Ingin B3 dengan Sepetang Bersama Blogger 2015

Dua minggu lalu, Dik Anazkia menulis ‘pengumuman’ di status facebook miliknya. Isinya mengajak teman-teman blogger mengikuti give away terbaru yang akan dia adakan. Anaz menyebut-nyebut gratis tiket pesawat dan kesempatan hadiri international blogger event yang diselenggarakan oleh Yeo’s di Putrajaya, Malaysia!

Saya tertarik seketika!

Di blognya Anazkia menuturkan lebih jauh, bahwa dia diundang oleh Encik Amir si pemilik blog untuk menjadi salah satu panelis di forum sharing session Sepetang Bersama Blogger 2015 pada pertengahan Juni nanti.

Sepetang Bersama Blogger 2014 (Sumber foto: www.anazkia.com)

Sepetang Bersama Blogger 2014 (Sumber foto: http://www.anazkia.com)

 

Banner Sepetang Bersama Blogger 2015 & Yeo's

Banner Sepetang Bersama Blogger 2015 & Yeo’s

Subhanallah!
Adik yang saya kenal sejak era Multiply -sebuah blogging platform yang saya gunakan mulai tahun 2005 dan telah mempertemukan saya dengan banyak blogger hebat- tak hanya berhenti pada pencapaian diri sebagai Perempuan Inspiratif Tabloid Nova 2014, tapi kini dia dilirik negeri tetangga untuk menjadi salah satu sumber ilmu.

So proud of you, Dik Anaz! Betapa hebatnya Anaz dalam berjejaring!

Lalu kenapa pemilik http://www.honeymoonbackpacker.com patut dipertimbangkan untuk dipilih sebagai pendamping Dinda Anaz?

Jawabannya sangat mudah. Karena tagline, spirit dan alasan lahirnya blog ini sejalan dengan visi misi Sepetang Bersama Blogger 2015.

Alhamdulillah, blog ini lahir semata-mata karena saya dan suami jatuh cinta pada aktifitas B3. Yaitu kesenangan berjalan, belajar dan berbagi.

Izinkan saya mengurai masing-masing bagian dari tagline blog ini.

Alasan pertama, blog ini lahir karena minat saya yang tinggi untuk ‘berjalan‘. Mengembara. Berkelana.

Blog ini awalnya terlahir dengan niatan merekam jejak pengembaraan saya bersama suami sejak tahun 2013. Alhamdulillah sudah puluhan negara kami jelajahi bersama dalam suka duka. Dalam kesahajaan, bahkan nekad menjual motor satu-satunya di tahun 2013 lampau untuk memulai pengembaraan.

Kesempatan berbagi di Radio PPI Dunia saat mengembara di Tunisia, Mei 2013

Kesempatan berbagi di Radio PPI Dunia saat mengembara di Tunisia, Mei 2013

Tapi saya belum tahu rasanya menjelajah salah satu negara bersama seorang blogger atau beberapa blogger sekaligus.

Alangkah menyenangkan jika saya dipilih mendampingi Dik Anazkia menghadiri acara Sepetang Bersama Blogger 2015 di Putrajaya, pusat administrasi Malaysia yang belum pernah saya jelajahi sama sekali!

Selain itu, saya memang ingin sesekali merasakan berjalan bersama Anaz. Adik yang saya kenal di Multiply dahulu rupanya bertumbuh mengagumkan. Kami baru bertemu sekali, di forum Temu Blogger 2010 di Jakarta. Sesudah itu saya belum pernah bersua kembali. Jika saya terpilih, amboi sukanya! Akan puas berbincang dengan dinda Anaz.

Di mata saya, Anaz ibarat kepompong kala di Multiply, bertahun-tahun tekun menulis sepenuh hati. Dan kini jelma kupu-kupu, terbang berbagi ilmu. Ibarat kupu-kupu yang membantu penyerbukan ribuan bunga di seluruh penjuru nusantara.

Sejauh yang saya ketahui, Anaz tak hanya meraih penghargaan sebagai perempuan inspiratif Tabloid Nova 2014, tapi juga terpilih sebagai Srikandi Terfavorit 2013 oleh Kumpulan Emak-Emak Blogger, masih ditambah aktif sebagai koordinator Blogger Hibah Sejuta Buku, membagikan buku untuk adik-adik yang membutuhkan di pelosok negeri. Subhanallah. Amal saleh yang mengagumkan dan ingin saya tiru.

