Kisah Backpacker Yang Jatuh Hati Dengan Buah Lokal!

Semenjak jatuh hati pada rawfood sekaligus menjadi pelaku food combining (abal-abal) dua tahun terakhir, saya dan suami berjumpa buah segar setiap hari. Yup, buah-buahan berair adalah menu wajib sarapan di pagi hari hingga menjelang makan siang nanti.

Melon dan Belimbing manis berair yang menggoda :)

Melon dan Belimbing manis berair yang menggoda 🙂

Setiap bangun tidur, saya tidak perlu pusing menyusun menu sarapan. Pilihannya adalah petik pepaya di kebun Mama mertua, ambil buah jambu di kulkas lalu diblender dengan strawberry atau beli dua ikat rambutan yang sedang ranum-ranumnya di warung tetangga. Amboi mudahnya!

Juice Strawberry Pisang dituangi Extra Virgin Olive Oil, yummy!

Juice Strawberry Pisang dituangi Extra Virgin Olive Oil, yummy!

Buah-buahan yang saya beli tentu saja buah lokal. Alasannya sangat sederhana. Buah lokal jauh lebih segar dibandingkan buah impor karena tidak melalui perjalanan panjang menuju konsumen. Buah lokal (kemungkinan besar) tidak memakai pengawet karena rantai distribusi yang pendek dan segera sampai ke konsumen. Sebab pendeknya rantai distribusi, otomatis buah lokal jauh lebih murah dibandingkan buah impor. Ibu-ibu rumah tangga seperti saya jelas bahagia dan makin cinta dengan buah lokal karena fakta-fakta tadi! 🙂

Malam menjelang tidur, saya atau Aa selalu bergantian mengecek stok buah kami. Jangan sampai kehabisan dan besok pagi tidak bisa sarapan buah-buahan manis nan segar.

Sekarang kami lagi senang-senangnya mengonsumsi jambu biji besar (guava cristal) yang dipasarkan sunpride. Rasanya luar biasa enak! Saat digigit renyah bukan main, tapi setelah masuk mulut dan bercampur air liur, masyaAllah segar empuk manis-manis jambu!

Jambu biji atau guava cristal

Tadi pagi, kami sarapan jambu biji atau guava cristal. Segar crunchy!

Wujud jambu biji 'peranakan' yang siap kami nikmati

Wujud jambu biji ‘peranakan’ yang siap kami nikmati.

Buah-Buahan Teman Setia Kala Traveling!

Buah adalah menu wajib kala kami sedang traveling atau backpacking! Tidak apa tidak makan nasi berhari-hari kala backpacking di mana saja, tapi buah wajib kami konsumsi sepanjang perjalanan. Semahal-mahalnya buah kala backpacking di Eropa (misalnya), jauh kami utamakan ketimbang membeli junk food.

Khasiat buah yang kami konsumsi sepanjang perjalanan terbukti menguatkan stamina. Tidak mudah lelah kala berjalan kaki berkilo-kilo sepanjang hari. Pun tidak mudah ambruk diserang flu meski harus berpindah-pindah kota setiap dua tiga hari.

Alhamdulillah, saya bersyukur dipertemukan dengan konsep sarapan buah di pagi hari. Tidak hanya berhasil menurunkan berat badan cukup signifikan, tapi juga sukses mengusir asam urat dan trigliserida yang bercokol dalam tubuh saya.

Saking jatuh hati dengan konsep sarapan menggunakan buah lokal dan ingin mengampanyekan konsumsi buah lokal, saya memutuskan mendirikan Komunitas Mentah Sehat dan membuat grupnya di Facebook sejak Oktober 2012.

Jika teman-teman ingin tahu lebih banyak seputar khasiat buah dan sayur-sayuran, silahkan mampir ke:
~ Fanspage: https://www.facebook.com/Komunitas-Mentah-Sehat
~ Grup Facebook: https://www.facebook.com/groups/komunitasmentahsehat/

Capture halaman muka fanspage Komunitas Mentah Sehat yang saya buat sejak Oktober 2012

Capture halaman muka fanspage Komunitas Mentah Sehat yang saya buat sejak Oktober 2012


Sejak Kapan Kami Jatuh Cinta Pada Buah-buahan Lokal?

