepenuh hati di bulan Mei 2013, kala kami masih backpack di Tunisia!

“Dik, suamimu kan lulusan Al-Azhar University, kenapa tidak menjadi imam tarawih, khatib dan berbagi ilmu agama di bulan Ramadhan?”

“Maksud Kakak?”

“Iya, spirit Honeymoon Backpacker kalian kan berjalan, belajar dan berbagi, kenapa tidak berbagi di Belgia selama Ramadhan?”

“Wah… Ide luar biasa Kak! Bagaimana caranya? Apa yang harus kami siapkan?”

“Kakak akan bantu kalian untuk mendapatkan undangan dari KBRI Belgia. Kalian berdua akan menjadi satu paket, Risyan menjadi imam jama’ah muslim Indonesia di Belgia dan kamu menjadi mentor pelatihan menulis untuk ibu-ibu di sini.”

“Wah, mauuu sekali, Kak!”

“Siapkan proposal kalian ya, nanti Kakak bantu ajukan ke komunitas Indonesia di sini.”

Semenjak itu, hari-hari backpack kami keliling Tunisia dan Maroko diwarnai mimpi-mimpi Honeymoon Backpacking part II in Europe.

Kami tahu, uang di tabungan kami tidak seberapa, tapi mimpi itu gratis, kenapa tidak dicoba? πŸ™‚

Pelan-pelan saya dan Aa melengkapi CV dan berkas, kemudian segera mengirimkannya ke email yang dimaksud.

Seminggu kemudian kabar baik itu datang, mereka mengundang kami untuk bersiap menuju Eropa.

Alhamdulilah, invitation letter dari KBRI Belgia sudah di tangan kami.

Tugas kami tinggal melengkapi berkas-berkas lainnya, mulai travel insurance, bukti confirmed tiket pesawat PP (faktanya kami baru booking saja, meminta di salah satu travel di Depok sana) dan mem-print rekening koran yang ada.

Kami berdua ketar-ketir…

Pasalnya jumlah uang dalam rekening pribadi satu-satunya tidak seberapa, akan tetapi invitation letter dari KBRI ‘menenangkan’ hati, karena ada pernyataan bahwa kebutuhan kami selama 2 bulan di Eropa akan ditanggung mereka.

Fakta sesungguhnya adalah, saya dan Aa akan tinggal di rumah Kak X karena beliau memang sangat menginginkan silaturahmi ini. πŸ™‚

Biaya hidup sehari-hari dari mana?

Saya dan Aa berencana jualan pempek saja. πŸ˜€

26 Juni 2013

Setelah empat hari yang melelahkan keluyuran keliling Depok, Segitiga Emas Kuningan, HR Rasuna Said dan kedutaan Belanda, hari ini kami berdua duduk manis mendengarkan nomor-nomor urut pengajuan aplikasi visa dibacakan dan berkali-kali tidak pernah disebut…

Detak jantung semakin bertalu di dada saya…

Sekitar pukul 15.30 WIB salah satu dari kami diminta masuk ke dalam.

Di dalam ternyata masih harus menunggu sekitar 15 menitan, rasanya seperti berabad-abad. Menurut perasaan saya, detak jantung ini terdengar keluar.

“Ya, silahkan Mbak…!” Satpam perempuan meminta saya maju ke loket yang dimaksud.

Saya berdiri, setengah gemetaran.
Lutut terasa lemas.

Saya menjulurkan kertas pengambilan visa. Sempat salah memasukkan kertas segala, tangan saya mau ikut saya masukkan ke balik kaca, hihi…

Si Bapak di loket meraih paspor kami, lalu men-scan barcode di kertas yang terjulur dari paspor kami masing-masing.

Tanpa senyum ia ulurkan dua paspor kami dan saya lirih mengucapkan terima kasih.

Saya segera menjauh ke pintu keluar sambil sekilas mengucap terima kasih pada Mbak satpam dan diabaikannya.

Tangan saya gemetaran…
Sambil melintasi taman cukup rindang menuju bangku-bangku penunggu, saya mencoba membuka paspor salah satu dari kami…
Ah, salah satu paspor jatuh ke rerumputan.
Pikiran saya terpecah, paspor siapa yang akan saya buka lebih dahulu?

Saya putuskan membuka yang ada di tangan…
Saya sibuk membolak-balik, mencari selembar visa yang ditempelkan…
Allah, tangan saya menyentuh lembaran visa yang berbeda dari lembaran visa Mesir dan Tunisia!

