Bebek Kaleyo: Lezat Murah Untuk Semua!

Jadual praktek Bebek Kaleyo Empat Belas, Bandung!

Jadual praktek Bebek Kaleyo Empat Belas, Bandung!

 

Bebek Kaleyo terletak di perempatan Paskal-Pasteur Bandung

Bebek Kaleyo terletak di perempatan Paskal-Pasteur Bandung

Benarkah Lezat Murah Untuk Semua?

Siang ini saya dan Aa meluncur ke Restoran Bebek Kaleyo di Jalan Pasir Kaliki No 185-189, Bandung menggunakan sepeda motor. Hanya menghabiskan kurang lebih dua puluh menit membelah padatnya jalanan Bandung kala weekend. Not bad!

Sempat berdiskusi dengan belahan hati,

“Siang ini kita mau kuliner ke mana, Yang?”

Aa langsung menyahut, “Kita cobain kuliner Bandung yang lagi hits yuk, Say! Makan bebek empuk, lezat dengan sambal dahsyat di Bebek Kaleyo Pasir Kaliki.  Katanya sih, Bebek Kaleyo adalah warung Bebek paling rame se-Indonesia!”

“Masa sih A? Hayuklah ke Bebek Kaleyo kalo gitu!”

Sebelum berangkat, saya menyempatkan membuka website Bebek Kaleyo.  Setelah membaca beberapa jenak, saya makin penasaran ingin membuktikan lezatnya masakan bebek di cabang Bebek Kaleyo Empat Belas yang terletak persis di perempatan Paskal-Pasteur ini.

Resto Taman yang Artistik sekaligus Homey!

Hal impresif pertama yang terbit dalam benak persis di pintu masuk Bebek Kaleyo Empat Belas adalah parkiran maha luas! Sepertinya cukup untuk 40-an mobil dan 80-an motor.

Parkir motor dan mobil sangat luas di Bebek Kaleyo Empat Belas, Bandung.

Parkir motor dan mobil sangat luas di Bebek Kaleyo Empat Belas, Bandung.

Saya makin terpesona kala menyusuri seluruh area restoran. Desain ruang terbuka Kaleyo Empat Belas sangat artistik. Banyak sudut cantik untuk selfie ataupun wefie bersama pasangan atau keluarga.  Contohnya taman gantung dihiasi lampu dalam sangkar burung. Kreatif! Saya yakin, makin malam pasti makin romantis! Cocok untuk malam mingguan. 🙂

Artistiknya suasana Resto (Taman) Bebek Kaleyo!

Artistiknya suasana Resto (Taman) Bebek Kaleyo!

Suburnya tanaman dan pohon-pohon hijau yang mengelilingi restoran, mencipta kesan teduh dan feel at home.  Tidak salah kiranya jika Bebek Kaleyo Bandung saya juluki sebagai salah satu resto taman paling artistik yang pernah saya jumpai.

Saat masuk dan memilih duduk di salah satu meja bangku bergaya angkringan, saya mulai merasakan nikmatnya dibelai angin sepoi-sepoi.  Efek banyaknya tanaman dan bukaan. Suasana nyaman ini pasti menambah selera makan. Apalagi saya sengaja hanya sarapan buah pagi tadi supaya puas memesan makanan dan tak takut kekenyangan!

Jatuh hati pada banyaknya ruang terbuka di Bebek Kaleyo Bandung, cantiiiik pisan! :)

Jatuh hati pada banyaknya ruang terbuka di Bebek Kaleyo Bandung, cantiiiik pisan! 🙂

Sambil mengantri menuju meja display, saya mengamati sekeliling. Saya lihat anak-anak asik bermain mengamati ikan koki warna-warni lincah berenang di kolam ikan. Ah, homey sekali! 🙂

P1160582

Secara keseluruhan, kalau saya amati dengan mata kepala sendiri, Restoran Bebek Kaleyo Empat Belas serius menomor-satukan kenyamanan konsumen!  Saya jatuh hati dengan suasana asri yang ditawarkan!

Filosofi Bebek Kaleyo!