Jika ditanya sejak kapan kami jatuh cinta pada buah lokal?
Jawabannya sangat panjang. Mudahan senang membaca sharing saya ini ya. 🙂

Semua bermula dari peristiwa ambruknya saya diserang high triglycerides untuk kedua kali persis sepulang Dakwah Backpacking di ujung Oktober 2013.

Peristiwa ini membekas kuat dalam ingatan.

Padahal di bulan September 2012 saya pernah menerima hasil lab yang sangat mengerikan, asam urat saya sangat tinggi (8.4 mg/dL), kolesterol total saya juga sangat tinggi (356 mg/dL), HDL saya buruk (22 mg/dL), LDL saya buruk (160 mg/dL) dan yang paling membahayakan adalah kadar trigliserida saya (1674 mg/dL) dan ditambah informasi bahwa darah setelah diencerkan sangat keruh!

Hasil lab yang buruk ini adalah pukulan yang sangat telak untuk pola makan tidak sehat, sebab di bulan Mei 2012 saya baru saja menjalani operasi batu ginjal!  Saat menerima hasil lab itu, dunia rasanya berhenti berputar, karena sakit vertigo mengajak saya berputar dan terjatuh…!

Catatan kelam kesehatan saya berubah warna menjadi benderang, semenjak mengenal green juice (bagian dari rawfood) dan sarapan aneka buah eksklusif di pagi hari!

Di penghujung Oktober 2013 saya dibaluri perasaan bahagia berbunga syukur. Saya yakin, Aa merasakan hal yang sama.

Saat  itu saya dibonceng suami di atas motor -setelah mengambil hasil tes darah di Prodia- lalu membuka amplop hasil lab dan terbelalak membaca hasilnya, saya sempat berujar,

“Aa, this is really beyond my expectation! I’d like to thank Allah by doing sujud”

Then Aa said, “Do it now, dear!”

“I’d like to, but now we’re heading to our house and still on motorcycle, hehehe…”

 Akhirnya tawa kami berderai-derai. 🙂

Sampai di rumah, Aa langsung meminta saya bersujud syukur, kemudian memeluk saya lama sekali. Saya membalas pelukan Aa dan mengucap terima kasih.

“Yang, terima kasih sudah membantuku untuk hidup lebih sehat, terima kasih karena mau sarapan khusus buah-buahan di pagi hari, terima kasih tidak memintaku memasak dua jenis masakan, yang sehat dan yang kurang sehat, dan terima kasih untuk selalu mengingatkanku rajin olahraga, bahkan kerap tandem bulutangkis denganku. I love you!”

Kami saling peluk kembali.

Kami dipagut haru.

Speechless.

Bagaimana tidak terharu, apa yang terjadi pada saya sungguh sebuah keajaiban pengobatan holistik!

Dalam hitungan dunia kedokteran ‘hitam di atas putih’, saya harusnya mengonsumsi obat-obatan penurun asam urat dan trigliserida sekaligus. Saya seharusnya mengonsumsi Limpathyl dan Allupurinol, karena disinyalir trigliserida setinggi 1674 mg/dL tidak akan bisa diturunkan secepat kilat tanpa dibantu obat-obat sintetis.

Di sisi lain, trigliserida setinggi itu harus segera diturunkan, jika saya berkeinginan kuat  menurunkan resiko serangan jantung mendadak (heart attack), jantung koroner dan stroke yang terus-menerus membayangi hidup saya akhir-akhir ini.

Ternyata, asumsi ‘hitam di atas putih’ dunia kedokteran ‘standar’ TERBANTAHKAN!

Hasil lab saya membuktikan sebaliknya, pengobatan holistik terbukti mampu menurunkan trigliserida dan asam urat dalam waktu relatif singkat. Yang diperlukan adalah keteguhan hati dalam menjalani gaya hidup sehat (cukup ketat) selama dua hingga tiga pekan!