Nanar mata saya menelusuri huruf demi huruf, Alhamdulilah!
Aa mendapatkan Schengen visa untuk kedua kalinya!

Hangat merambati hati…

Bagaimana denganku?
Bagaimana dengan dua penolakan Schengen visa yang pernah ada?

Allah!

Berdebar saya pungut paspor yang jatuh…
Bismillah…

Tangan saya masih gemetar membuka…
Lalu airmata menetes perlahan…
Saya tak kuasa menahan haru!

Setelah empat tahun tidak applyΒ visa ke Eropa dan dua tahun kehidupan sarat drama, akhirnya visa Schengen menempel manis di paspor saya!

image

Alhamdulilah…
Kami berdua mendapatkan visa Schengen selama 90 hari, hingga akhir Oktober 2013 nanti.

“Fa bi ayyi alaa irabbikuma tukadzzibaan!”
Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan?!

Saya mengamati sekitar…

Tidak ada siapapun!

Saya putuskan sujud di rerumputan,
dipenuhi syukur yang membaluri seluruh jiwa raga…

“Terima kasih ya Rabb,
untuk didikan panjang atas perjalanan sabar, ikhtiar dan tawakkal bertahun-tahun ini.

Terima kasih sudah mengirimkan pasangan terbaik untukku, yang berujar kemarin malam,

“Yang, kita tawakkal saja. Meski kamu trauma dan cemas, kita sudah mengupayakan terbaik. Allah Tahu dan Menunggu…, untuk memberikan yang terbaik.”

Saya setengah berlari menuju Aa.

“Aa, visa kita di-approved, bahkan diberikan 90 hari multiple entry dalam 4 bulan ke depan.”

Aa mencium pipi saya, kami tak kuasa menahan haru. Kedutaan Belanda menjadi saksi kala kami berpelukan meleburkan rasa syukur membuncah ini.

“Europe, we’re coming for living up the Ramadhan and enriching our live experience, bismillah!”

***

Advertisements

49 thoughts on “Akhirnya Dapat Visa Schengen Setelah Dua Kali Ditolak!

  1. Terharu …~_~…
    Selamat yaaa mbak. Sungguh! Menginspirasi untuk tidak patah arang terhadap penolakan – penolakan.
    Tidak sabar menunggu cerita selama Ramadhan di Benua Eropa

    • Diaaaaaaaaan…

      Aku aja menulis dengan hati haru sekaligus lapang, rasanya ingin kubagikan pada semesta apapun yang telah kami lalui dalam perjalanan ini.

      Pada akhirnya, traveling is learning from universe or an endless learning! πŸ™‚

      Terima kasih sudah selalu mendukung dan mendoakan kami, Dik πŸ™‚

      Besok Dieng Trip ikutan tidak? πŸ™‚

      • Dieng Trip aku gak ikutan mbak, baru bisa keluyuran2 bulan setelah September kayaknya 😦
        Menunggu mbak Imma ngadain Trip yg di Indonesia setelah pulang dari Eropa nanti πŸ˜€

      • Hehehe…
        Balik dari Eropa insyaAllah Oktober awal.

        Langsung sibuk persiapan Lombok Trip, mau ikutan? Cuma 1.3 juta kok, mulai tanggal 16-20 Oktober 2013 insyaAllah seru dan heboh, soalnya cewek2 dikumpulin jadi satu, hihi… πŸ™‚

      • Waaahhh insyaallah mbak ^_^
        Kmrn pas Bromo Trip aku ketinggalan info, hix πŸ˜₯ tahu2 Lalu Abdul Fatah sudah cerita di blognya

      • Kalau mau ikutan Lombok Trip, segera daftar di grup MB ya, tinggal 1 seat lagi (40 peserta). 4 hari jelajah Lombok dan ada traveltalk bersama Agustinus Wibowo, biayanya cukup 1.3 juta saja πŸ˜€

        Murah meriah untuk 4 hari ngetrip dan belajar bersama πŸ™‚

  2. Mbak Imaaa..senang sekali mendengarnya. Betul, Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-Nya. Kita sering bermimpi, dan seringkali bertanya-tanya kapan dan bagaimana mimpi itu bisa terwujud.
    Alhamdulillah. Semoga perjalanan lancar dan penuh berkah. Ramadhan pula ya, Mbak. Indahnyaa…
    Sayang mungkin kita belum bisa berjumpa di eropa sana ya, Mbak. Insya Allah aku berangkat ke Belanda akhir Agustus untuk melanjutkan sekolah. Tapi jika ada kesempatan, senang sekali jika bisa bertemu Mbak Ima. πŸ™‚

    • Waaah, Subhanallah!
      Keren sekali, Dik!
      Kamu dapat Erasmus Mundus kah?
      Itu bergengsi sekali…!
      Selamat kuliah kembali dan menjelajah Eropa ya πŸ™‚

      Ambil kuliah apakah?

