Liburan Musim Dingin Romantis di Jepang ala Honeymoon Backpacker

Serial OSHIN Pintu Perkenalan dengan Jepang

Sewaktu masih duduk di bangku SD, seminggu sekali menjelang sore hari, saya setia menunggu serial OSHIN diputar di layar tivi.

Serial OSHIN ย adalah pintu pembuka keingintahuan saya tentang Jepang. Begitu tangguh, sabar dan kuatnya karakter tokoh OSHIN di mata kanak-kanak saya, membuat saya jatuh hati pada gambaran karakter ideal perempuan Jepang. Saat rajin menonton serial OSHIN, saya kerap bermimpi bertemu tokoh OSHIN saking sukanya pada sosok perempuan Jepang satu itu. ๐Ÿ™‚

 

 

Sampai hari ini, saya terus bermimpi ingin pergi ke Jepang suatu masa. Pun suami saya, ingin mengunjungi Jepang juga. Sungguh kami ingin menjelajahi Jepang bersama-sama.

Kata si Aa, Jepang bukan hanya dikenal sebagai negara dengan penduduk ‘gila baca’, Jepang juga dikenal luas karena kebangkitan teknologi, kuatnya tradisi ilmu pengetahuan dan stabilnya ekonomi, justeru setelah dua kota besarnya pernah diluluh-lantakkan dengan bom pada tahun 45-an.

Pada sisi lain, Jepang menyisakan kota-kota tua dengan nuansa romantis yang ingin kami nikmati berdua.

Jujur saya pernah ke Jepang, tapi sayangnya hanya transit di bandara saja. Gak asik banget dan belum bisa dikatakan pergi ke Jepang kan. ๐Ÿ™‚

Berhubung sekarangย BBlog bekerja sama dengan JR East Jepang menyelenggarakan lomba menulis dengan tema โ€œMy Ideal Japanese Winter Vacationโ€,ย tidak ada salahnya saya mencoba ikut lomba ini. Siapa tahu benar-benar membawa saya dan si Aa ke Jepang! Apalagi hadiah utamanya sangat aduhai, yaitu Paket wisata ke Ski Resort Gala Yuzawa bersama pasangan!

Aduh, meuni pas dengan tema blog saya ini ya ๐Ÿ˜€

Liburan Musim Dingin Romantis ala Honeymoon Backpacker

Suami saya penyuka aktifitas sporty. Hal ini saya ketahui saat kami honeymoon di Bali tahun 2011 lampau. Detik-detik terakhir di pantai Kuta, 4 jam sebelum pesawat membawa kami meninggalkan Bali, si Aa asik mengamati orang-orang yang sedang belajar main surfing. Karena ketertarikan suami yang lena pada aktifitas surfing sampai-sampai saya dicuekin (hehehe), saya memutuskan nekad menyewa papan surfing dan meminta suami mencoba. Mumpung sudah di pantai Kuta, kapan lagi?

Setelah dipaksa-paksa kurang dari semenit (hahaha, mudah sekali merayu si Aa), tak sampai 60 menit si Aa sudah bisa berdiri asik di atas papan surfingย membelah ombak pantai Kuta! Wow sekali di mata istrinya ini. ๐Ÿ™‚

Jika saya dan suami berkesempatan ke Jepang saat musim dingin, hal pertama yang sangat ingin kami lakukan adalah belajar main ski di Gala Yuzawa!

Main ski di Gala Yuzawa Resort

 

My-Ideal-Japanese-Winter-VacationKapan lagi main ski di Jepang kalau bukan musim dingin kan? ๐Ÿ™‚

Menurut saya, musim dingin di Jepang adalah waktu terbaik untuk belajar main ski karena salju terhampar tebal untuk diseluncuri. Terbayang ’empuknya’ jatuh di atas salju tebal kala main ski. Pasti seru!

Jauh-jauh terbang dari Indonesia memang diniatkan untuk main ski di Gala Yuzawaย ski resortย . Sepertinya seru sekaligus romantis belajar main ski bersama belahan hati di salah satu ski resort terbaik di Jepang.

Kabarnya resort ski di Gala Yuzawa sudah dilengkapi berbagai fasilitas mumpuni agar pengunjung dapat sepuasnya menikmati “Snowy wonderland” ini.