Akhirnya, setelah 22 hari konsisten meneguhkan hati menjalani hidup sehat, di antaranya menghindari nasi putih, goreng-gorengan, minyak goreng dan lemak lainnya (mentega dan margarin), tepung terigu putih dan bumbu-bumbu instan, mie instan dan seluruh produk olahan (sosis, nugget dan lain-lain), gula dan sirup-sirup, segala jenis jeroan (termasuk hati sekalipun), ayam potong dan dairy product (susu instan, susu sapi dan susu kambing), plus olahraga setiap hari (bisa jogging, mengikuti senam aerobik di TV, meniru gerakan Yoga di Youtube atau bahkan bulutangkis), kami telah memenangkan sebuah pertarungan besar, yaitu mengubah nyaris 50% pola ‘memamah-biak’ kami sekaligus disiplin olahraga setiap hari 🙂

Sungguh, awalnya terasa sangat berat!
Saya terbiasa hidup enak dan makan ‘enak’.

Saya yang kerap tidur kembali setelah sholat Subuh, mendadak harus menuju kulkas, memilih-milih sayur hijau dan keluarganya yang akan saya blender bersama salah satu buah manis segar menjadi bubur sayuran mentah! Awalnya saya sangat khawatir, apakah rasanya akan seajaib kata-kata, “sayur mentah” atau sebetulnya saya hanya dipenuhi syak wasangka akibat kurang berani mencoba yang terlalu berlebihan?

Ini contoh green juice kami, yaitu hasil blender sawi, tomat dan mangga!

Ini contoh green juice kami, yaitu hasil blender sawi, tomat dan mangga!

Hari pertama berhasil saya lalui. Ya, masih saya, Aa belum ikut serta dalam aktifitas baik satu ini.

Hari kedua berhasil saya lalui juga dengan baik, pun hari ketiga.

Bahkan saya makin rajin ke pasar untuk membeli sayur dan buah lokal!

Sebelumnya saya mengisi kulkas dengan berbelanja ke pasar seminggu atau dua minggu sekali, sekarang saya harus ke pasar TIGA HARI SEKALI!

Ya, kebutuhan akan sayur-sayur hijau dan buah-buahan meningkat drastis.

Jika sebelumnya seratus ribu rupiah saya habiskan untuk lebih banyak membeli ayam, ikan dan bumbu-bumbu, maka seratus ribu yang sekarang saya bawa ke pasar 70% saya habiskan untuk membeli sayur dan buah-buahan.

Tidak apa-apa sering ke pasar, saya justru senang karena jogging  saya akhirnya memiliki tujuan, yaitu ke pasar, berjarak nyaris 3.5 kilometer dari rumah kontrakan kami 🙂

Oh iya, sudut pandang saya soal makan-memakan juga berubah total!

Kalau dulu saya akan bertanya, “Itu enak gak ya? Hmmm, pingin makan enak niiih.”

Sekarang berubah menjadi, “Itu sehat gak ya untuk usus saya? Kebanyakan gak ya dan akhirnya memberatkan kerja ginjal dan pankreas saya?”

Dan seterusnya…

Membiasakan mengonsumsi makanan yang sehat artinya membongkar habis pemahaman saya tentang segala sesuatu, termasuk sebab akibat sesuatu. 🙂

Hari ke tujuh saya mulai merasakan perbedaan yang sangat signifikan!

Saya yang biasanya mengantuk setelah sholat Subuh dan punya keinginan untuk tidur kembali, ternyata seminggu setelah nge-rawblend merasakan kenikmatan yang menyegarkan; saya tidak mengantuk bahkan hingga pukul 10 malam!

Energi saya meletup-letup, berlimpah-limpah, sampai-sampai saya sanggup melakukan banyak hal dalam satu hari penuh tanpa perlu merebahkan tubuh sedikitpun!