      Erasmus Mundus dibatasi usia tidak ya?
      Huhuhu, aku sudah 35 nih πŸ™‚

      Tentang kami, berkat doamu juga Dik πŸ™‚

      • Alhamdulillah, Mbak. Dapat beasiswa dari kampusnya (Groningen University). Aku ambil studi International Economics and Business.
        Wah kurang tahu kalau Erasmus Mundus ada batasan usianya. Atau tiap program beda ya.
        Semoga dimudahkan terus jalan untuk Mbak Ima dan suami. πŸ™‚

      • Wow, cool Dik, insyaAllah kita silaturahmi ya. Kami bakal di Belgia 1 bulanan, lalu bergerak ke atas sampai Denmark dan Swedia, kemudian ke bawah sampai Spanyol, kemungkinan 2 bulan di Eropa, lalu ke Spanyol, berniat seberangi selat Gibraltar, ke Maroko (karena free visa) lalu menunggu beres visa student si Aa Tunisia πŸ™‚

        Saling mendoakan ya, Cha πŸ˜€

  3. Aku merinding bacanya mbak Ima πŸ™‚ Selamat ya mbak Ima-Aa πŸ™‚ InsyaAllah, apa yang didapat di Eropa bisa bermanfaat bagi semuanya. Termasuk kami yang di Indonesia, bisa ‘dengar dan melihat’ kehidupan Aa dan mbak Ima selama di Eropa kelak πŸ™‚

    @Mbak Dian : Seperti yang mbak Ima bilang, “…tapi mimpi itu gratis, kenapa tidak dicoba?” Sekalian aja mimpi lebih tinggi ikutan trip Muslimah Backpacker ke Mesir…Eropa… haha, aku juga mupuk mimpi terus ini. Walaupun tabungan tergerus dan belum ada pemasukan ‘pasti’ pokoknya berharap aja Allah kasih rezeki di saat yang tepat. Tinggal mana yang duluan, Mekkah duluan, Mesir duluan atau Eropa duluan *amiiin* eh siapa tahu bisa ke semuanya sekaligus, betul gak mbak Ima? ^_^ ngeliat perjuangan mbak Ima, kayaknya bener gak ada yang gak mungkin ya. *masih merinding*

    • Makasih komen panjangnya ya Yayan πŸ™‚
      Kamu tau persis kisahku kan, soalnya sudah dibukukan di LDL juga πŸ™‚

      Buatku, perjalanan or backpacking is a never endless learning! πŸ™‚

      Ah Dik, insyaAllah kamu bisa.
      Coba dimulai saja bisnis impianmu, biasanya bisnis lah yang akan mengantarkan kita pada pencapaian-pencapaian materi yang lebih memuaskan ketimbang menjadi kuli sebuah perusahaan raksasa sekalipun πŸ™‚

  4. Ima, ikut senang…apalagi saya sedikit tahu cerita penolakan yang pernah kau alami itu. ternyata kepedihan di masa lalu (yang kau tuliskan di MP) dijawab oleh Allah dengan manisnya. mimpi adalah kunci kata Nidji…tapi mimpi akan terwujud jika dibarengi usaha dan doa terus-menerus. salam buat kang Risyan….

    • Mas Syaifuddin, apa kabar? πŸ˜€

      Makasih sudah mengikuti kisah HB kami, agak2 gila ya, Mas πŸ˜€

      Iya Mas, kepedihan yang berbuah manis, terima kasih selalu mendoakanku, adikmu yang badung ini. πŸ™‚

    • Alhamdulillah wa syukurillah, Bang πŸ™‚
      Hidup saya sepertinya memang ditakdirkan penuh liku, biar lengkap cicipi asam garam kehidupan kali ya? πŸ™‚

      Terima kasih sudah mengikuti tulisan saya di MP dahulu dan di sini. Mudahan ada hikmah yang bisa dipetik ya, Bang πŸ™‚

      Abang tetap menulis kan?
      Sekarang saya bermimpi ambil master di bidang creative writing. Mudahan kesampaian πŸ™‚

    • Eh, kok aku baru lihat ada reply-nya Mbak Inci. Mohon maaf ya Mbak sayang. Aku baru baca.