Trek bermain ski di Gala Yuzawa. Foto dari: http://www.japanican.com/en/tour/detail/SKI1G003A/

Trek bermain ski di Gala Yuzawa. Foto dari: http://www.japanican.com/en/tour/detail/SKI1G003A/

Asiknya lagi pemerintah Jepang serius memfasilitasi wisatawan untuk bermain ski sepuasnya di Gala Yuzawa dengan menyediakan rute langsung kereta shinkansen (dari stasiun Tokyo) menuju Gala Yuzawa. Jadi tidak usah khawatir nyasar apalagi kelewatan!

Menurut informasi resmi dari website,ย http://www.jp-rail-id.com/products/gala-yuzawa/ shinkansen akan meluncur selama 77 menit untuk mencapai Gala Yuzawa ski resort! Cepat dan tidak perlu merasakan kedinginan dihantam suhu minus kala musim dingin, brrr!

Informasi seru soal kereta cepat ke berbagai destinasi lainnya di Jepang bisa dicek juga di facebook,ย https://www.facebook.com/id.jprail.

Kabar baiknya, JR East (Tokyo Rail Days) Official Websiteย sedang ย mengadakan promo untuk teman-teman petualangย yang ingin merasakan sensasi berseluncur di atas salju di Gala Yuzawa,ย ย dengan by one get one!

Artinya, 1 tiket berlaku untuk dua orang loh! Ngirit banget ya ๐Ÿ™‚

Masa pembelian tiket promo ini akan berakhir tanggal 28 Februari nanti. Sementara tiket promo yang sudah dibeli bisa digunakan sampai tanggal 31 Maret 2015. Jadi buruaaan beli! ๐Ÿ™‚

Sehari-Bermain-Salju-di-Gala-Yuzawa

Onsenย  Setelah Main Ski!

Setelah saya dan Aa puas belajar main ski di Gala Yuzawa, kami berencana menikmati liburan romantis ala Honeymoon Backpacker. Kami berencana berendam air hangat (natural hot spring) yang disediakan di resort ski Gala Yuzawa atau justru pergi ke desa Kawaguchiko. Pasti akan menjadi ruang relaksasi romantis untuk kami berdua, huhuy! ๐Ÿ™‚

Membayangkan kami 'onsen' seperti ini. Foto dari: https://www.flickr.com/photos/johngcramer/8438048720/

Membayangkan kami ‘onsen’ seperti ini. Foto dari: https://www.flickr.com/photos/johngcramer/8438048720/

Berendam di mata air panas atau dikenal dengan sebutan onsen di Jepang adalah salah satu budaya khas orang Jepang kala musim dingin menyapa.ย “Onsen” artinya air panas, tapi kata ini juga kerap dipakai untuk menggambarkan fasilitas mandi dan penginapan yang terletak di sekitar sumber air panas.

Kebudayaan onsen ini mirip kesukaan orang-orang Garut atau turis Indonesia yang senang berendam di kolam rendam atau berenang air belerang hangat di kaki gunung Gunturย seperti foto di bawah ini ya! ๐Ÿ˜€

Menikmati hangatnya kolam air belerang di Cipanas, Garut bersama Abah Mama (dari Banjarmasin) dan Bapak Mamah mertua dari Bandung :)

Menikmati hangatnya kolam air belerang di Cipanas, Garut bersama Abah Mama (dari Banjarmasin) dan Bapak Mamah mertua dari Bandung ๐Ÿ™‚

Rasanya excited sekali membayangkan ini semua!

Pasti Aa akan bahagia sekali jika kami mendapatkan kesempatan liburan musim dingin ke Jepang untuk bermain ski sepuasnya! InsyaAllah ini akan menjadi hadiah pernikahan kami yang menginjak tahun keempat tanggal 27 Februari nanti.

 

Bergenggam Tangan Menatap Keindahan Gunung Fuji

Kata orang, belum ke Jepang jika belum menatap keindahan gunung Fuji dari dekat!

Masih lekat dalam ingatan, kalender yang menghias rumah panggung Nini (nenek dalam bahasa Banjar) adalah beragam foto keindahan gunung Fuji dari berbagai sudut pengambilan gambar dan musim. Gunung Fuji selalu berubah aura tergantung musim yang menyapa. Dan saya terpesona kala membalik halaman kalender dan menemukan cantiknya gunung Fuji diselimuti salju di musim dingin! Amboi, sepotong surga putih di negeri matahari terbit!

