Istri Paling Beruntung Di Dunia

Bismillahi majreeha wa mursahaa…

Kami sudah dalam kereta express Malabar gerbong I kelas ekonomi sejak pukul 5 sore tadi.

Kereta membelah malam,
dalam irama ritmis rel panjang yang beradu,
mengayun-ayun penumpang lelap memasuki alam mimpi.

Diingat-ingat, terakhir naik kereta api kelas ekonomi pada tahun 2000.

Berdesak-desakan. Dapat kursi hanya jika beruntung. Panas bukan main karena tidak ada AC dan tentu saja berisik riuh rendah pedagang asongan beradu pesona barang dagangan 🙂

Sampai-sampai pernah ada istilah di kalangan teman-teman, “Belum jadi pengelana hebat kalau belum merasakan sengsara naik kereta ekonomi di Indonesia.”

Setelah mengalami masa ‘sengsara’, saya sok sugih memilih naik pesawat atau sesekali kereta eksekutif. Padahal dibayari kantor, haha 🙂

Setelah membaca review nyamannya naik kereta api ekonomi dua tahun terakhir ini, saya memutuskan memesan tempat duduk di kelas ekonomi. Jelas pengiritan karena bayar sendiri. Hehehe 🙂

Continue reading

Advertisements

Honeymoon Diaries: Ban Bocor

Hari Sabtu yang menyenangkan, meski diwarnai kisah ban bocor sebanyak dua kali.

Yang pertama di Buah Batu (lalu ditambal). Yang kedua -untungnya- di Balaikota Bandung dan cuek saja diparkirkan karena mempertimbangkan acara yang sudah dimulai. Kami lalu ngacir ke GAPURA, powered by Google.

Materi dibagi beberapa sesi. Materinya seru-seru. Tinggal mengaplikasikan ilmu yang didapat. Mudahan sebagian materi yang mengesankan juga bisa saya tulis di sini. 🙂

Jam 5 sore acara Google kelar. Tentu saja foto-foto heboh dulu dengan teman-teman blogger Bandung.

I love you, girls! 🙂

“Pulang yuk,” kata si Aa setelah beres memotret istri dan teman-temannya.

Kami melangkah beriringan. Saat tiba di parkiran seketika tersadar. Ban kami kan bocor lagi! Hahaha.

Continue reading

Kalimantan Selatan: Memacu Adrenalin dengan Bamboo Rafting di Sungai Amandit

ADRENALIN ALA BAMBOO RAFTING!

Suatu petang, sebuah perbincangan membentang.

“Sayang, sudah lama tak menjenguk Nini ya. Nini pasti kaganangan wan aku, cucu pertama sidin.[1]
“Ya, kenapa kita tidak menjenguk beliau, sekalian menikmati Honeymoon di Kalimantan?” Suami menyambut ideku.

Malam itu juga kami memutuskan membeli tiket pesawat untuk mudik ke kampung halaman. Keberangkatan insyaAllah minggu depan.
Syamsuddin Noor

Ada rasa khas yang menyelusup dada, kala pesawat mendarat di bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin. Tak bisa diungkap dengan kata-kata. Perasaan nyaman yang sublim. Perasaan kembali pulang.

Setelah menguluk salam pada Abah Mama, kuutarakan maksud hati, ingin mengunjungi Nini di Batang Kulur Kanan, kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tanpa banyak kata, Abah mengizinkan dan berujar setengah memerintah, “Honeymoon kali ini harus berhasil memberikan cucu untuk saya ya!” Saya dan Aa hanya tersenyum dikulum.

Continue reading

Tips Hemat Traveling: Bermotor ke Garut!

Tips Hemat Traveling: Bermotor ke Garut!      Setelah sebelas hari membimbing jama’ah umrah dan membuat laporan tertulis ke perusahaan travel yang mempekerjakan, Aa mengajak refreshing. Ngapain? Bermotor santai lalu berenang di Garut dong!