Dari brosur yang yang saya minta pada salah satu pelayan restoran, saya jadi mengetahui kalau kata,  “KALEYO” berasal dari singkatan Kaleh (dua) dan Yo (ayo) artinya ayo beli 2 atau ayo datang lagi. Saya  sungguh kecele! Saya sempat mengira artinya adalah,  bebek kalio dari Padang. Hehehe 🙂

Kalau diingat-ingat kembali, sejak dulu saya senang melihat foto teman-teman yang memotret makanan (sebelum dimakan) lalu mengunggah ke sosial media mereka. Yang mereka lakukan menurut hemat saya adalah langkah sederhana dalam membantu promosi UKM yang bergerak di bidang bisnis kuliner.

Dari website Bebek Kaleyo yang saya baca, dijelaskan kalau Bebek Kaleyo adalah tempat makan enak dan murah di Bandung.

Semenjak saya datang, mengantri mengambil makanan, duduk dan mulai  makan, pengunjung yang mau makan tidak berhenti berdatangan. Mengalir seperti air. Ramai bukan main! Tampaknya warga Bandung sudah jatuh hati pada citarasa Bebek Kaleyo yang disuguhkan.

Antrian pencinta Bebek Kaleyo mengular!

Antrian pencinta Bebek Kaleyo mengular!

Dari sisi manajemen -kata salah satu petugas Bebek Kaleyo yang saya tanyai- ada hal berbeda yang diterapkan di Bebek Kaleyo saat ini, jika dibandingkan dengan konsep lama di cabang Bebek Kaleyo Jakarta. Model fast food kini dipilih manajemen Bebek Kaleyo. Fast food mengutamakan kecepatan pelayanan.  Saat saya mengantri, terbukti tim menejemen serius memperhitungkan aspek penyajian, penyiapan, dan kelincahan karyawan dalam melayani. They are professionally superb!

Display menu sangat rapi menarik hati :)

Display menu sangat rapi menarik hati 🙂

Kupas Tuntas Menu Bebek Kaleyo

Makanan contoh ‘dipamerkan’ di hadapan konsumen. Pencinta bebek silahkan menunjuk yang diinginkan. Antara 1 hingga 3 menit makanan yang diinginkan akan disiapkan lalu diserahkan pada konsumen. Konsumen kemudian berjalan kembali melangkah perlahan memilih menu lain hingga sampai ke meja kasir.

Menu utama Bebek Kaleyo adalah Bebek Goreng Kremes, Bebek Bakar, Bebek Cabe Ijo, Bebek Utuh,  Bebek Rica, Sate Bebek, Bebek Cetar, Bebek Muda, Bebek Peking dan menu terbaru Bebek Tanpa Kulit. Unik sekali ya, ada menu bebek tanpa kulit. Cocok banget nih untuk konsumen yang sedang diet lemak dan khawatir kolesterolnya naik!

Jika mengajak teman atau keluarga makan bersama dan ada salah satu anggota rombongan tidak suka bebek bagaimana?

Tenang…, tenang. Tidak usah khawatir, Teh!
Bebek Kaleyo sigap menawarkan menu ayam. Ada menu Ayam Goreng Kremes, Ayam Cabe Ijo, Ayam Bakar, Ayam Sori, dan Ayam Cetar.  Wuiih! Ayam pun meniru Syahrini, cetarrr membahana lezatnya, hihihi…

Hal yang membuat jatuh hati berikutnya adalah pilihan nasi. Saya dan si Aa sejak satu tahun terakhir tidak makan nasi putih lagi. Alhamdulillah Bebek Kaleyo menyediakan nasi merah. MasyaAllah senangnya hati kami! Selain nasi merah, ada pilihan nasi putih dan nasi uduk juga, loh.

Display aneka minuman

Yang menarik mata saya berikutnya adalah display minuman beraneka ragam. Warni-warni menggoda hati! Dalam tabel pesanan daftar minuman ditulis dengan headline unik, yaitu Yang Anget-Anget, Yang Dingin dan Yang Ngangenin. Asli bikin penasaran!