Setelah puas belajar main ski di Gala Yuzawa, kami akan meluncur dengan kereta shinkansen menuju Gunung Fuji.ย Saya yakin gunung Fuji akan tampak jauh lebih indah kala ditutupi salju menjelang senja!

Untungnya lagi, gunung Fuji yang telah dinobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia sejak tahun 2013 merupakan destinasi wisata yang masuk dalam eastern Japan area! Artinya, dari Gala Yuzawa ski resort, kami bisa langsung menuju gunung Fuji tanpa harus mengubah rute kereta karena tetap menggunakan kereta yang sama, yaitu JRย East (tokyo rail days). Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui!

Sujud berdua di Masjid Camii Tokyo

Setelah puas bermain ski, laluย berendam di mata air hangat di area Gala Yuzawaย ski resort, kemudian menatap keindahan gunung Fuji yang diselimuti salju dari dekat, kami ingin menutup malam dengan bersujud di rumah Allah yang terletak di jantung Tokyo.

Mengunjungi berbagai masjid di setiap negara yang kami kunjungi selalu menjadi salah satu highlight perjalanan! Saat berada di Tokyo, kami tentu tidak akan melewatkan kesempatan menguluk salam dan menunaikan shalat di Masjid Camii yang terletak tidak jauh dari hingar-bingar Shinjuku dan Harajuku.

Menurut catatan sejarah, masjid Camii atau lebih dikenal dengan nama masjid Tokyo, dibangun pertama kali oleh sekelompok orang Turki yang dikenal dengan nama Tartars. Mereka datang ke Jepang persis setelah Revolusi Rusia di tahun 1917. Kelompok pengungsi berkewarganegaraan Turki ini ingin membangun sekolah untuk anak-anak mereka sekaligus mendirikan sebuah masjid di mana komunitas bisa shalat di dalamnya.

Warga Turki akhirnya mendapat izin dari pemerintah Jepang untuk mendirikan masjid pertama di tahun 1928, disusul membuka sekolah anak-anak muslim di tahun 1935. Masjid Camii akhirnya bisa diselesaikan 3 tahun kemudian, yaitu tahun 1938.

Entah bagaimana kronologinya, masjid pertama di Jepang ini dihancurkan pada Februari 1986. Untungnya masjid Tokyo kembali bisa dibangun pada tahun 1998.

Dari foto-foto yang saya lihat, masjid Tokyo ini sangat dipengaruhi arsitektur Turki yang sangat impresif. Kabarnya semua bahan ornamen penyempurna masjid dibawa langsung dari Turki. Lebih dari seratus pekerja asal Turki dilibatkan langsung untuk mengukir keindahan ornamen masjid bergaya Ottoman ini. Tak mengherankan jika dari jauh masjid Tokyo ini mirip sekali dengan masjid Biru di Istanbul, Turki.

Masjid Camii di Tokyo

Masjid Camii di Tokyo

 

Sampai hari ini, banyak sekali orang Jepang dan turis mancanegara non muslim yang memasukkan masjid Tokyo sebagai salah satu destinasi wisata, karena ingin menyaksikan keagungan ornamen dan ย arsitektural masjid ini.

Masjid seluas 734 meter persegi ini ย juga merangkap sebagai pusat kebudayaan Turki. Jika lantai 1 digunakan sebagai kelas belajar al Qur’an untuk anak-anak sekaligus pusat informasi Islam dan Turki, maka di lantai 2 dikhususkan sebagai masjid dan sanggup menampung 1200 jamaah. Subhanallahย cukup besar ya!

Khusus hari Jum’atย Turkish Directorate of Religious Affairs membuka pelaksanaan shalat Jum’at untuk disaksikan oleh masyarakat Jepang non muslim sekalipun, sebagai bagian dari kampanye Islam secara damai di Tokyo.

Belajar Sastra Jepang di Museum the Tale of Genji

Selain serial OSHIN, saya jatuh hati pada dongeng anak-anak yang tumbuh di Jepang. Contohnya adalah kisah Momotaro.