Jika saya terpilih sebagai salah satu blogger Indonesia untuk hadiri Sepetang Bersama Blogger 2015, niscaya akan saya reguk cucuran ilmu milik Dik Anaz untuk kemaslahatan yang lebih besar, mengingat saya juga founder Komunitas Muslimah Backpacker dengan anggota ribuan orang. Tentu berjalan bersama Anaz akan membuka cakrawala baru dan menyegarkan untuk saya.

Alasan kedua, blog ini lahir karena kesenangan saya dalam belajar. Terutama belajar dalam perjalanan. Bertemu banyak orang asing. Mereguk kebudayaan baru. Mengenalkan diri dengan santun dan membuka hati dan batok kepala untuk menerima ilmu dari mana saja. Hatta di negeri nun jauh di utara Stockholm sana.

Sungguh ingin saya hadiri Sepetang Bersama Blogger 2015 yang diharapkan akan mempertemukan banyak blogger Malaysia, Brunei dan Indonesia. Saya ingin belajar pada blogger negeri serumpun! Saya ingin membangun networking dengan mereka!

Kabarnya SBB tahun ini akan digelar di Taman Cabaran Presint 5 Putrajaya dengan serangkaian acara menarik. Diantara yang saya baca di blog SBB adalah sharing session, treasure hunt (yang model begini saya belum pernah ikuti) dan lucky draw!

Terbayang serunya silaturahmi dan belajar bersama banyak blogger dari Malaysia, Brunei dan Indonesia dalam suasana relaks dan santai! Pasti hangat, akrab sekaligus seru!

Alasan ketiga, blog ini lahir karena saya sangat senang berbagi. Ya, saya selalu berbahagia jika diminta berbagi. Saya amat bahagia saat berbagi! 

Hadist Nabi SAW, “Khairun naas anfa’uhum linnaas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk sesama,” setia menjadi spirit penulisan petualangan saya dan suami menjelajah belahan dunia.

“Dibayar atau tidak,” suami saya selalu bilang, “Kalau sudah diminta bicara di depan forum berbagi, kamu selalu all out! Sehingga semua tersihir mantra kata-katamu.”

Saya kerap tertawa kala suami berujar seperti itu. Beliau senang memuji istrinya. Tapi jujur, entah kenapa saya selalu merasa bertenaga kala berbagi. Apapun wujud berbagi itu. Dalam hentakan kata-kata di atas podium, dalam kelas diskusi ataupun kata-kata yang ditulis sepenuh hati di blog ini.

Jika saya terpilih mengikuti Sepetang Bersama Blogger 2015, akan saya tunjukkan pada teman-teman blogger Malaysia dan Brunei, bahwa blogger Indonesia senang berteman, silaturahmi dan tak pelit berbagi ilmu yang dimiliki. Pada saat saya mendampingi Dik Anaz, bisa saya pastikan mulai detik itu saya adalah duta blogger Indonesia. Duta terbaik Indonesia!

Sepulang dari Putrajaya, saya tentu tak akan lupa membagi pengalaman seru selama di sana. Tentu saja salah satunya di rumah maya ini!

Dan…, harapan baik ini dituliskan pada tanggal 6 Juni 2015, tepat 37 tahun jatah usia saya di dunia dikurangi. Semoga niat baik ini diridhai Allah dan menjadi pembuka banyak pintu kebaikan yang lebih besar!

Jika saya dipilih, kesempatan mengikuti SBB 2015 akan menjadi salah satu hadiah milad terindah yang akan saya terima.

InsyaAllah! 🙂

Advertisements

Kisah Backpacker Yang Jatuh Hati Dengan Buah Lokal!

Semenjak jatuh hati pada rawfood sekaligus menjadi pelaku food combining (abal-abal) dua tahun terakhir, saya dan suami berjumpa buah segar setiap hari. Yup, buah-buahan berair adalah menu wajib sarapan di pagi hari hingga menjelang makan siang nanti.

Melon dan Belimbing manis berair yang menggoda :)

Melon dan Belimbing manis berair yang menggoda 🙂

Setiap bangun tidur, saya tidak perlu pusing menyusun menu sarapan. Pilihannya adalah petik pepaya di kebun Mama mertua, ambil buah jambu di kulkas lalu diblender dengan strawberry atau beli dua ikat rambutan yang sedang ranum-ranumnya di warung tetangga. Amboi mudahnya!

