Parade Asia Afrika Mencuri Hatiku!

Saya bukan orang yang menyukai keramaian!

Saya mencintai ketenangan. Jatuh hati pada udara sejuk, wangi bunga, pasir putih di tepi pantai, senja hening, merah saga matahari yang turun singgasana dan debur ombak raja suara. Jadi, jangan ajak saya menonton parade atau karnaval. Dengan tegas saya akan menolak seketika! 🙂

Benar juga kata pepatah arab, “Jangan membenci sesuatu secara berlebihan, karena suatu saat engkau akan jatuh hati. Jangan mencintai sesuatu sangat berlebihan, karena suatu saat engkau akan membenci.”

Undangan Familiarization Trip yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Indonesia pada tanggal 24-27 April lalu mengubah sikap saya!

Continue reading

Advertisements

Impian Umrahkan Mama Terwujud!

Jalan Impian Makin Terjal

Yogya yang panas terasa makin pengap dan panas!

“Aa, aku coba kirim whatsapp ke travel partner di Jakarta ya. Siapa tahu keberangkatan Mama bisa ditunda. Barangkali diundur saja ke bulan Nopember?”

Aa mengangguk tanda setuju.

Saya gegas mengirimkan pesan melalui whatsapp.

“Punten Mbak, bisakah Mama mertua kami ditunda saja keberangkatannya? Soalnya kami tidak punya cukup uang untuk membayar seluruh biaya umrah beliau.”

“Mohon maaf Mbak Ima, visa sudah selesai diproses di Kedutaan Besar Arab Saudi. Kan waktu itu Mbak Ima gak keberatan dengan harga ekspres karena menyusul (setelah semua berkas jamaah Kelana Cahaya Tour sudah masuk di mu’assasah). Tiket pesawat juga sudah saya talangi dibayar lunas, Mbak.”

“Benar-benar gak bisa diundur ya, Mbak? Khusus Mama saja?”

“Diundur bisa saja. Hanya semua yang sudah jadi tetap harus dibayar. Menurut saya lebih baik dipaksakan berangkat daripada hangus semua.”

Saya berlinang airmata kala membaca whatsapp dari travel partner saya. Benar juga. Semua sudah dia talangi. Berangkat atau tidak, semua tetap harus kami bayar.

Allah!

Adakah jalan lain untuk kami?

Kami sudah tidak punya pilihan untuk mundur.

Semalaman saya tidak bisa tidur. Kombinasi udara sangat lembab panas dan otak yang nyalang memikirkan jalan keluar membuat saya nekad mengambil langkah terakhir.

Malam itu -tanpa sepengetahuan Aa yang sudah terlelap- saya mengirimkan whatsapp ke salah satu anak jamaah kami. Dengan hati-hati setengah hati saya sampaikan hajat diri.

Continue reading

Impian Tertulis: Umrahkan Mama

Sekitar tahun lalu saya menulis impian di facebook (kurang lebih) isinya seperti ini,

“Saya ingin mengumrahkan Mama. Beliau guru mengaji luar biasa. Perempuan shalihah bersahaja. Tak mengapa dibayar tak seberapa (bahkan tak cukup untuk sekadar pengganti transportasi). Beliau hanya mengharap surgaNya. Jika saya membuat umrah budget Kelana Cahaya Tour, kira-kira ada yang tertarik kah? Sapa saya di message ya?”

Saat menuliskan itu, saya belum tahu penyelenggaraan umrah trip itu seperti apa. Ke mana harus membeli tiket pesawat untuk grup, apalagi mengurus visa -yang konon dari mulut ke mulut tersiar kabar sangat rumit njelimet- dan belum tahu jamaah akan diinapkan di mana.

Kalau umrah Alhamdulillah sudah pernah. Saya mendapat umrah gratis dari salah seorang pembaca blog saya. Pengalaman ruhani yang luar biasa! Saya diberangkatkan beliau tahun 2010. Karenanya saya terinspirasi beliau untuk memberangkatkan Mama (mertua). Menduplikasi kalau orang MLM bilang! 🙂

Kenapa Mama mertua?

Karena orang tua saya sudah haji dan (berkali-kali) umrah saat menetap di Mekkah beberapa tahun lamanya. Adik kedua saya juga baru memberangkatkan orang tua untuk umrah (kembali) pada tahun 2012.

Kenapa Mama mertua?

Karena Mama sudah manasik belasan kali. Mengitari ka’bah miniatur ratusan kali di halaman pesantren dekat rumah kami.

Kenapa Mama mertua?

Karena Mama guru mengaji sangat baik hati. Tak pernah berpikir untung rugi duniawi. Bagi Mama, asal muridnya pandai mengaji, beliau sudah merasa cukup rezeki.

Mama pernah berujar saat saya protes kenapa Mama terima saja dibayar sangat murah. Bahkan tak cukup untuk sekadar pengganti bensin, “Biarlah. Mamah sudah senang kalau anak-anak yang belum bisa mengaji sama sekali jadi lancar membaca al Qur’an. Mamah berharap surgaNya.”

Singkat cerita, saya memutuskan menulis di timeline facebook saya agar banyak yang mengaminkan harapan saya. Semoga Allah permudah jalan saya dalam mewujudkan impian meng-umrah-kan Mama dengan cara membuat ‘Umrah Budget’ ala Kelana Cahaya Tour.

Meski jujur saya belum tahu jalan menuju impian tertulis tersebut! 🙂

Continue reading