Kisah Backpacker Yang Jatuh Hati Dengan Buah Lokal!

Semenjak jatuh hati pada rawfood sekaligus menjadi pelaku food combining (abal-abal) dua tahun terakhir, saya dan suami berjumpa buah segar setiap hari. Yup, buah-buahan berair adalah menu wajib sarapan di pagi hari hingga menjelang makan siang nanti.

Melon dan Belimbing manis berair yang menggoda :)

Melon dan Belimbing manis berair yang menggoda 🙂

Setiap bangun tidur, saya tidak perlu pusing menyusun menu sarapan. Pilihannya adalah petik pepaya di kebun Mama mertua, ambil buah jambu di kulkas lalu diblender dengan strawberry atau beli dua ikat rambutan yang sedang ranum-ranumnya di warung tetangga. Amboi mudahnya!

Juice Strawberry Pisang dituangi Extra Virgin Olive Oil, yummy!

Juice Strawberry Pisang dituangi Extra Virgin Olive Oil, yummy!

Buah-buahan yang saya beli tentu saja buah lokal. Alasannya sangat sederhana. Buah lokal jauh lebih segar dibandingkan buah impor karena tidak melalui perjalanan panjang menuju konsumen. Buah lokal (kemungkinan besar) tidak memakai pengawet karena rantai distribusi yang pendek dan segera sampai ke konsumen. Sebab pendeknya rantai distribusi, otomatis buah lokal jauh lebih murah dibandingkan buah impor. Ibu-ibu rumah tangga seperti saya jelas bahagia dan makin cinta dengan buah lokal karena fakta-fakta tadi! 🙂

Continue reading

Liburan Musim Dingin Romantis di Jepang ala Honeymoon Backpacker

Serial OSHIN Pintu Perkenalan dengan Jepang

Sewaktu masih duduk di bangku SD, seminggu sekali menjelang sore hari, saya setia menunggu serial OSHIN diputar di layar tivi.

Serial OSHIN  adalah pintu pembuka keingintahuan saya tentang Jepang. Begitu tangguh, sabar dan kuatnya karakter tokoh OSHIN di mata kanak-kanak saya, membuat saya jatuh hati pada gambaran karakter ideal perempuan Jepang. Saat rajin menonton serial OSHIN, saya kerap bermimpi bertemu tokoh OSHIN saking sukanya pada sosok perempuan Jepang satu itu. 🙂

 

 

Sampai hari ini, saya terus bermimpi ingin pergi ke Jepang suatu masa. Pun suami saya, ingin mengunjungi Jepang juga. Sungguh kami ingin menjelajahi Jepang bersama-sama.

Kata si Aa, Jepang bukan hanya dikenal sebagai negara dengan penduduk ‘gila baca’, Jepang juga dikenal luas karena kebangkitan teknologi, kuatnya tradisi ilmu pengetahuan dan stabilnya ekonomi, justeru setelah dua kota besarnya pernah diluluh-lantakkan dengan bom pada tahun 45-an.

Pada sisi lain, Jepang menyisakan kota-kota tua dengan nuansa romantis yang ingin kami nikmati berdua.

Jujur saya pernah ke Jepang, tapi sayangnya hanya transit di bandara saja. Gak asik banget dan belum bisa dikatakan pergi ke Jepang kan. 🙂

Continue reading

Lomba Blog Pegipegi Antarkan Saya Menemui Orang Utan di Tanjung Puting

Lomba Blog Pegipegi, Antarkan Saya Menemui Orang Utan di Tanjung Puting

“Teman-teman pernah mendengar nama Tanjung Puting di pedalaman Kalimantan Tengah?”

Eh, pertanyaannya saya ganti saja, “Tahukah teman-teman di mana ‘rumah’ orang utan terbesar di dunia?”

Saya pernah mendengar, tapi jujur samar-samar dalam ingatan.

Jika dibandingkan dengan Taman  Nasional Bunaken di Manado, Raja Ampat di Papua, Pulau Komodo di Labuan Bajo, bahkan Derawan di propinsi tetangga, Tanjung Puting yang tak jauh dari Pangkalan Bun Kalimantan Tengah hampir tak dikenal alias ‘tenggelam’ dalam lautan berita.