Juice Strawberry Pisang dituangi Extra Virgin Olive Oil, yummy!

Juice Strawberry Pisang dituangi Extra Virgin Olive Oil, yummy!

Buah-buahan yang saya beli tentu saja buah lokal. Alasannya sangat sederhana. Buah lokal jauh lebih segar dibandingkan buah impor karena tidak melalui perjalanan panjang menuju konsumen. Buah lokal (kemungkinan besar) tidak memakai pengawet karena rantai distribusi yang pendek dan segera sampai ke konsumen. Sebab pendeknya rantai distribusi, otomatis buah lokal jauh lebih murah dibandingkan buah impor. Ibu-ibu rumah tangga seperti saya jelas bahagia dan makin cinta dengan buah lokal karena fakta-fakta tadi! 🙂

Continue reading

Liburan Musim Dingin Romantis di Jepang ala Honeymoon Backpacker

Serial OSHIN Pintu Perkenalan dengan Jepang

Sewaktu masih duduk di bangku SD, seminggu sekali menjelang sore hari, saya setia menunggu serial OSHIN diputar di layar tivi.

Serial OSHIN  adalah pintu pembuka keingintahuan saya tentang Jepang. Begitu tangguh, sabar dan kuatnya karakter tokoh OSHIN di mata kanak-kanak saya, membuat saya jatuh hati pada gambaran karakter ideal perempuan Jepang. Saat rajin menonton serial OSHIN, saya kerap bermimpi bertemu tokoh OSHIN saking sukanya pada sosok perempuan Jepang satu itu. 🙂

 

 

Sampai hari ini, saya terus bermimpi ingin pergi ke Jepang suatu masa. Pun suami saya, ingin mengunjungi Jepang juga. Sungguh kami ingin menjelajahi Jepang bersama-sama.

Kata si Aa, Jepang bukan hanya dikenal sebagai negara dengan penduduk ‘gila baca’, Jepang juga dikenal luas karena kebangkitan teknologi, kuatnya tradisi ilmu pengetahuan dan stabilnya ekonomi, justeru setelah dua kota besarnya pernah diluluh-lantakkan dengan bom pada tahun 45-an.

Pada sisi lain, Jepang menyisakan kota-kota tua dengan nuansa romantis yang ingin kami nikmati berdua.

Jujur saya pernah ke Jepang, tapi sayangnya hanya transit di bandara saja. Gak asik banget dan belum bisa dikatakan pergi ke Jepang kan. 🙂

Continue reading

Lomba Blog Pegipegi Antarkan Saya Menemui Orang Utan di Tanjung Puting

Lomba Blog Pegipegi, Antarkan Saya Menemui Orang Utan di Tanjung Puting

“Teman-teman pernah mendengar nama Tanjung Puting di pedalaman Kalimantan Tengah?”

Eh, pertanyaannya saya ganti saja, “Tahukah teman-teman di mana ‘rumah’ orang utan terbesar di dunia?”

Saya pernah mendengar, tapi jujur samar-samar dalam ingatan.

Jika dibandingkan dengan Taman  Nasional Bunaken di Manado, Raja Ampat di Papua, Pulau Komodo di Labuan Bajo, bahkan Derawan di propinsi tetangga, Tanjung Puting yang tak jauh dari Pangkalan Bun Kalimantan Tengah hampir tak dikenal alias ‘tenggelam’ dalam lautan berita.

Sepanjang pengetahuan saya, Taman Nasional Tanjung Puting (selanjutnya saya singkat TNTP) belum menjadi destinasi wisata utama di kalangan pecinta eksplorasi tanah pertiwi. Padahal rute penerbangan menuju kota Pangkalan Bun bukan tidak ada. Saat ini sudah tersedia rute penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya atau Semarang menuju Pangkalan Bun dengan membeli tiket pesawat Trigana Air.

Sepertinya promosi TNTP kalah agresif dibandingkan tujuan wisata alam lainnya. Sebagai blogger, saya tertantang mengunjungi obyek yang masih jarang dikunjungi. Semakin ‘perawan’ semakin menggoda. Less is more!