Yang Anget-Anget diantaranya adalah Air Jeruk Hangat, Teh Manis Hangat, Teh Tawar Hangat, Lemon Tea Hangat dan Wedang Jahe.

Sedang Yang Dingin adalah Air jeruk Murni, Es Jeruk, Es Mangga, Es Cincau, Es Campur, Es Kelapa Batok dan Milo Es. Sepertinya saya ingin memesan es mangga sebagai pembuka.

Sementara minuman yang masuk kategori Yang Ngangenin adalah  Es Kelapa Jeruk, Sop Durian, Es Lidah Buaya,  Es Pala, Es Manisan Mangga, Jus Kedondong, Jus Blackberry, Es Teh Leci, Jus Stamina,  Sop Buah, Sop Buah Yoghurt dan Bermacam-macam Jus Buah. Daftar terakhir ini cocok untuk yang sedang tidak ingin makan berat tapi tetap bisa memanjakan lidah.

Saat mengantri menunggu makanan disiapkan, saya sempat bertanya pada pelayan terkait menu. Dia bilang, “Bebek Kaleyo juga menawarkan makanan pelengkap semisal sambal bajak pete dan  tumis daun pepaya, menambah daftar menu pelengkap lama di Bebek Kaleyo, yaitu Dim Sum, Tahu Tempe, Sate Ati Ampela, Pete Rebus dan Leher Bebek.” Asik ya kalau makan di Bebek Kaleyo, banyak pilihan sesuai selera! 🙂

Apa yang Saya Makan?

Saya dan si Aa jarang makan di restoran. Jika menikmati wisata kuliner di restoran, kami tentu saja melepas status sebagai pelaku food combining.  Today is our cheating day, yihhaaa! 🙂

Saya memutuskan memesan  Tumis Jamur, Nasi  Merah, Bebek Muda Cabe Ijo, Sate Bebek, Sambal Mangga dan minumannya jatuh pada Juice Mangga tanpa gula. Rasanya semua ingin dicoba, tapi sadar diri kapasitas perut tak seberapa. Ini saja sudah berlebih dibanding biasa. Alhamdulillah total tagihan 70-an ribu saja. Amboi murahnya ya! 🙂

Bebek Cabe Ijo dengan Sambal Mangga maknyus

Bebek Cabe Ijo dengan Sambal Mangga maknyus

Waktunya mencicipi satu demi satu ya.

Yang pertama saya gigit adalah sate bebek. Asli terkejut! Satenya enak banget euy! Dagingnya empuk lembut, sama sekali tidak alot seperti sate bebek lain yang pernah saya cicipi. Bakal jadi menu kesayangan saya nih kalau ke Bebek Kaleyo!

Satenya juara! Empuk lembut wangi arang dibakar!

Satenya juara! Empuk lembut wangi arang dibakar!

Sambal Mangga pedasnya sedang dengan aroma mangga muda yang juara. Cocok jadi peneman menu berat!

Sambal Mangga harum segar, cocok sekali jadi peneman Bebek Ijo!

Sambal Mangga harum segar, cocok sekali jadi peneman Bebek Ijo!

Nasi merahnya empuk, hangat dan wangi. Saya sendiri  masak nasi merah setiap hari, tapi kadang hasil tanak kerap agak keras dan sedikit menguarkan aroma khas. Intinya, saya jatuh hati sama nasi merah si Bebek Kaleyo! Kalau ada waktu mau menanyakan tips menanak nasi merah ah! 🙂

Juice Mangga yang saya pesan sangat kental dan dingin. Sukses menyegarkan tenggorokan setelah menandaskan bebek cabe ijo dan sate bebek. Manisnya pas! To be honest, I’m not a fan of sugar! Lidah sudah tak sanggup mencecap minuman terlalu manis semenjak mengubah pola makan biasa ke food combining. 🙂

Juice Mangga segar, nikmat menyempurnakan menu berat :)

Juice Mangga segar, nikmat menyempurnakan menu berat 🙂

Terakhir Bebek Ijo. Sengaja saya pilih daging bebek muda. Bismillaah, saya mulai menyuap dan memaksimalkan indera perasa.

