Lomba Blog Pegipegi Antarkan Saya Menemui Orang Utan di Tanjung Puting

Lomba Blog Pegipegi, Antarkan Saya Menemui Orang Utan di Tanjung Puting

“Teman-teman pernah mendengar nama Tanjung Puting di pedalaman Kalimantan Tengah?”

Eh, pertanyaannya saya ganti saja, “Tahukah teman-teman di mana ‘rumah’ orang utan terbesar di dunia?”

Saya pernah mendengar, tapi jujur samar-samar dalam ingatan.

Jika dibandingkan dengan Taman  Nasional Bunaken di Manado, Raja Ampat di Papua, Pulau Komodo di Labuan Bajo, bahkan Derawan di propinsi tetangga, Tanjung Puting yang tak jauh dari Pangkalan Bun Kalimantan Tengah hampir tak dikenal alias ‘tenggelam’ dalam lautan berita.

Sepanjang pengetahuan saya, Taman Nasional Tanjung Puting (selanjutnya saya singkat TNTP) belum menjadi destinasi wisata utama di kalangan pecinta eksplorasi tanah pertiwi. Padahal rute penerbangan menuju kota Pangkalan Bun bukan tidak ada. Saat ini sudah tersedia rute penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya atau Semarang menuju Pangkalan Bun dengan membeli tiket pesawat Trigana Air.

Sepertinya promosi TNTP kalah agresif dibandingkan tujuan wisata alam lainnya. Sebagai blogger, saya tertantang mengunjungi obyek yang masih jarang dikunjungi. Semakin ‘perawan’ semakin menggoda. Less is more!

Dari mana saya mengetahui TNTP?

Saya pernah menonton liputan tentang TNTP  di salah satu TV swasta tahun 2012 lampau.

Dari dokumentasi yang ditayangkan TV, saya akhirnya mengetahui jika Tanjung Puting adalah ‘rumah’ yang ramah bagi kehidupan liar aneka satwa langka di jantung Kalimantan Tengah, khususnya orang utan, bekantan dan monyet ekor panjang! Jika di tempat lain mereka diusir, diburu bahkan dibunuh karena dianggap ‘hama’, maka TNTP memeluk mereka dalam kehangatan hutan perawan.

Menurut website resmi Kementerian Pariwisata Indonesia, tiga perempat populasi orang utan di dunia diteliti dan ditangkar di TNTP. Otomatis penangkaran Orang Utan di TNTP merupakan konservasi terbesar di dunia! Wow, betapa bangganya saya sebagai anak negeri!

Yang menarik kala menyaksikan liputan khusus tentang TNTP ini adalah gambaran koleksi hewan langka dalam jumlah cukup mengagumkan, para pekerja yang serius mendedikasikan diri mereka di Camp Leakey, dan upaya-upaya keras mereka menghadapi deforestasi dan perdagangan ilegal hewan peliharaan dari Kalimantan Tengah!

Sementara saya, apa yang sudah saya lakukan sebagai urang Kalimantan sekaligus blogger?

 

Film Dokumenter yang Merayu Saya!

Saya pernah menulis tentang salah satu kisah anak manusia di Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan. Saya juga pernah membuat trip jelajah Kalimantan Selatan bersama Komunitas Muslimah Backpacker, tapi saya belum pernah sama sekali menjejak Kalimantan Tengah, padahal propinsi tetangga!

Takdir hidup Alhamdulillah membawa saya berkelana ke banyak tempat di Indonesia. Sebut saja pulau Jawa, pulau Sumatera, pulau Bali dan pulau Lombok, semua (kecuali Papua) sudah saya jelajahi.

Saya asli urang Kalimantan, tepatnya Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tapi sayang seribu sayang, saya justeru belum pernah menjelajah seluruh pulau di Kalimantan, padahal pulau Kalimantan adalah kampung saya sendiri. Memalukan ya! 🙂

Saya menuntaskan pendidikan dasar 6 tahun di kota Banjarmasin. Sesekali bertandang ke kota Hulu Sungai Selatan, tepatnya Kandangan dan Nagara, karena Nini dari Mama kandung dan Abah saya berasal dari dua kota tersebut. Alhamdulillah sudah pernah masuk pedalaman pegunungan Meratus dan berinteraksi dengan suku Dayak Kaharingan di aliran sungai Amandit yang jernih di tahun 2008 dan diulangi kembali pada tahun 2012.

Saya juga pernah ditugaskan ke Samarinda, Kalimantan Timur. Saat itu saya diberi amanah untuk mengikuti Tanwir Ikatan Remaja Muhammadiyah di tahun 1999. Terakhir, 2013 lalu saya ditugaskan (eks) kantor untuk melakukan penelitian di pedalaman Bontang, tepatnya di kampung suku Dayak Ngaju.

Sayangnya belum pernah ada kesempatan sekalipun menjelajah Kalimantan Tengah dimana Taman Nasional Tanjung Puting berada.