Alkisah, seorang nenek tua yang sedang mencuci di sungai menemukan buah persik raksasa yang mengapung di permukaan sungai. Sang Nenek membawa pulang si buah persik. Saat suami sang Nenek ingin membelah buah persik untuk dimakan bersama, betapa terkejutnya sang Kakek karena ada bayi bertubuh bulat tersenyum dengan mata bercahaya, menatap pada sang Kakek. Kisah Momotaro kemudian bergulir lancar dan saya terpesona kala membacanya.

Dongeng Momotaro ini saya baca berulang-ulang di Majalah Bobo kesayangan. Sejak itu, saya suka membaca kisah-kisah klasik dan dongeng anak-anak dari Jepang. Beberapa buku terjemahan berisi dongeng anak-anak Jepang saya simpan di almari untuk dibaca-baca kembali.

Karena dongengย Momotaroย saya akhirnya senang menelusuri sastra klasik Jepang dan menemukan fakta, novel pertama di duniaย ternyata ditulis seorang perempuan bangsawan Jepang dan diterbitkan di Jepang! Wow! Pengarang novel berjudulย the Tale of Genjiย  ini bernama Murasaki Shikibu.

Konon lady Murasaki adalah perempuan serba bisa. Sepanjang 75 tahun usia, Murasaki mengarang banyak puisi sembari melukiskan 350 karakter dalam novel the Tale of Genji sepanjang 1100 halaman, termasuk menggambarkan sosok seorang putra kaisar yang mencari cinta sepanjang pengembaraannya mengelilingi dunia. Jujur saya penasaran ingin membaca novel the Tale of Genji ini! Adakah yang punya? ๐Ÿ™‚

Maka di hari terakhir kami di Jepang, saya dan Aa berencana mengunjungi museum sastra, yaitu museum the Tale of Genjiย yang terletak di kota kecil bernama Uji, tidak jauh dari pinggiran selatan Kyoto.

Kenapa museum sastra? Di mana letak romantisnya?
Romantis karena saya penyuka kisah-kisah khas Jepang dan Aa bersedia menemani saya mengunjungi museum seharian, ihiy! ๐Ÿ™‚

Menikmati Makanan Khas Jepang

Sudah sampai Jepang rugi sekali kalau tidak mencicipi wisata kuliner khas Jepang! Karena kami adalah pasangan muslim traveler, tentu ada rambu-rambu makan dan minum yang harus diperhatikan bagi pemeluk Islam seperti kami.

Kami menyukai sushi dan ingin mencoba masakan Jepang lainnya, tapi sejauh yang saya ketahui, hanyaย Sashimi, Yaki Sakana (ikan bakar), Soba, Udon, Sushi (kecuali Unagi dan Anago) dan Tempura ikan atau seafoodย lainnya yang aman dikonsumsi oleh Muslim traveler. Sisanya harus hati-hati sekali. Misalnya saja sushi jenis Unagi dan Anago tidak bisa dikonsumsi, karena saus yang disediakan biasanya ย memakai mirin atau sake. Sementara mangkuk sausย seafood tempura disingkirkan saja, karena umumnya dibubuhi sake dan mirin. Amannya sih bawa saus sambal sachet saja.

Foto sushi ini saya ambil dari: http://www.jnto.or.id/

Foto sushi ini saya ambil dari: http://www.jnto.or.id/

 

Wisata kuliner yang juga ingin kami lakukan saat berada di Jepang adalah mencicipi aneka restoran peranakan. Seperti restoran masakan Pakistan, Arab, Turki, Malaysia bahkan warung makan Indonesia. Biasanya citarasa yang disuguhkan akan sedikit berbeda, menyesuaikan dengan selera penduduk setempat.

Setelah googling, saya menemukan fakta bahwa di kota-kota besar di Jepang cukup banyak restoran yang menyediakan menu-menu halal. Informasi detil bisa dicek diย Japan Halal Association.

Sekarang Saatnya Berdoa

Menuliskan impian liburan musim dingin romantis di Jepang ala Honeymoon Backpacker sudah saya lakukan. Sekarang saatnya berdoa sepenuh hati, mudahan saya dan suami benar-benar akan merasakan honeymoon di Jepangย dengan kemurahan hatiNya, amiin.

***

poster-lomba-my-ideal-japanese-winter-vacation

Tulisan iniย berpartisipasi dalam โ€œMy Ideal Japanese Winter Vacationโ€ Blog Competition [5]ย danย JR East (Tokyo Rail Days) Official Website.