Mari kita bahas rasanya. Setelah mencabik untuk kesekian kali, mengunyah pelan-pelan, menikmati sedapnya bumbu yang meresap ditemani sambal mangga muda dengan aroma dahsyat, saya akui bebek ijonya sangat lezat, empuk dan tidak amis sama sekali. WOW!

Potongan dada bebek yang saya pesan tampaknya diungkep terlebih dahulu dengan bumbu rempah rahasia sebelum digoreng dan ditaburi sambal ijo! Karena diungkep itulah daging bebek yang saya makan ini seratnya terasa sangat empuk dan bumbunya meresap hingga ke dalam!

Bebek Ijo siap kusantap, nom nom nom!

Bebek Ijo siap kusantap, nom nom nom!

Yang paling membuat saya tergila-gila pada Bebek Kaleyo adalah lenyapnya rasa amis! Saya yang biasanya sangat sensitif dan bisa mendeteksi aroma amis, kali ini harus jujur mengakui, Bebek Kaleyo sanggup melenyapkan aroma amis. HEBAT! Saya acungi lima jempol! Andai sang owner berkenan berbagi rahasia, hihihi. 🙂

Saya sempat mencicipi bebek tua pesanan suami. Ajib! Dagingnya tetap empuk seperti bebek muda! Bravo untuk pemilik Bebek Kaleyo yang telah bekerja keras melakukan puluhan kali uji coba resep dan tidak berhenti mencipta inovasi baru!

Rasanya visi pemilik Bebek Kaleyo yang ingin menjadikan warung bebeknya sebagai Icon Kuliner Indonesia yang terjangkau semua kalangan tidak berlebihan!

Bagaimana tidak, harga terjangkau jelas menarik minat penikmat kuliner nusantara seperti kami. Sampai menjelang sore hari, deretan pengunjung mengantri memanjang di meja display dan kasir menjadi bukti jika Bebek Kaleyo berhasil mencapai visinya!

Selesai makan, azan berkumandang! Tentu saja saya dan Aa ingin segera menunaikan shalat Zuhur di Bebek Kaleyo. Enggan buru-buru pulang. Masih ingin menikmati suasana sembari mengobrol romantis dan mengudap dimsum yang dipesan Aa 🙂

Beriringan kami menuju toilet, ternyata wangi dan bersih. Nilai plus lagi di mata kami berdua.

Toilet nyaman dengan suasana Bali :)

Toilet nyaman dengan suasana Bali 🙂

 

Lalu masuk ke mushalla. Tidak besar tapi nyaman. Alhamdulillah bisa menunaikan Zuhur dengan tenang. Terima kasih untuk owner Bebek Kaleyo yang menyediakan mukena bersih dan mushalla. Hanya saja karpet perlu diganti menurut hemat saya. 🙂

Musholla cukup nyaman untuk sholat.

Musholla cukup nyaman untuk sholat.

Selesai shalat, saatnya pacaran dengan si Aa menikmati nyamannya suasana resto (taman) Bebek Kaleyo Bandung. Seperti sepasang bebek mesra ini. 🙂

Patung bebek lucu bertebaran di setiap sudut resto Bebek Kaleyo :)

Patung bebek lucu bertebaran di setiap sudut resto Bebek Kaleyo 🙂

Jika banyak yang membaca ulasan saya ini dan akhirnya tergoda untuk datang dan mencoba, sungguh saya puas dan bahagia menuliskan ulasan wisata kuliner Bandung kali ini.

Bayangkan jika seluruh restoran Bebek Kaleyo sebanyak 14 cabang ramai dikunjungi pembeli. Yang senang tidak hanya karyawan dan pemilik restoran saja, saya yakin para peternak bebek turut kecipratan! Menurut pihak manajemen Bebek Kaleyo, mereka tidak beternak sendiri, tapi memesan bebek kualitas terbaik pada peternak bebek dari seantero Jawa Barat dan Jawa Timur.

