Jauh-Jauh dari Bandung, Demi Bebek Kaleyo Endang Gulindang!

Self service area, tempat memilih mengambil membayar makanan

Saya sudah lama mendengar tentang Bebek Kaleyo. Salah satunya dari sahabat saya sendiri, yang gencar promosi.

“Ima, cobain deh makan Bebek Kaleyo. Dagingnya itu empuk, lezat banget dan yang utama menurutku pakai MSG sedikit saja!

Ima kan menghindari MSG dan segala jenis penyedap makanan instan kan?

Bebek Kaleyo gurihnya asli! Tidak ‘asin’ seperti masakan kebanyakan.

Kujamin Im. Sebagai pelaku food combiningΒ kita-kita ini harus makan makanan yang sehat kan. Saban cheating pun diusahakan cheating makanan yang diolah dengan baik, bahannya berkualitas dan menghindari atau setidaknya meminimalisir penyedap tambahan kan. Aku sudah bolak-balik ke Bebek Kaleyo, ketagihan sama gurihnya daging Bebek Kaleyo. Gurih asli!”

Wow!

Padahal sahabat saya ini bukan pekerja Bebek Kaleyo, kenapa semangat sekali ya?
Saban ada kesempatan teman saya ini senang ‘menceramahi’ saya dahsyatnya daging bebek olahan Bebek Kaleyo, membuat saya diam-diam jatuh penasaran!


Social Entrepreneurship Nan Menawan

Pucuk dicinta ulam pun tiba!

Hari ini saya dan suami mendapatkan undangan dari Forum Dblogger untuk mencicipi Bebek Kaleyo ternama. Asiiik ya! πŸ™‚

Sejak pagi kami sudah meluncur ke terminal Leuwi Panjang untuk mengejar bis paling pagi menuju Tangerang!

Alhamdulillah pukul 9 sudah duduk manis dalam bis dan tepat pukul 12 siang kami sudah tiba di Kebon Nanas.Β Dari Kebon Nanas kami mengambil angkot berwarna hijau jurusan Cikokol-BSD. Kurang lebih 30 menit membelah kemacetan Tangerang Serpong dan turun di Ruko Versailles. Dari sini kami menyambung naik angkot biru no 27 arah Rawa Buntu. Tak sampai 10 menit, Restoran Bebek Kaleyo sudah tegak berdiri di seberang jalan! Alhamdulillah.

Kenapa naik bis dan angkot?
Aih gak usah ditanya lagi ya, kami kan pasangan backpacker, harus siap dengan moda transportasi apa saja kan πŸ™‚

Saat memasuki area restoran, aroma bebek yang digoreng dan dipanggang segera menyergap indera penciuman saya. Wangi nan gurih melayang-layang di udara. Seketika terbitlah air liur saya!

Ah, benar kata sahabat saya!
Dari aromanya yang gurih tapi lembut ini hidung saya bisa memastikan,Β InsyaAllah bebek olahan di restoran Bebek Kaleyo tidak menggunakan MSG dan bahan penyedap buatan!

Tidak tahu kenapa, semenjak tiga tahun terakhir tidak menggunakan penyedap buatan, hidung saya menjadi sangat tajam dalam mencerap rasa dan aroma. Makin banyak penyedap buatan dimasukkan dalam sebuah masakan, hidung saya secara alami merasa gatal dan ingin bersin! Hehehe πŸ™‚

Mengetahui hidung saya tidak bereaksi, saya melonjak gembira!
Akhirnya saya bisa merekomendasikan salah satu restoran bebek yang tidak menggunakan MSG sama sekali! Sebuah kabar baik untuk pencinta makanan sehat!

Saya selalu percaya, masakan yang diolah tangan terampil -meski tanpa penyedap tambahan sekalipun- akan menguarkan aroma menggoda. Begitu juga dengan olahan bebek yang sempurna, dijamin menggelitik rasa!