      Alhamdulillah Mbak. Allah ternyata memberikan saya kesempatan mencicipi Eropa kembali πŸ™‚

      Peluk Mbak Inci juga πŸ™‚

  5. Subhanallah, Alhamdulillah πŸ™‚ Terharu dan senang baca posting ini πŸ™‚ insya Allah another dream of Mbak Ima and Aa Risyan akan kembali terwujud πŸ™‚ I wish both of you luck, Mbak dan Aa πŸ™‚

  6. Subhanallah..terharu dan bahagia baca posting ini..semoga setelah ini, jalan untuk Mbak Ima dan Aa Risyan makin dipermudah dan lancar πŸ™‚ dan yang pasti ditunggu cerita Honeymoon Backpacker ronde keduanya ya, Mbak Ima dan Aa πŸ™‚

    • Inooonnnnggggggggg!
      Makasih sudah membaca tulisanku ya πŸ™‚
      Alhamdulillah jika membahagiakan yang membaca πŸ™‚

      Peluk Inong, kangeeen πŸ™‚

      Japan Trip kita kapan diwujudkan ya, Dik? πŸ˜€
      Hehehe…

      • Miss you too, Mbak Ima πŸ™‚ He..he..jujur bingung jawabnya nih kapan bisa terealisasi Japan Tripnya πŸ™‚ Rencana aku mau survey dulu juga tahun depan. Apalagi ada kabar bahwa kemungkinan Indonesia bisa bebas visa ke Jpn. Kalo itu terwujud, semakin mudah untuk merealisasikan trip ke Jepang πŸ™‚

      • Sudah ada pengumuman resmi kok, Dik πŸ™‚ Kita bebas masuk Jepang mulai akhir tahun ini. Tahun depan kita wujudkan ya? Better sekitar Oktober, OK? πŸ™‚

  7. Mbak Ima…
    Ini menggetarkan. Seakan bacaan hadiah untuk ulang tahun saya. Terima kasih telah membagi mimpi itu. Terima kasih telah menjadi ‘kakak’ yang selalu menyemangati saya yang bodoh ini. Suatu hari nanti, semoga saya bisa mengikuti jejak Mbak.

    *berdebar di pojokan sehabis menanggak kafein*
    *mesej Mbak saya balas nanti ya… lagi menikmati debaran ini* hehehe

    • Adindaaaa πŸ™‚

      Apa kabar?
      Mudahan ada sedikit manfaat dari tulisan sederhana ini ya πŸ˜‰
      Bahwa hidup memang layak diperjuangkan πŸ˜‰

      Dari dulu aku mencari, profesi apa yang paling aku minati, kok aku selalu bosan pada pekerjaan kantoranku.

      Setelah sekian lama berjalan (literally), kutemukan fakta aku tidak pernah mengeluh kala berjalan. Akhirnya aku berpikir ulang… dan memutuskan menjadikan ‘full time backpacker/traveler’ sebagai profesiku sekarang hingga nanti, entah bagaimana teknisnya, aku tetap berjalan, belajar dan berbagi! πŸ˜‰

      Ayo Dik…
      Tetap semangat memburu mimpimu dan mimpi ortumu!

      Happy milad ya, mudahan Allah semakin mencintaimu di sisa usiamu! πŸ™‚

  8. Subhanallah, saya terharu bacanya mba Ima, mimpi itu memang layak untuk diperjuangkan, meski sempat mendapat beberapa kali penolakan mengurus Visa Schengen ya mba. saya jadi teringat betapa mendebarkanya saat-saat menunggu kabar dikabulkanya Visa Schengen saya dua tahun yang lalu, apalagi saya masuk melalui negara yang super rijit dalam urusan pengurusan Visa, Perancis.

    Semoga perjalanan di negeri Eropa berjalan lancar ya mba, dan semoga saya bisa kembali lagi kesana berjalan di bumi Allah yang indah ini. anyway saya ada teman di Paris yang sangat menguasai seluk beluk paris, klo mba Ima mau nanti saya kenalkan.

    sukses Mba

    • Waaa, Imie komen lagi di sini, makasih dear πŸ™‚ Amin amin, insyaAllah kembali lagi ke Eropa, atau bahkan menjelajah negara2 yang lain, bumi Allah luas, Dik πŸ™‚ Mau banget dikenalin, makasih dulu sebelumnya ya πŸ™‚

  9. Dear Mba Imaa,

    Boleh tau nggak, kalo pernah di reject aplikasi visa schengen, apa ada cap atau tulisan sesuatu di passpor kita?