Kalau diringkas kembali, inilah keunggulan Bebek Kaleyo:

  • Murah
  • Enak
  • Tempatnya sejuk nyaman
  • Pelayanannya cepat ala fast food modern
  • Fasilitas lengkap
  • Lokasi strategis terutama untuk para tamu luar daerah yang datang ke Bandung lewat jalur bandara Husein Sastranegara ataupun dari stasiun Bandung. Jaraknya hanya 15 menit berkendaraan.

Penasaran kan?
Ayo ke Bebek Kaleyo di Pasar Kaliki, Bandung! 🙂

Advertisements

47 thoughts on “Bebek Kaleyo: Lezat Murah Untuk Semua!

  1. Pengen masak bebek nggak amis? Rahasianya gampang banget, sebelum diolah, bagian brutu alias p*nt*t bebeknya dibuang dulu. Aseli, dijamin nggak bakal amis deh. Pengalaman ngolah bebek soalnya menu ini menu favorit di rumah hehehehe.. selamat ya, Imaaaa!

    • Oooh, gitu ya Lygia, makasih sudah berbagi tips agar tidak amis ini ya. Jujur aku sendiri belum pernah masak bebek sendiri, soalnya ribet itu loh. Kebiasaan beli, hasilnya ya itu, amis tadi.

      Makasih Lygia. Ini ‘kebetulan’ saja, soalnya sudah ikut 6 kali lomba menulis di blog dan ini jadi kemenangan pertama, hihihi 🙂

    • Bujuran kah Yana pernah badiam di Bandung jua? Umur berapa? Bebek Kaleyo di Pasir Kaliki ini bagus banar, Ding ai. Nyaman suasananya 🙂 Kami laki bini kayaknya pacang menjadiakan bebek kaleyo Bandung tempat favorit kami berdua 😀

      • Iya ka. Pas ulun kelas 2 lawan kelas 5. Lawas banar dah. Berubah banar pasti jalannya wahini 🙂
        Kdd cabangnya lg ka lah bebeknya tu? Di sini jua mulai banyak warung2 bejual bebek 🙂

      • Oooh, jadi Yana pernah badiam di Bandung ya 🙂

        Bandung kalau kota tua tidak boleh diubah, Say. Kalau Pasir Kaliki gak ada bangunan tua tapi ya? 🙂
        Nah, Bebek Kaleyo belum ada cabangnya di Banjar. Mereka konsentrasi di Jakarta (ada 13 cabang) dan di Bandung ya di Pasir Kaliki ini.
        Omzet buhannya dahsyat Yan ai, sekitar 35-40 juta/hari jar untuk 1 restoran.

        Subhanallah banar lah, ketekunan berbuah manis.

        Eh, Banjar bukannya memang ada Itik Gambut khas Banjar itu? Itik berwarna habang bakecap. Nyaman jua tuh, hihihi 🙂

  2. Minggu tutup ka lah.. Jarang2 rumah makan hari minggu tutup. Biasanya org weekend makan di luar 😀
    Ulun lihati websitenya sudah berSH MUI jua… Sayang belum ada di Balikpapan atau Banjarmasin…

    • He eh, soalnya pemilik Bebek Kaleyo non muslim dan taat beribadah, Ding ai 🙂 Takjub pas tatamu wan ampunnya waktu di Jakarta dua minggu yang lalu. Kada sengaja jua kisahnya, hehehe.

      Mudahan kena dibuka di Banjar atau Balikpapan. Siapa tahu ownernya membaca ini 🙂

  3. waaaa bagus banget tempatnyaaaaa! :O apaan di jakarta mah warung biasa, bukan resto bagus gitu. hih! *iri dengki* lol aku di kaleyo paling anti makan bebek muda. kasian bebek kecil dipotong huhuhu

    • Oh ya? Serius anti makan bebek muda?
      Hihihi, baru tahu saya 🙂

      Tapi bebek muda di Kaleyo gak kecil2 banget kok 🙂 Lumayan besar juga 🙂

      Iya, tempatnya cuantik dan hijau banget, nyaman sekali buat berlama2 menikmati sepoi angin dan makanan enak 🙂

      Makasih sudah mampir ya Mak Annisa.