Eits, tapi tunggu dulu Ima, kamu belum mencicipi sepotongpun daging Bebek Kaleyo loh! Bisa saja hidung kamu salah kan? Tidak fair menilai sesuatu tanpa mencicipi dulu kan?

Yuk cap cus menemui pihak manajemen restoran!

Saat kaki melangkah menuju kerumunan -sudah pasti teman-teman foodie bloggers- saya melihat seseorang bertubuh tinggi besar sedang asik berbicara dan disimak teman-teman. Saya gegas mendekat.

GM Bebek Kaleyo Bapak Herdiyanto

GM Bebek Kaleyo Bapak Herdiyanto

Bapak Herdiyanto Wibowo selaku GM restoran Bebek Kaleyo ramah menjelaskan sejarah lahirnya Bebek Kaleyo pada tahun 2007, kebijakan perusahaan yang tidak buka pada hari Ahad karena khusus untuk beribadah dan istirahat, serta inovasi dalam manajemen dan menu baru.

Yang mengejutkan, resep bebek yang mereka olah sudah adalah hasil ujicoba resep sebanyak 70 kali!Β Wow. Sebuah sikap pantang menyerah dalam menemukan resep terbaik yang patut diteladani anak muda yang ingin berbisnis kuliner!

Saya sempat bertanya soal bebek yang mereka pakai, apakah dari kandang sendiri (beternak) atau mengambil dari para suppliers.

Pak Herdi menjawab, “Kami tidak ingin serakah menguasai bisnis dari hulu ke hilir. Kami mengambil bebek dari para suppliers terbaik. Biarlah berbagi rizki, Mbak!”

Wah, fakta social entrepreneurship seperti ini yang membuat saya jatuh hati. Bukan jatuh hati pada Pak Herdi ya, tapi pada kebijakan sosial pemilik dan manajemen restoran Bebek Kaleyo! πŸ™‚

Info penting lainnya yang tidak boleh saya lewatkan untuk ditanyakan adalah ‘halal certificate’! Alhamdulillah Bebek Kaleyo sudah mendapatkan sertifikasi halal sejak awal berdiri πŸ™‚

Alhamdulillah,Bebek Kaleyo sudah mendapat sertifikasi halal MUI!

Alhamdulillah,Bebek Kaleyo sudah mendapat sertifikasi halal MUI!

Sertifikat halal Bebek Kaleyo

***

Bebek Kaleyo Nan Menggoyang Lidah

Selesai tanya jawab dengan Pak Hendri, Mbak Tova asisten beliau membagikan kartu voucher untuk kami. Bebas memilih menu apa saja!
Yihha!
Saatnya mencoba!

Saya memilih mencicipi Bebek Muda Goreng ditemani nasi merah (asiiik, ada nasi kesayangan saya!), tahu tempe, empal, siomay dimsum dan tumis pare!

Nasi Merah Bebek Muda Goreng Kremes Bebek Kaleyo

Pesanan saya langsung disediakan. Sistemnya self service. Pilih-pilih menu, petugas mengambilkan, letakkan dalam nampan yang kita pegang, lalu dorong ke meja kasir. Praktis dan efisien! πŸ™‚

Dimsum Bebek Kaleyo

Saya memilih duduk di depan live music di pojok restoran. Tepat di sisi dinding terbuka. Untuk pasangan suami istri seperti kami, rasanya seperti menikmati suasana wedding anniversary saja! πŸ™‚

Musisi menghibur penikmat Bebek Kaleyo

Musisi menghibur penikmat Bebek Kaleyo

Bismillaah…, saya si penyuka daging bebek gegas mencabik sepotong dan memasukkan dalam mulut! Hm…, Mmm…, duh duh…, amboi sedapnya!

Benar dugaan saya. Aroma sedap tak membohongi rasa!