 

*) Sumber bahan tulisan:

~ย http://nasional.kompas.com/read/2013/02/08/11213852/

~ย http://www.jp-rail-id.com/products/gala-yuzawa/

~ย http://kursus-jepang-evergreen.com/index.php/cerita-dongeng-jepang/63-momotaro

~ย http://en.wikipedia.org/wiki/Murasaki_Shikibu

~ย http://en.wikipedia.org/wiki/The_Tale_of_Genji_Museum

~ย http://www.nippon.com/en/features/c01301/

~ย http://en.wikipedia.org/wiki/Tokyo_Camii

~ย http://www.jnto.or.id/

 

 

Advertisements

64 thoughts on “Liburan Musim Dingin Romantis di Jepang ala Honeymoon Backpacker

  1. Huaaa Oshiiin ๐Ÿ™‚ dulu aku suka nonton Oshin pas pulang sekolah TK sambil ngedot hihihi *kenangan paling kuatnya ya itu*

    Tulisannya keceee huaaa apa bisa aku nulis sebagus ini juga ya? >.<
    Semoga sukses lombanya mbak.

    • Oshin itu kayaknya kenangan semua orang kelahiran di bawah 90-an ya.
      Kita generasi 80-an kan, hihihi ๐Ÿ˜€

      Masa sih ini kece, Dik?

      Hiks, agak-agak apatis sebetulnya, karena penilaiannya menggunakan unique visitor segala.

      Mana pageview-nya masih rendah nih, hiks. Baru 100-an orang…

      Mudahan besok nambah-nambah, hehehe.

      Bantuin share ya, Dik jika berkenan, hihihi.

      Ayo ikutan, Yayan juga jago nulis kok ๐Ÿ™‚
      Buktinya aku suka tulisanmu, hihihi.

      Amin amin untuk doamu ๐Ÿ™‚

    • Kayaknya Oshin idola semua generasi 80-an ya, Yayan ๐Ÿ™‚

      Masa sih ini kece? Huhuhu, aku agak2 apatis ikutan lomba ini, soalnya kesempatan dinilai juri harus masuk 30 besar dulu berdasarkan total jumlah unique visitor.

      Sejauh ini unique visitor tulisan ini baru 100-an orang.

      Sementara posisi teratas sudah mendapatkan unique visitor sebanyak 11 ribuan, hiks ๐Ÿ˜ฆ

      Yaaa, itung-itung mengisi blog lagi, Dik ๐Ÿ™‚

      Hayuk ikutan Yan buat ngeramein, hihihi ๐Ÿ™‚

  2. Ingin sekali melihat dan merasakan langsung yang namanya salju, pasti menyenangkan sekali bisa bermain bersama keluarga tercinta.
    Sukses ya Mbak untuk lombanya, makasih juga infonya.

  3. mbak ima aku br nemu info dr tmnku yg skr studi d jepang n udh sekian tahun tgl d sana katanya kota Tokyo skr semakin bersahabat dengan muslim. semakin banyak makanan yg halal d sana, gitu sih kata statusnya d pesbuk hehehe

    Mbak Ima saya juga sangat pengen ke Jepang setelah yg utama pergi haji dolo, entah kapan bs terwujud hiks yg skr msh saya syukuri adalah saya memiliki suami dan anak yg kayak org jepang hehehehe walo kulit made in indonesia ๐Ÿ˜€

    semoga menang ya say biar bs bagi2 info lagi di blog or pesbuk

    • Iya, kata teman2 yang tinggal di Jepang, sekarang makin banyak muslim di Jepang sana, syukurlah, artinya makin mudah mencari makanan halal ya ๐Ÿ™‚

      Hihihi, lucunya, suami dan anak mirip Jepang insyaAllah pertanda baik ituh ๐Ÿ™‚

      Ternyata hanya masuk 15 besar saja, tapi tidak menang 3 besar dalam penjurian. Belum rizki saya, Mbak ๐Ÿ˜€

  4. Mudah2an menang yaaa..
    Didoakeun ku teteh..

    Oh ya… Jatuh di Salju pas main Ski itu sakit lhoo..apalagi kalau muka yg mendarat, kaya disayat pisau..tajam ternyata salju itu hehe
    Jadi teteep hrs hati-hati yaah..