      Saya diajarin pasang logo KEB di sini dong, Mak 😀

    • Bangeeet Mbak 🙂

      Pokoknya saya dan Aa puas banget! 🙂
      Suasananya itu loh, Mbak. Superb!

      Lihat deh foto-fotonya, hihihi.
      Beres acara pun, saya dan si Aa memutuskan bersantai dulu sampai selesai Isya, kami makan malam di Bebek Kaleyo Empat Belas, ngobrol2 foto-foto, hihihi 🙂

      Setelah beres shalat Isya, baru deh beranjak pulang. And you know what, Mbak?
      Pengunjung masih mengalir kayak air bah. Asli takjub.

      Gak di Jakarta gak di Bandung, yang makan buanyak banget! Hebat deh branding dan quality control-nya 🙂

    • Eeeh, ada Teh Meti, jadi maluuu saya, hihihi 🙂

      Terima kasih Teteh 🙂
      Ini kebetulan saja, banyak yang lain yang lebih jago nulis sebetulnya, Teh 🙂

      Makasih sudah mampir ya, Teteh sayang 🙂

      Acara April nanti kumaha? Jadi kah? 😀

  4. Tak heran tulisan ini terpilih sbg juara pertama, emang komplit plit dan berhasil mengundang pembaca untuk mampir ke bebek kaleyo, deh. Slmt ya, Teh Ima! 🙂

    • Whuaaa, saya senang sekali Mbak Alaika mampir ke sini.

      Sebuah kehormatan, nuhun Mbak sayang 🙂

      Hehehe, mudahan Bebek Kaleyo tambah ramai setelah event kemarin ya, Mbak 🙂

      Makasih tuk ucapannya, mudahan kebaikan dalam wujud terbaik akan menghampiri Mak Alaika juga 🙂

    • Aiih, si Abang sampai mampir ke sini. Nuhun sudah baca Bang 🙂 Kalau Abang tau kisah di balik layar, Abang bakal geli deh 🙂 Hihihi 🙂

      Siap Bang kalau soal kopdaran 🙂
      Di Bebek Kaleyo ya, Bang! 😀

  5. Waaah edi orang bandung asli belum sempet k bebek kaleyo hihi, nampaknya blm lama banget ya hadir di bandung, karena emang ga terlalu suka bebek , jadi ga tll tertarik dengan resto yg menyajikan hidangan bebek, tp bener jadi penasaran kalo membaca ulasan dr teh imazahra , suasana nya itu yg bikin menarik. Harus dicoba nih.

    • Hayuuuk dicobain Kang Edi 🙂
      Beneran enak, saya soalnya penyuka bebek sejak kecil. Ini asli empuk, lezat tidak amis 🙂

      Suasana juara saya bilang 🙂
      Tapi jangan datang saat Jum’at Sabtu, hingar bingar orang mengantri, hihihi 🙂

    • Hihihi, begitulah Dik Nisa. Asik aja nulis gitu tanpa berasa tahu-tahu sudah 1600-an kata 😀

      Nisa kalau di Jakarta makan Bebek Kaleyo di mana?
      Aku tempo hari nyobain yang di Rawa Buntu Serpong. MasyaAllah penuuuuuuuuuuuuuuh! 🙂

      Luar biasa ya kekuatan citarasa yang dijaga dan inovasi yang dilakukan si owner bersama menejemen Bebek Kaleyo 🙂

    • Waaah! Saya dapat kehormatan ini dikunjungi sama Mas Fahmi 🙂
      Salam kenal kembali dari saya, Mas 🙂

      Iya, Bebek Kaleyo Bandung ternyata bagus bangeeet, saya dan si Aa jatuh hati dan berniat mau sering-sering kencan di Bebek Kaleyo 🙂

  6. sepertinya memang besar sekali cabang bebek kaleyo yang di bandung ini, desain ruang dan tamannya juga sangat artistik. tapi bagus sih kalo mencoba konsep prasmanan seperti itu, kayaknya lebih menggiurkan dari konsep kaleyo lama yang di jakarta, dengan sistem duduk-pesan-diantar 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s