Diminta Bicara di Frankfurt International Book Fair?

Saya harus menarik napas dalam.
Berpikir berulang kali.
Apakah akan menuliskan bagian ini?

Setelah saya timbang-timbang, rasanya peristiwa yang baru saja terjadi kemarin sangat patut dimasukkan dalam blog ini, mengingat betapa ‘ajaib’nya apa yang sudah terjadi.

Bukankah dramatisnya sebuah peristiwa layak dicatat dalam sejarah kehidupan kita?
Bismillah, saya memutuskan menuliskan ringkasannya di sini 🙂

Tiga hari lalu saya mendadak dihubungi salah satu penerbit raksasa di tanah air.

Panjang lebar mereka menjelaskan, intinya saya diminta menjadi narasumber di Frankfurt International Book Fair, karena tahun ini penerbit tersebut akan mewakili Indonesia membuka stand di sana.

Saya sendiri diminta berbagi tentang trend ‘travel writing’ dan ‘travel books’ yang menjamur dan laku keras di tanah air, sekaligus sedikit bercerita tentang perjalanan panjang www.honeymoonbackpacker.wordpress.com.

Asumsi penerbit ini adalah, kami akan bersedia menyerahkan naskah #HoneymoonBackpackers kepada mereka, karena kami sudah diundang di forum internasional nan cool itu.

Jangan tanya lagi perasaan kami, tentu bungah hati ini 🙂
Kami hanyalah sepasang pengelana biasa, tapi ternyata diminta mewakili mereka -karena saat ini sedang berada di Eropa.

Tentu saja saya dan Aa menyambut gembira tawaran mereka. 

Berhari-hari hujan dan angin kencang menari di kota Duren dimana kami tinggal saat ini, namun kelabunya Duren tak mampu menggelapi hati kami yang berbunga. 

Setelah dua kali dikirimi message dan negosiasi dana transportasi -tentu saja tidak besar yang kami minta, hanya meminta diganti uang kereta api pulang pergi Brussels -> Frankfut sebesar 200 euro saja- eh kemarin perwakilan penerbit besar tersebut menyatakan membatalkan meminta kami menjadi pembicara mewakili mereka.

Hehehe…
Tidak apa.
Artinya belum rizki kami tampil sebagai pembicara di Frankfurt International Book Fair yang bergengsi itu.

Toh, sudah lama saya tidak menyerahkan naskah baru ke penerbit mayor tersebut, terakhir saya menyerahkan naskah adalah tahun 2010. 

Ada beberapa hal yang masih kami timbang dan timang kenapa belum memutuskan menyerahkan naskah #HoneymoonBackpackers ke penerbit tersebut, tidak perlu saya jelaskan di sini, karena bagaimanapun, dua buku saya pernah mereka terbitkan berturut-turut. 🙂

Kecewa tentu saja menyala.
Sakit hati insyaAllah diupayakan untuk tidak berkobar.
Mudahan Allah mengganti dengan yang lebih baik, insyaAllah!

“Bismillah, one day we will speak in front of international book forum ya, A. That time will come InsyaAllah!”

Advertisements

One thought on “Diminta Bicara di Frankfurt International Book Fair?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s