Memori saya menghangat kembali setelah menonton video tentang Tanjung Puting dari channel Kementerian Pariwisata Indonesia yang meliput pesona dan kekayaan alam Taman Nasional Tanjung Puting:

Saya iri melihat ekspresi terpesona para bule yang terekam kamera. Mereka terpana menikmati aksi lucu si Orang Utan yang bergelantungan dan meloncat santai dari pohon ke pohon!

Saya penduduk pribumi malah belum sempat mengapresiasi kekayaan alam negeri sendiri!

Film dokumenter ini saya putar berkali-kali.

Ada debaran rasa yang menari-nari.

Menggelitik, akrab dan purba kala menyaksikan lucunya ekspresi orang utan, bekantan, burung dan aneka satwa langka direkam lensa cemerlang yang dipakai oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Dokumentasi apik yang sukses membangkitkan adrenalin bertualang saya!

Untuk saya yang terbiasa menikmati deburan ombak Pantai Selatan dan gagahnya karang Parang Tritis menjaga pesisir pantai dari pecahan ombak Laut Selatan selama 14 tahun lamanya, sungguh akan menjadi pengalaman istimewa jika saya diberi hadiah mengunjungi TNTP yang sama sekali berbeda!

 

Jika Saya Mengunjungi Tanjung Puting: Impian ‘Berinteraksi’ dengan Orang Utan!

Saya membayangkan jika waktu itu tiba.

Saya niscaya akan menjadi petualang alam bersama aMrazing.

Kami akan menaiki kelotok (perahu bermotor khas Kalimantan) mulai pelabuhan Kumai, membelah sungai Sekonyer menuju TNTP!

Menurut informasi yang saya telusuri, air sungai di kawasan TNTP sangat jernih. Sungai juga dihuni beragam ikan tawar dan makhluk dua alam. Membayangkan bisa menyaksikan beragam aneka satwa di darat dan di sungai dalam waktu bersamaan membuat saya bersemangat menikmati perjalanan.

Bagaimana dengan kenyamanan dalam perjalanan membelah hutan hujan Kalimantan Tengah ini? Apakah ada hotel seperti  hotel-hotel yang tersedia di area wisata kota, wisata pantai dan wisata pegunungan?

Saya memilih tidak membayangkan kenyamanan standar seperti itu. Setahu saya, hotel yang akan kami tempati adalah kelotok (perahu motor) yang kami tumpangi. Kabarnya setiap kelotok yang disewa menuju TNTP dilengkapi fasilitas serupa hotel bersahaja, yaitu ruang tengah yang dialasi karpet untuk bersantai (kala malam hari dipasangi kelambu, bantal dan kasur untuk tidur), kamar mandi berupa toilet duduk dan shower, dua dek di depan dan di belakang untuk bersantai menikmati alam liar, meja kursi untuk makan di atas sungai. Wow, akan menjadi pengalaman menginap di atas sungai yang berbeda sama sekali!

Contoh kelotok (kapal kecil) yang dijepret teman saya kala trip ke sungai Barito, Kalimantan Selatan

Contoh kelotok (kapal kecil) yang dijepret teman saya kala trip ke sungai Barito, Kalimantan Selatan

Saya membayangkan akan menyusuri sungai Sekonyer saat siang menjelang senja. Saat sudah menaiki kelotok, saya pasti akan mengamati lekat-lekat aneka flora dan fauna liar yang saya lewati sepanjang aliran sungai. Saya juga menghayalkan betapa serunya bermalam di kawasan sungai hutan hujan Kalimantan Tengah, tepatnya di atas kelotok beralaskan bantal dan dilindungi kelambu. Sementara di dasar sungai aneka ikan tawar asik berenang ke sana kemari. Sedang di permukaan sungai beberapa buaya sinyong supit (Tomistoma schlegel) dan buaya muara (Crocodilus porosus) asik bercengkerama. Hiiy!

Seorang teman pernah bercerita, dia tidak mau bermalam di Camp Leakey (tujuan terakhir setelah Tanjung Harapan, Pesalat dan Pondok Tanguy) di kawasan TNTP. Setelah melihat-lihat dan memberi makan keluarga orang utan di Camp Leakey, dia memutuskan meninggalkan TNTP malam itu juga.  Ternyata perjalanan pulang dengan kelotok di kegelapan malam sangat mendebarkan. Tidak hanya menyaksikan ribuan kunang-kunang bercahaya beterbangan di angkasa menari bersama bintang-bintang cemerlang, tapi beberapa kali dia juga menyaksikan mata kemerah-merahan menyembul di permukaan sungai. Tak lain dan tak bukan adalah mata buaya!

Saya ingin menyaksikan petugas TNTP memberi makan orang utan! Tapi saya tidak ingin melihat apalagi memberi makan buaya, hehehe.