Saya seketika mengiyakan! 🙂

Saya juga sudah sangat kangen menceburkan diri di air hangat beraroma belerang, khas kolam-kolam renang di kaki gunung Guntur. Terakhir ngojay di Garut pertengahan Juni 2014. Saatnya kembali! 🙂

Tanggal 8 pagi –yup, hari Kamis, bukan weekend- kami putuskan pelesir ke Swiss van Java! Kami selalu memilih backpacking (baca: liburan) di saat orang-orang justeru usai liburan.

Begitu keputusan diambil, Aa mulai bersih-bersih rumah dan saya menyiapkan tempe tepung dan buah-buahan untuk bekal di jalanan.

Jam 12 siang kami sudah siap dengan satu buah ransel dan satu tas selempang. Isinya tentu saja baju renang, kacamata renang, baju ganti dan buah-buahan. Meski sedang di jalan, kami mengupayakan tetap sarapan buah-buahan supaya stamina tetap terjaga!

Tips Backpacking Hemat ala Honeymoon Backpacker

Sepanjang masih di Indonesia -jika memungkinkan- kami adalah pasangan penyuka motor biking kala menjelajah cantiknya wajah Indonesia. Continue reading

Cinta dan Perjalanan

Cinta dan Perjalanan.

2014 sudah dua hari berjalan.

Tak ada perayaan, karena tak diajarkan pula oleh baginda Rasulullah tercinta untuk mengkhidmati awal tahun masehi. Cukup mengingat saja, bahwa dunia sudah semakin renta. Artinya harus kembali bertanya kepada jiwa, apa yang sudah kita sumbangkan untuk kebaikan anak cucu di alam fana?

Saya memutuskan kontemplasi, apa saja yang sudah saya lalui sepanjang 2013, apakah penuh manfaat atau justru penuh madharat?

***

Alhamdulillah, beberapa milestone dicapai pasangan Honeymoon Backpacker:

1. EGYPT TRIP bersama @MozBackpackTrip, pada tanggal 21 sampai 31 Maret 2013

Di akhir Februari 2012, satu tahun pernikahan kami, saya sempat berujar pada Aa, “Aa, awal menikah kita mulai semuanya dari nol. Benar-benar dari nol, tidak punya apa-apa. Rumah saja harus ngontrak, sudah jalan satu tahun. Tapi…, Aa tahu aku kan. Muslimah petualang, yang senang berkelana hingga jauuuh.

Sayang, aku ingin sekali kita bisa berkelana berdua. Sejauh yang kita bisa, menapaki sejarah Islam klasik. Kembali ke Mesir… Mengunjungi Tunisia, mendatangi Maroko, lalu menyeberang ke Spanyol!

Tidak apa-apa belum bisa pergi sekarang, tapi insyaAllah kita akan sampai ke sana ya, A?

Continue reading

Akhirnya Dapat Visa Schengen Setelah Dua Kali Ditolak!

Perjalanan Panjang Pengajuan Visa Schengen

Senja ibukota diguyur hujan seluruh penjuru…
Kami berdua dibalut haru…

Jika mengingat semua yang sudah terjadi, masyaAllah, begitu banyak yang harus kami ‘korbankan’ dan begitu banyak waktu yang kami curahkan, demi mendapatkan selembar visa Schengen yang ditempelkan di paspor kami.

Setelah membatalkan niat nekad mengajukan visa di Konsulat Belgia di Casablanca, Maroko dan memutuskan kembali ke Indonesia demi mengajukan aplikasi visa di tanah air, sejak itu pula kami memeluk harap sekaligus cemas; akankah visa kami di-approved oleh kedutaan Belanda?

Paspor saya memiliki catatan kelam sepulang dari UK awal tahun 2007. Sepanjang 2007 hingga pertengahan 2009 saya mencatat empat ‘kegagalan’; 2 kali penolakan visa UK, 1 kali penolakan visa Schengen melalui pintu Belanda dan 1 kali penolakan visa Schengen melalui pintu Jerman.

Continue reading