    • Amiiiiiiiiiiiin ๐Ÿ™‚
      Kalau Teteh mendoakan, insyaAllah semesta mendukung, hanya syaratnya berat nih Teh, harus masuk 30 besar dulu untuk kemudian dinilai juri.

      Huhuhu, minimal unique visitor katanya 500 ke atas untuk masuk 30 besar, hiks.

      Jadi butuh bantuan diklik teman-teman seluruh dunia nih ๐Ÿ˜€

  5. Wajah selamat ya mbak Ina. Semoga lolos ke Jepang. Saya juga tiap kali ada lomba ke Jepang selalu ikutan. Dua lomba hanya sampai pemenang mingguan saja. Bukan pemenang utama. Satu lomba sampai pada daftar doang. Sekarang absen dulu kayaknya. Soalnya pakai unique v isitor. Good luck mbak.

    • Wajah selamat Mbak Nung?
      Maksudnya?
      Bingung saya ๐Ÿ˜€

      Oooh, suka Jepang juga ya? ๐Ÿ™‚

      Mbak Nunung ini yang dulu dapat hadiah gratis ke Paris kan?
      Aku malah gak lolos sama sekali, hihihi.

      Iya nih, pakai unique visitor ini susah ya? ๐Ÿ˜€

      Doakan saya ya ๐Ÿ™‚

  6. Dulu jaman saya kecil juga pernah transit doang di Jepang,
    jadi dulu tiap ditanya pernah ke Jepang ngga?
    “Hmmm, pernah tapi di erpot doang hihihi…”
    Goodluck Mbak lombanyaaa :’)
    Eh Mbak Imazahra ini temennya Zahra Rabbiradlia kan? ๐Ÿ™‚ Beberapa kali Zahra suka nyebut nama mbak…

    • Wah, hihihi, kita senasib berarti Mbak Una ๐Ÿ™‚

      Makasih ya sudah support saya. Mohon kasih masukan kalau ada kurang-kurangnya ๐Ÿ™‚

      Iya, saya ‘kakak’ ketemu gedhe-nya Zahra, duuuh, mudahan diobrolin yang baik-baik saja ya ๐Ÿ˜€

  7. Hahaha…lengkap amat rencana honeymoonnya. Yang emak emak jadi iri sekaliiii ๐Ÿ˜€

    Panggil nama kami klo dapat tripnya yaa kak… Siapa tau ikut terpanggil kesana ๐Ÿ˜€

    • Makasih dear Zizah ๐Ÿ™‚

      Harus lengkap soalnya mumpung gratis kan ๐Ÿ™‚

      Tapi perjuangan menuju 30 besar berat nih, harus dapat unique visitor sebnayak-banyaknya dan tulisan ini belum masuk, huhuhu.

      Setelah masuk 30 besar baru kemudian dinilai juri dari Jepang, hiks ๐Ÿ˜ฆ

    • Katanya bisa Mas, tapi ambil onsen yang di hotel, hihihi ๐Ÿ™‚

      Makasih supportnya, tapi tulisan ini belum masuk 30 besar di BBlog, bahkan masih dalam status masih proses konfirmasi postingan di website mereka.

      Entahlah ๐Ÿ™‚

  8. Semoga impiannya terwujud ya Mbak Ima… Saya juga pengen banget ke Jepang. Apalagi tahun depan ada konferensi perpustakaan sekolah Internasional di sini. Kayaknya, saya harus juga mimpiin dari sekarang nih untuk ke Jepang tahun depan. Doain saya juga ya..:)

  9. Saya juga pengemar Oshin mbak Ima sampai-sampai di panggil Oshin juga krn tembemnya mirip Oshin he he he….:)

    Selamat berjuang mba Ima semoga ini menjadi hadiah HWA nya. Tanggal pernikahan kita sama 27 Februari… Tahunnya beda saya yg ke 16 tahun mbak.

    Kepingin juga bisa backpack ke Jepang pasti seru ya…!!!
    kemarin baru ketemu sm Kenji San dan Matsuo san ada program kerjasama tentang NRW dgn JICA, City Net dan Good Man dengan PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara.

    Sukses mbak Ima …. Tetap semangat !!!