Sepanjang pengetahuan saya, Taman Nasional Tanjung Puting (selanjutnya saya singkat TNTP) belum menjadi destinasi wisata utama di kalangan pecinta eksplorasi tanah pertiwi. Padahal rute penerbangan menuju kota Pangkalan Bun bukan tidak ada. Saat ini sudah tersedia rute penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya atau Semarang menuju Pangkalan Bun dengan membeli tiket pesawat Trigana Air.

Sepertinya promosi TNTP kalah agresif dibandingkan tujuan wisata alam lainnya. Sebagai blogger, saya tertantang mengunjungi obyek yang masih jarang dikunjungi. Semakin ‘perawan’ semakin menggoda. Less is more!

Continue reading

Kalimantan Selatan: Memacu Adrenalin dengan Bamboo Rafting di Sungai Amandit

ADRENALIN ALA BAMBOO RAFTING!

Suatu petang, sebuah perbincangan membentang.

“Sayang, sudah lama tak menjenguk Nini ya. Nini pasti kaganangan wan aku, cucu pertama sidin.[1]
“Ya, kenapa kita tidak menjenguk beliau, sekalian menikmati Honeymoon di Kalimantan?” Suami menyambut ideku.

Malam itu juga kami memutuskan membeli tiket pesawat untuk mudik ke kampung halaman. Keberangkatan insyaAllah minggu depan.
Syamsuddin Noor

Ada rasa khas yang menyelusup dada, kala pesawat mendarat di bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin. Tak bisa diungkap dengan kata-kata. Perasaan nyaman yang sublim. Perasaan kembali pulang.

Setelah menguluk salam pada Abah Mama, kuutarakan maksud hati, ingin mengunjungi Nini di Batang Kulur Kanan, kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tanpa banyak kata, Abah mengizinkan dan berujar setengah memerintah, “Honeymoon kali ini harus berhasil memberikan cucu untuk saya ya!” Saya dan Aa hanya tersenyum dikulum.

Continue reading

Liburan Seru Dengan Sepeda Impian Ala Honeymoon Backpacker

Liburan Seru Honeymoon Backpacker Dengan Sepeda Impian

Jika diingat-ingat kembali, liburan paling seru yang kami alami selalu berhubungan dengan sepeda! Tidak hanya kala backpack di Eropa, tapi juga saat liburan tanah air dan negara tetangga. 

Sejak kapan kami jatuh hati pada aktifitas bersepeda?

Saya mengingat-ngingat. Jawabannya sangat mudah! Sejak kami mencicipi naik sepeda keliling kota Stockholm tahun 2013 lampau.

Saya dan suami dipinjami dua sepeda milik Mbak Mieke dan Mas Tio, host kami saat itu. Alasannya sederhana, local transport semacam bis umum sangat mahal untuk kantung backpacker seperti kami. Sekali naik bis harus bayar sekitar 100 SEK (Swedish Krona) untuk berdua. Kurang lebih setara 150 ribu rupiah! Kebayang bangkrut kalau kemana-mana naik bis atau taksi kan!

Awalnya saya kagok karena harus membawa sepeda di sebelah kanan. Berkali-kali menjerit karena nyaris mengambil jalur kiri saat harus membelok, padahal mesti tetap meluncur di sisi kanan tubuh. Rasanya gugup sekaligus excited!

Setelah beberapa saat menyesuaikan diri, feeling dan irama kaki makin serasi mengayuh pedal sepeda! Selanjutnya ketagihan!

Hembusan udara musim panas yang hampir berakhir menyelusup lembut ke dalam jilbab dan meninggalkan rasa sejuk dalam kepala. Kayuhan sepeda yang meluncur sempurna di jalanan beraspal memacu keluarnya hormon endorphin! Saya merasa bahagia di atas sepeda!

liburan dengan sepeda di stockholm 5-9-2013

 

Wah, backpack menggunakan sepeda di Eropa ternyata bukan main seru! 🙂

Continue reading