Sekarang rasanya sudah tak sabar ingin menyaksikan si anak orang utan lucu ini diberi makan oleh ranger kala kami mengunjungi Camp Leakey nanti! 🙂

Ekpresi imut anak Orang Utan di TNTP. Foto diambil dari: http://www.indonesia.travel/

Bersuara Lebih Nyaring Melalui Media Tulis

Kawasan TNTP seluas kurang lebih 400.000 hektar ini pernah dinyatakan sebagai cagar alam oleh pemerintah Belanda di tahun 1935. Setelah Belanda hengkang dari bumi pertiwi, pada tahun 1982 Departemen Kehutanan menetapkan TNTP sebagai taman nasional.

Senyampang sudah sampai kawasan TNTP, saya berharap bisa mengajak Alex si aMrazing  mengunjungi orang utan, bekantan dan hewan liar lainnya tidak hanya di Tanjung Harapan sebagai pos pertama, tapi sekaligus bisa menjelajah Pesalat, Pondok Tanguy dan tentu saja Camp Leakey.

Pasti ini akan menjadi pengalaman yang mengesankan untuk kami berdua. Mudahan koh Alex berkenan menjadi partner saya dalam mengkampanyekan konservasi dan cinta untuk TNTP!

Karena saya asli orang Kalimantan Selatan, sepulang dari TNTP, saya akan mengajak koh Alex menjelajah propinsi tetangga, yaitu kampung halaman saya.

Saya percaya, perjalanan ke Taman Nasional Tanjung Puting akan menjadi salah satu perjalanan paling mengesankan seumur hidup saya!

Saya juga percaya, sepulang dari TNTP, saya bisa menulis lebih banyak lagi tentang upaya penyelamatan satwa langka dan deforestasi hutan Kalimantan di blog ini!

Agar TNTP semakin dikenal pelancong domestik dan mereka bisa menghidupi TNTP dari program ecotourism ini, saya meniatkan diri membuat artikel untuk beberapa majalah sekaligus.

Doakan saya bisa sampai Tanjung Puting bersama Amrazing untuk mewujudkan niat saya ya! 🙂

***

 

1) Tulisan ini juga saya upload di blogdetik.com:

http://imazahra.blogdetik.com/2015/02/19/lomba-blog-pegipegi-antarkan-saya-menemui-orang-utan-di-tanjung-puting/

2) Sumber rujukan:
~ http://www.indonesia.travel/id/destination/443/taman-nasional-tanjung-puting

~ http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Tanjung_Puting

~ http://orangutan.org/rainforest/tanjung-puting-national-park/

Advertisements

26 thoughts on “Lomba Blog Pegipegi Antarkan Saya Menemui Orang Utan di Tanjung Puting

  1. Semoga kesampaian yaaa…

    Momih sama Ayah lahir di Kalbar, tp asli urang Sunda, yg mendirikan sekolah lanjutan pertama di Sintang, kota kecil kelahiran Momih.. 🙂
    Kalau ayah lahir di Pontianak 🙂

    • Wah, berarti Tanjung Puting paling tidak ‘dikenal’ di antara obyek wisata lain di Indonesia ya 🙂

      Makasih sudah mampir ke sini Mak Sie 🙂

      Mudahan kita menang lomba blog Pegipegi ini ya, Mak 😀
      Amin.

    • Wah, sepotong impian yang sama ya ya Lina 🙂

      Dollar mereka jadi bernilai kala dibawa ke Indonesia dengan rupiah yang nyungsep di hadapan dollar, huhuhu 😦

      InsyaAllah, Tanjung Puting akan saya datangi. Bareng yuk Lin! 🙂

  2. Tanjung puting itu salah satu tempat konservasi orangutan yg ada di novel Partikelnya Dee bukan ya?sepertiny saya pertama kali mengenal tempat tsb dari sana.hehe.asik ya kyny tidur di kelotok:)

  3. Aku sering dengar TNTP, bbp kali lihat di TV di acara2 jelajah/jalan2, acara si bolang atau film2 dokumenter spt national geography *cmiiw. Lupa persisnya yg mana :). Sering nemenin anak2 nonton TV, yg aman program seperto ini. Yg terbaru, aku suka Kalaweit di Metro, ttg perlindungan orang utan/primata. Sampai ada bule (duh lupa namanya) yg sejak remaja sengaja datang ke sana & mendedikasikan hidupnya demi si orang utan. Ahhh jadi panjang deh ceritanya 🙂

  4. halo mak

    ga memalukan kok kan belum tahu
    oh ya
    mohon izin
    tu diawal langsung bilang TNTP bikin bingung apaan si itu? mungkin kasih tau di awal itu akronim dari apa
    terus itu hotelnya ga nge link sama pegipegi
    dan ga ada clue tiket pesawatnya
    semoga sukses buat lombanya.

    • Makasih sudah mampir ke sini Mak Tya 🙂

      Oh iya, penjelasannya malah saya taruh di paragrap berikutnya. Terima kasih masukannya 🙂

      Itu warna abu-abu di tulisan tiket pesawat dan kata hotel nge-link ke pegi-pegi kok 🙂

      Amin amin untuk doanya Mak. Amin amin ya Rabb!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s