Tentu saja rasa sakit yang mencengkeram di punggung, bahu dan leher masih sangat terasa, karena mungkin proses detoksifikasi juga masih terus berlangsung dalam tubuh saya, akan tetapi rasa tidak mengantuk sangat menolong saya untuk tidak sekadar tiduran dan membaca di atas kasur sambil meratapi rasa sakit.

Entah mengapa, rasa tidak mengantuk mendorong saya untuk banyak bergerak meski bahu, punggung dan leher masih sangat kesakitan setiap digerakkan.

Rawblend jambu biji dan pisang, rawblend kesukaan kami  :)

Rawblend jambu biji dan pisang, rawblend kesukaan kami 🙂

Saya memutuskan membunuh rasa sakit dengan banyak berlari.

Efek berlari, dengan murah hati juga meringankan rasa nyeri di area yang sakit. Saya belum googling penjelasan ilmiahnya, tapi saya yakin ada hubungan baik antara berlari dengan mengurangi rasa sakit akibat imflamasi (pembengkakan dari dalam).

Sambil berlari, saya membawa infused water. Infused water adalah air putih yang diirisi beragam buah-buahan, seperti foto ini.

Rasanya enak dan segar sekali. Favorit saya lagi-lagi strawberry, jeruk nipis dan jambu biji. Aromanya wangiii. 🙂

Kalau ini infused water berisi irisan jeruk nipis dan strawberry :)

Kalau ini infused water berisi irisan jeruk nipis dan strawberry 🙂

Sesekali saya berselancar di dunia maya, lalu mempelajari literatur terkait manfaat rawfood dan food combining. Dari proses belajar mengenai hal ini, saya menemukan banyak sekali kebaikan kombinasi keduanya.

Saya pun telah merasakan manfaat banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayur segar dalam keseharian saya,

–  Tidak mudah mengantuk, bahkan energi terasa berlimpah-limpah

–  Buang air besar menjadi lancar dan feses menjadi lembek

–  Perut tidak begah / mengandung banyak gas, maag saya menghilang perlahan

–  Kulit menjadi lebih halus, pori-pori di hidung mengecil, jerawat batu tidak muncul lagi (saat haid)

–  Kepala tidak pusing lagi (vertigo dan sejenisnya)

– Tidak mudah masuk angin

– Rambut berhenti rontok! Setiap nyisir hanya merenggut 2-3 rambut, kalau dulu seraaam!

– Melangsing sekaligus memadat!

Berat badan saya sudah berkurang 5 kilo, sebelumnya 60-62 kilo (turun naik seperti mainan Yoyo), kemarin menimbang di Prodia turun lagi ke angka 55 kilo! Artinya, saya sudah kehilangan 5-7 kilo 😀

– Bulu-bulu halus yang tumbuh di lokasi tidak semestinya -sebagai seorang perempuan (akibat PCO’s dan kebanyakan hormon androgen di tubuh saya) perlahan berkurang, bahkan sebagian menghilang!

– Tidak merasakan nyeri sendi di telapak tangan, ujung-ujung jari tangan dan kaki

Puncaknya, setelah hari ke 15  ‘rawfood’ dan food combining, sakit di punggung, bahu dan leher berkurang dan akhirnya menghilang! Sepertinya tanda bahwa kadar trigliserida saya turun drastis! 🙂

–  Tidak mudah merasa lapar (seperti ketika makan nasi putih 3 X sehari).

Jujur, saya sangat suka makan 😀

Awal-awal mendisiplinkan diri makan bubur sayuran (rawjuice) saya masih merasa kelaparan, akhirnya saya makan banyak sekali sayur mentah/oseng/kukus atau buah potong!

Maklum, tubuh terlalu terbiasa makan nasi putih atau masakan diolah bersama terigu putih (sebut saja pempek, siomay, bakso, mie ayam dan semua makanan sedap di lidah hingga tenggorokan kita, tapi tidak sehat di dalam usus kita, huhuhu), ditambah kadar insulin yang terlalu tinggi (akibat menderita PCO’s), mau tidak mau saya harus ‘membunuh’ rasa lapar dengan banyak makan sayur dan buah potong. Tiga hari pertama menikmati rawjuice dan rawfood, saya harus makan buah  sebanyak 11 piring!