    Mohon pencerahannya, karena saya sedang harap2 cemas nunggu hasil aplikasi visa schengen saya (kedutaan jerman) Jumat besok.

    Thanks,
    Aina πŸ™‚

  10. Syukur Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΩ…Ω’Ψ―Ω Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘Ω Ψ§Ω„Ω’ΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ…ΩΩŠΩ†……….pengen rasanya juga melakukan seperti yg dilakukan oleh Ima….mudah mudahan ada jalanNya ke Eropa

  11. Pingback: Smart Backpacking: Thinking Out of The Box! | honeymoonbackpacker

  12. Duuhh mba saya baru nemu blognya mba ima… merinding dan seneng bacanya… sudah dibukukan kah mba ima? kl boleh aq kasih link-nya pengen beli bukunya…
    Usia kita sama…beda pengalamannya kali ya… pengalamanku aq takut menuliskannya di blog…he..he..he..pengalaman jadi single parent, berjuang merintis usaha sampe alhamdulillah skr bisa jual produk muslimku ke seluruh indonesia dan ke luar negri…. sampe skr akhirnya Allah kasih jodoh yang baik (pantes nga sich kayak gitu ditulis? hi..hi..) Ditunggu kisah-kisahnya mba ima selanjutnya yaaa….saya pembaca setiamu yang baruu…
    Btw gmn bisa gabung dg comunitas backpakernya mba ima?

    http://www.Purplehijab.blogpost.com
    http://www.jilbabcantiqmalang.blogspot.com

    • Terima kasih sudah membaca Mbak Indah πŸ˜‰

      Boleh bergabung dengan Komunitas Muslimah Backpacker, tapi sama sekali tidak boleh pasang iklan produk muslimnya.

      Anggota komunitas juga banyak yang pedagang baju muslimah, tapi tidak ngiklan sama sekali.

      Kalo ini sanggup ditaati, bisa di-accept di grup FB πŸ˜‰

  13. Ceritanya seru banget, Mbak. Senang membacanya. Sembari berdo’a juga dalam hati, semoga saya bisa menjejakkan kaki di bumi Eropa πŸ™‚
    Semangat terus ya, Mbak… πŸ™‚

  14. assalamualakum.
    mbak saya terharu baca postingan mbak. oh iya, saya mau tanya. saya apply visa kursus bahasa jerman untuk 1 tahun. saya menggunakan sponsor orang jerman. saya
    sudah mempersiapkan dan sponsor saya sudah membayar
    semuanya mulai dari kursus, tiket
    penerbangan, asuransi dll. saya sudh
    menunggu 10 Minggu. dan ternyata
    visa saya ditolak. Ironisnya visa saya
    ditolak disaat saya harusnya saya
    berangkat kemarin tanggal 18 juli.
    saya sangat sedih karena saya belum
    pernah menerima penolakan dan sponsor saya
    sudah mengeluarkan uang lebih dari
    3000 euro.
    saya sangat kecewa dan saya nangis
    dari kemarin ga berhenti. saya mau
    tanya, kalau kita ditolak, apakah Kita
    bisa mengajukan banding? itu seperti
    apa? kapan kita bisa mengajukan banding? dan berapa lama prosesnya? saya ga ngerti pengajuan
    banding visa seperti apa. Dan apabila
    saya mau mengajukan visa lain seperti
    visa kunjungan di kedutaan jerman ,
    apakah visa saya akan ditolak lagi?
    Terimakasih mohon bantuannya.

    • Wa’alaikum salam Didie…

      Terima kasih untuk sharing cerita visanya.
      Mohon maaf, kami belum pernah banding, jadi sama sekali tidak tahu bagaimana cara dan prosesnya.

      Jadi mohon maaf juga, saya tidak bisa memberikan saran lebih jauh, karena saya sendiri baru sekali mengajukan visa via Jerman dan ditolak (kejadian di tahun 2009).

      Saya baru mengajukan visa kembali setelah ada invitation dari KBRI Brussel.

      Mudahan jelas ya.

  15. Pingback: Liburan Seru Honeymoon Backpacker Dengan Sepeda Impian | honeymoonbackpacker

  16. Pingback: Kisah Backpacker Yang Jatuh Hati Dengan Buah Lokal! | honeymoonbackpacker

  17. Pingback: 21 Srikandi: Lolos Seleksi Administrasi | honeymoonbackpacker

  18. Pingback: 21 Srikandi: Mencoba Hal Baru | honeymoonbackpacker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s