Istri Paling Beruntung Di Dunia

Bismillahi majreeha wa mursahaa…

Kami sudah dalam kereta express Malabar gerbong I kelas ekonomi sejak pukul 5 sore tadi.

Kereta membelah malam,
dalam irama ritmis rel panjang yang beradu,
mengayun-ayun penumpang lelap memasuki alam mimpi.

Diingat-ingat, terakhir naik kereta api kelas ekonomi pada tahun 2000.

Berdesak-desakan. Dapat kursi hanya jika beruntung. Panas bukan main karena tidak ada AC dan tentu saja berisik riuh rendah pedagang asongan beradu pesona barang dagangan πŸ™‚

Sampai-sampai pernah ada istilah di kalangan teman-teman, “Belum jadi pengelana hebat kalau belum merasakan sengsara naik kereta ekonomi di Indonesia.”

Setelah mengalami masa ‘sengsara’, saya sok sugih memilih naik pesawat atau sesekali kereta eksekutif. Padahal dibayari kantor, haha πŸ™‚

Setelah membaca review nyamannya naik kereta api ekonomi dua tahun terakhir ini, saya memutuskan memesan tempat duduk di kelas ekonomi.Β Jelas pengiritan karena bayar sendiri. Hehehe πŸ™‚

Sampai di stasiun Kiara Condong, saya terpesona pada bersihnya stasiun.

Tenang, wangi dan asri. Jauh dari kesan jorok apalagi berantakan.

Ditambah taman hijau yang menyejukkan membentang di hadapan mata. Sempurna!

Kereta ekspres Malabar juga tiba on time. Serasa menunggu kereta di Jerman saja.

Saat masuk dalam kereta, kesan pertama yang tertangkap adalah lenyapnya kesan kumuh, berdebu dan kotor!

Harum dari pewangi ruangan disemprot berkala. Meski artifisial cukup membantu menyegarkan suasana.

Colokan listrik menonjol di bawah meja kecil dekat jendela.

Saat menatap dari balik jendela yang bening karena rajin dilap dengan cairan khusus, saya semakin yakin transportasi massal Indonesia akan terus membaik. Meski membutuhkan lima belas tahun lamanya! Sabaaar, Ima!

Sore menjelang senja semua orang riuh rendah bercerita dengan teman duduk di sebelah.

Saya sendiri pamit pada Aa dan mendatangi kursi 2A, 2 B dan 2 C.

Uni Dina dan dua anaknya yang manis-manis memilih duduk dekat pintu keluar.

Saya dan Uni asik berbagi cerita. Lebih tepatnya saya curhat dan Uni menyimak sepenuh hati.

Tak pernah berubah.
Tetap sama. Seperti tahun-tahunku yang kelam, Uni menyediakan telinga yang lapang.

Terima kasih, Uni sayang πŸ™‚

Perut kriuk-kriuk.
Saya memutuskan kembali ke sisi Aa πŸ™‚

Membuka bekal nasi padang bungkus yang sempat saya beli persis 10 menit sebelum kereta berderak menjauhi stasiun Kiara Condong.

Duapuluh satu ribu saja untuk berdua.

Dua potong tempe goreng, dua buah perkedel kentang, satu potong ayam bakar yang wangi, dua bungkus daun singkong masih hangat disiram sambal lado ijo dan kuah gulai nan semerbak.

Sempat underestimate pada rasa nasi padang yang kami beli, tapi ternyata!

Amboi sedapnya makan malam di atas kereta.

Tentu sempat menawari makan bapak separuh baya di hadapan kami πŸ™‚

Selesai ‘dinner in the train’ ala pasangan Honeymoon Backpacker, kantuk mulai menggayuti kelopak mata.

Seperti biasa, saya mengangkat kaki yang lelah karena terus-menerus berjuntai.

Menatap Aa dan beliau mengangguk. Artinya kaki ini diizinkan diselonjorkan di atas paha beliau πŸ™‚

Amboi surga!

Saya adalah istri paling beruntung di dunia πŸ™‚

InsyaAllah,
jika lancar laju kereta, pukul 01:27 kereta akan tiba di Yogyakarta!

Setelah setahun berlalu,
kan kujejak kembali kampung halaman keduaku πŸ™‚

Advertisements

23 thoughts on “Istri Paling Beruntung Di Dunia

    • Duh, baru liat komen yang ini πŸ™‚

      Alhamdulillah semua berjalan lancar, Say πŸ™‚
      Berkat doamu sepertinya.

      Alhamdulillah lagi, sekarang MB ada grup wa-nya hasil dari jalan-jalan ini. Satu sama lain jadi dekat sekali πŸ™‚

    • Kepingin backpacking kayak kami juga kan, Mbak Nath πŸ™‚

      Yuk bareng πŸ™‚

      Terima kasih ya sudah berkenan mampir ke blog saya kembali πŸ™‚

      Kapan-kapan saya blogwalking ke blogmu, Mbak πŸ™‚

  1. aku juga kok, salah satu istri yang beruntung di dunia. Selama sama2 on the right track, istiqomah, dan saling sayang, maka keberuntungan ada diantara mereka. Happiness

    • Alhamdulillah πŸ™‚

      Terima kasih Mbak Donna, sudah berkenan mampir ke sini πŸ™‚

      Blog saya masih sederhana sekali πŸ™‚
      Sebuah kehormatan dikunjungi owner ayopelesiran yang sudah memenangkan Kerala Blog di India πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s