Setelah terbiasa dengan sayur dan buah-buahan, saya akhirnya tidak perlu makan sampai 11 kali sehari 😀 Perlahan-lahan saya belajar mengurangi, hingga cukup makan buah dan sayur tiga kali saja (seperti makan nasi putih) dan ngemil buah tidak sesering sebelumnya 😀

Sekarang saya sedang pelan-pelan BELAJAR mengurangi asupan makanan, karena puncak dari ilmu rawfood dan food combining adalah ‘mempuasakan tubuh’ setiap hari.

Saat ini saya mulai ‘puasa’ secara bertahap. Kalau dulu selalu ingin ‘ngemil’ atau makan di atas jam 9 malam (kala belum tidur), sekarang sudah mulai bisa berhenti makan di atas jam 6-7 malam. Mudahan ke depannya saya semakin bisa meningkatkan menjadi puasa Senin Kamis rutin atau bahkan puasa Daud (sehari puasa sehari tidak).

Apa Kabar Trigliserida Saya?

Puncak rasa syukur kami setelah 22 hari menjalani gaya hidup sehat didampingi rajin sarapan buah-buahan segar, kerap membuat karedok dan lalapan sayur mentah, buah-buahan dan kacang-kacangan (rawfood) adalah kabar baik yang saya terima, kadar trigliserida akhirnya ‘hanya’ 255 mg/dL, padahal 22 hari sebelumnya masih 1674 mg/dL dan berada pada level membahayakan, yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawa seketika. Tentu, PR yang tersisa adalah menurunkan trigliserida ke ambang normal.

Subhanallah, Maha Suci Ia yang menciptakan sayur-sayur hijau penuh klorofil dan buah-buahan segar kaya enzim, mineral dan vitamin berlimpah.

Sungguh, seluruh penyakit itu datangnya dari perut!
Dan seluruh obat datangnya dari alam yang diciptakanNya!

Suami saya menuliskan pesan Nabi di status facebook-nya,

” Tiada wadah paling jelek yang dipenuhi oleh anak cucu Adam selain perutnya. Jika makan, cukup konsumsi beberapa suap saja untuk sekadar menguatkan tulang rusuknya. Jika pun masih perlu menambah, bagilah ruang perut; 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk air minum, dan sisakan 1/3 ruang untuk bernafas.”

Semua kembali kepada kita, ingin hidup sehat penuh manfaat ataukah sakit-sakitan?

Kami sendiri telah memutuskan, ingin hidup sehat bersama aktifitas tambahan kami, sarapan buah-buahan lokal eksklusif  di pagi hari dan rawfood hingga hari tua kami, insyaAllah 🙂

Turun 10 kilo dengan konsumsi sayur dan buah lokal :)

Turun 10 kilo dengan konsumsi sayur dan buah lokal 🙂

***

Eflyer_6Feb2015

~ Tulisan ini diikutsertakan pada lomba #Fruit4Love oleh Sunpride.
~ Semua foto yang dimuat adalah koleksi pribadi.

Advertisements

29 thoughts on “Kisah Backpacker Yang Jatuh Hati Dengan Buah Lokal!

  1. Alhamdulillah ya Mak jadi jauh lebih sehat berkat buah. Saya nih yang termasuk suka makanan enak dan ngemil 😀 Tapi kalau nggak nemu buah atau sayur segar memang kerasa sekali di badan.

    • Alhamdulillah Mak Heni 🙂

      Terima kasih sudah mampir, nanti kalau sudah longgar, saya kunjungi balik insyaAllah 🙂

      Buah segar produk lokal memang enak di badan dan di kantong 🙂

      Kalau pisang saya langganan sunpride, ngarep banget menang deh, biar dapat buah saban bulan, hihihi 😀

  2. tossss…saya juga sarapan buah,jarang ngeblend tapi,lebih seneng makan langsung gitu hehehe. semoga kita sehat selalu dan dijauhkan dari segala penyakit aamiin…

    • Asiiik 🙂

      Wah, pelaku FC juga kah?