    • Waaah, ternyata ada kembaran Oshin di Indonesia ya ๐Ÿ˜€ Hihihi, senang mengenalmu, Mbak baik ๐Ÿ™‚

      Amin amin. Mudah-mudahan ya, meski belum masuk 30 besar sih, hehehe. Harus 30 besar dulu supaya bisa dinilai juri si orang Jepang ๐Ÿ™‚

      Hayuk Mbak, kapan2 kita backpack bareng2 ke Jepang yuuuk ๐Ÿ™‚
      Nabung dari sekarang ๐Ÿ™‚

      Makasih sudah mampir dan menyemangati saya ๐Ÿ˜€

  10. Jepang dan Tokyo kota idaman ke 3 setalah Mekah dan Turin dengan Juventus stadionnya.

    Banyak cerita luar biasa dari Jepang salah satunya saat dosen saya tersesat di tengah kota lupa jalan pulang ke hotel dan masih gagap bahasa kanji karena masih baru tinggal disana memutuskan bertanya dengan warga setempat. Luar biasanya adalah warga di sana bukan hanya menunjukan jalan tapi juga memberikan dosen saya makanan kecil dan teh terlebih dahulu karena wajah dosen saya saat itu terlihat capek sekali baru kemudian mengantarkan sampai hotel.

    Adat timur yang harusnya banyak di contoh di Indonesia yang juga sebenarnya memiliki adat yang serupa

    *KamarHampaCahaya

    • Terima kasih sharingnya ya, Ading sayang ๐Ÿ™‚

      Iya, salut sama orang Jepang (apalagi di pedesaan), budaya timur mereka kental sekali ๐Ÿ™‚

      Kisah dosenmu mirip dengan kebaikan hati orang barbar di padang pasir Siwa, Mesir. Sangat menghangatkan hati kami. Aa ditawari jadi imam sekaligus ditawari makan siang, kaget padahal kami musafir kucel di negeri antah berantah.

      Makasih sudah mampir ke sini lah, DIng ๐Ÿ˜€

      Rancaki bailang ke sini ๐Ÿ™‚

    • Hiks, amin amin.
      Masalahnya ini lomba pakai SEO segala Fan, aku harus berhasil mengumpulkan 1000 suara lebih supaya tulisan ini bisa masuk dalam penjurian. Pengumuman terakhir, tulisanku belum masuk 30 besar untuk dinilai dewan juri.

      Amun Fany berkenan, mohon bantuan share tulisanku ini supaya diklik orang-orang ๐Ÿ™‚

      Terima kasih sebelumnya ๐Ÿ™‚

  11. Jepang juga negeri impian travelingku Ma.. Sama seperti dirimu, gara-gara Oshin hihihihi…
    Mudah2an tulisan ini menang biar Ima bisa hanimun baren Aa tercinta ke Jepang… Aamiinn

    • Eh, Mbak Elly mampir ๐Ÿ™‚

      Nuhun Mbak untuk doanya, amin amin ya Rabb! ๐Ÿ™‚

      At least (kalau gak menang pun) saya sudah gencar mempromosikan blog ini ๐Ÿ™‚

      Iya, Oshin benar-benar idola masa remaja kita ya, Mbak ๐Ÿ™‚

      Serial idola anak muda yang sangat tidak hedonis sama sekali ๐Ÿ™‚

  12. Keren tulisannya mba…saya ga bs ikutan gara2 di blokir bblog, soalnya sy pernah nyuekin email dia bbrp kali heuheu padahal gak sengaja da …^_^ jd curcol btw moga sukses ya lombanya ^_^

  13. Jepang…..menyebutkannya saja membuat hati bergetar, ๐Ÿ˜€ . jepang negara impian saya sejak kecil kak , inshaAllah ya kita bisa mngunjungi belahan bumi Allah ini, aamiin. tulisan kakak ini makin bikin berdebar debar, banyak cinta dan pesona di Jepang, just wanna say…. i love to read this. thank you ka ima ^^ ganbatte ne ๐Ÿ˜€

  14. Winter di jepang berarti main ski! Kalau sekedar pengen liat salju sih bisa pas musim semi, main aja ke tateyama kurobe ๐Ÿ˜€ eh kalau gak salah disana ada fasilitas ski juga ding.

  15. menginspirasi banget tulisannya mb, sejak masa kuliah jg sdh berangan2 kpengen liat jepang, hehe… oia, kl boleh mampir ke blog saya, tapi malu niy masih pemulaaa banget… mksh ya mb, semoga impian honeymoon ke jepangnya kesampaian… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s