Sebelum digoreng atau dibakar, tampaknya daging mentah Bebek Kaleyo telah diberi rempah-rempah sangat pas, lalu digoreng atau dibakar dengan tingkat kematangan sempurna!

Bebek Kaleyo goreng yang disajikan juga ditaburi kremesan renyah, ditemani nasi dan lalapan. Lengkap untuk dinikmati segera!

Saya penyuka pedas dan amat sempurna bila tiap suapan nasi ditemani secabik daging bebek dan sejumput sambal merah merona! MasyaAllah semua rasa menyatu, lalu pecah di langit rasa! Alhamdulillah Bebek Kaleyo menyadari selera konsumen ini. Dua panci besar berisi sambal disediakan di tengah-tengah restoran. Pengunjung bebas mengambil sepuasnya! Mantap banget!

Tiap kali menyuapkan nasi, secabik daging bebek dan sejumput sambal, masyaAllah lidah saya riuh mengunyah citarasa karena kremesan sukses mencipta kriuk-kriuk menggoda! Amboi, inilah perpaduan rasa surga!

Buat penggila daging bebek seperti saya, saya berani mengatakan Bebek Kaleyo sungguh juara!

Soal harga jangan khawatir. Bersahabat untuk kantung kita. Satu porsi bebek goreng paket hemat dijual seharga 20.500 rupiah saja. Murah tapi sungguh tidak murahan! πŸ™‚

Puas menikmati lezatnya olahan Bebek Kaleyo, saya berpindah menikmati dimsum olahan dapur Bebek Kaleyo. Saya mencecap rasa potongan udang, ayam dan telur! Generous sekali loh! πŸ™‚

Kenyang menikmati menu utama, saatnya minum yang segar! Saya memesan es kepala batok tanpa gula seharga 13.000 ribu saja. Alhamdulillah segar mengguyur tenggorokan!

Es Kelapa Muda versi Batok, segar banget!

Es Kelapa Muda versi Batok, segar banget!

Alhamdulillaah, tak rugi jauh-jauh datang dari Bandung untuk menghadiri undangan mencicipi Bebek Kaleyo! Ternyata Bebek Kaleyo memang berhasil menggoyang lidah kami berdua!

Saya Akan Kembali…

Jika saya diminta memberi nilai, tanpa segan saya bersedia memberikan nilai 8 dari skala 10.

Apa alasannya?
Selain alasan sedapnya menu bebek yang ditawarkan, area restoran yang sangat luasΒ dan nyaman serta lokasi yang strategis dan mudah dijangkau adalah nilai tambah tersendiri. Buktinya jauh-jauh dari Bandung saya mudah menemukannya! πŸ™‚

Hall restoran sangat luas dan adem karena kipas dan atap tinggi.

Hall restoran sangat luas dan adem karena kipas dan atap tinggi.

Bisa dipastikan, jika ingin menikmati menu bebek, saya akan mendatangi Bebek Kaleyo di kota Bandung, karena sejak Januari 2015 Bebek Kaleyo membuka cabang baru di Jalan Pasir Kaliki, Bandung!

Asiiik, tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta demi Bebek KaleyoΒ yang menggoyang rasa!

Advertisements

11 thoughts on “Jauh-Jauh dari Bandung, Demi Bebek Kaleyo Endang Gulindang!

  1. Kyaa… Jadi laperrr… Pengen nyobain bebek kaleyo juga… Gak sabar nunggu undangan yg di Bandung ^^. Sepertinya enak2… Aku selalu kepengin dimsum juga πŸ˜€

    • Saya juga akan datang lagi kok Kang Hengky. Pasti baca-baca biar ada bayangan ya?

      Hihihi, pemenang Bebek Kaleyo Jakarta akan datang lagi loh, katanya mau menang yang Bandung juga, soalnya hadiahnya bikin ngiler πŸ˜€

      Suami dan saya sendiri tidak menang kok, mari kita bersaing sportif ya Kang, hehehe πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s