      Saya ngeblend kalau rajin saja Mak 😀
      Hihihi.

      Amin amin.
      Jangan sampai mengalami kayak saya, masih muda (ciyeh, merasa muda terus) tapi sudah merasakan aneka penyakit, huhuhu.

  3. Pengalaman Mbak Ima inspiratif sekali ya dengan konsumsi buah ini secara memang Mbak menerapkan food combining.
    Konsumsi buah memang bagus sekali untuk kesehatan, apalagi jika sejak dini. Aiman sejak usia 6 bulan sudah diperkenalkan dengan buah. Alhamdulillah dia sekarang sukaa banget makan buah, beda dengan para sepupunya yang ogah-ogahan makan buah.

    • Bagus sekali kalau Aiman dirajinkan makan buah sejak sekarang Ihwan 🙂

      Aku masih FC-ers abal-abal. Cheating makan enaknya suka kebablasan.
      Tapi khusus sarapan buah, memang selalu! 🙂

      Soalnya enak banget di badan.

      Beruntung Aim punya Ayah seperti Ihwan yang knowledgable sekali 🙂

      • Kalau aku disuruh sarapan buah saja nggak sanggup Mbak, badan lemess. Sebab dari kecil terbiasa sarapan pakai nasi. Nah kalau Ivon dan Aim yang udah terbiasa sarapan buah misal pagi-pagi belum masak.
        Aamiin, ilmu saya masih sedikit Mbak, masih harus banyak belajar 😉

      • Awal-awal mulai aku juga lemas bukan main kok Ihwan 🙂

        Setelah 3 mingguan berjalan, baru bisa anteng.

        Oh iya, saya sarapan buahnya minimal banget 2 x, rata-rata 3 x, sampai jelang makan siang.

        Jadi sistemnya lapar, buah! Lapar buah lagi, lapar, buah lagi, hehehe.

  4. Wuihhh pertanda bagus nih, tulisannya keren. Feelingku sama kayak yang lomba sepeda 😉 semoga berhasil mbak Imaaaaaa. Kalo juara satu ke Lampung, kan? sekalian mampir ke Palembang ya 🙂

  5. Keren nih, mantep pisan teh, postingnya. 🙂 Semoga menang, ya. Duh kalau aku mah jarang sih jajan junk food tapi belum bisa jalanin pola makan kayak teh Ima. Padahal doyan sayuran dan buah-buahan. Masih terbilang Omnivora, nih 😀

    • Iya, sangat bermanfaat mengonsumsi buah rutin, apalagi buah lokal Mak Ika 🙂

      Amin amin untuk kesehatan dan lomba nulisnya, hehe.

      Ada masukan untuk tulisan saya ini Mbak? 😀
      Saya menerima saran dan masukan untuk perbaikan artikel 🙂

  6. Aku pgn nyoba fc selalu gagal krn tensiku malah ngedrop. Tp meski bukan penganut fc tetep dong makan buah tiap hari..hehe..sukses ya mbak buat lombanya.

    • Eh, harusnya gak drop loh Mak Arifah 🙂
      Coba dibaca-baca lagi juklaknya 🙂

      Makasih sudah mampir ke sini ya. Mudahan kita sama-sama menang saja. Blogger yang diajak jalan-jalan ke Lampung bisa lebih dari satu orang, hihihi 😀

    • Terima kasih sudah baca detilnya ya Dew. Panjang ini tulisan, hehehe 🙂

      Soal menang kalah, entahlah, lagi-lagi menyangkut selera juri, Say 🙂

      BTW, sudah mampir baca tulisan Jepang kami kan? Butuh banyak unique visitor nih di tulisan itu 🙂

    • Ahahaha, Neng Tian akhirnya mampir ke sini 🙂

      Tunggu kunjungan balasan saya yaaa 🙂
      Agak2 susah akses blog dari hape kecil seuprit, hihihi 😀

      Mau ikutan lomba berhadiah hape aaah 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s