Continue reading

Liburan Seru Dengan Sepeda Impian Ala Honeymoon Backpacker

Liburan Seru Honeymoon Backpacker Dengan Sepeda Impian

Jika diingat-ingat kembali, liburan paling seru yang kami alami selalu berhubungan dengan sepeda! Tidak hanya kala backpack di Eropa, tapi juga saat liburan tanah air dan negara tetangga. 

Sejak kapan kami jatuh hati pada aktifitas bersepeda?

Saya mengingat-ngingat. Jawabannya sangat mudah! Sejak kami mencicipi naik sepeda keliling kota Stockholm tahun 2013 lampau.

Saya dan suami dipinjami dua sepeda milik Mbak Mieke dan Mas Tio, host kami saat itu. Alasannya sederhana, local transport semacam bis umum sangat mahal untuk kantung backpacker seperti kami. Sekali naik bis harus bayar sekitar 100 SEK (Swedish Krona) untuk berdua. Kurang lebih setara 150 ribu rupiah! Kebayang bangkrut kalau kemana-mana naik bis atau taksi kan!

Awalnya saya kagok karena harus membawa sepeda di sebelah kanan. Berkali-kali menjerit karena nyaris mengambil jalur kiri saat harus membelok, padahal mesti tetap meluncur di sisi kanan tubuh. Rasanya gugup sekaligus excited!

Setelah beberapa saat menyesuaikan diri, feeling dan irama kaki makin serasi mengayuh pedal sepeda! Selanjutnya ketagihan!

Hembusan udara musim panas yang hampir berakhir menyelusup lembut ke dalam jilbab dan meninggalkan rasa sejuk dalam kepala. Kayuhan sepeda yang meluncur sempurna di jalanan beraspal memacu keluarnya hormon endorphin! Saya merasa bahagia di atas sepeda!

liburan dengan sepeda di stockholm 5-9-2013

 

Wah, backpack menggunakan sepeda di Eropa ternyata bukan main seru! 🙂

Continue reading

Kebun Mini Menyayangi Bumi

Berkebun, 28 Jan 2015

Saya penikmat keindahan semesta. Menginjak kepala tiga, Alhamdulillaah sudah 32 belahan bumi saya jelajahi dengan cara-cara ajaibNya.

Beragam cara saya mencumbu bumi. Saya pernah berasik-asik snorkeling di Gili Kedis NTB, lalu bamboo rafting di aliran deras sungai Amandit, pegunungan Meratus Kalimantan Selatan. Saat ke Mesir, saya hiking ke gunung Sinai setinggi 2458 mdpl. Saya bahkan jauh-jauh mendatangi Niagara Falls di perbatasan Amerika dan Canada. Saya juga sudah merasakan keseruan mengendarai unta lalu bermalam di tenda suku Barbar, menatap ribuan bintang di gurun pasir Merzouga. Dan saya tidak akan pernah lupa pengalaman mencelupkan kaki di Laut Mati, Jordan. Sayang tidak membawa baju ganti, batal mengapung di laut mati.

Allah anugerahi manusia bumi maha luas, hutan hijau yang menyegarkan rongga dada, kelokan anak sungai yang memesona dan puncak-puncak gunung yang memanjakan mata. Sepatutnya kita jaga untuk anak cucu kita!

Saya dan suami memupuk mimpi. Kami ingin mengunjungi Taman Nasional Komodo NTT, merasakan dingin Kutub Utara, menyusuri hutan hujan Amazon, atau berendam air hangat bertingkat Pamukkale, Turki.

Keajaiban alam yang ingin kami kunjungi ini bisa musnah karena tangan manusia. Bumi  renta lebih cepat jika terus-menerus diperdaya manusia.

Manusia mempercepat penuaan bumi dengan membuang sampah sembarangan. Semena-mena menggunduli hutan membuka lahan. Boros mengonsumsi minyak bumi karena memiliki kendaraan lebih dari satu. Tidak mematikan lampu saat tidak diperlukan. Masih panjang lagi daftar proses penuaan bumi yang dilakukan manusia. Memprihatinkan!

Jauh sebelum isu global warming dan deforestasi (kerusakan hutan) mencuat, Tuhan sudah mengingatkan 14 abad lampau. Termaktub dalam Qur’an, surat Ar-Ruum 41,

                                                                              ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

 

Sayangnya manusia amat bebal saat diingatkan. Angkuh tak peduli. Sampai kemudian bencana alam berdatangan karena konservasi tidak diupayakan.

Continue reading