Panen Pelajaran di Ladang Muslimah Backpacker

Tulisan Lalu Abdul Fatah setelah mengikuti ‘Bromo Trip by Muslimah Backpacker’ pada tanggal 9-11 Maret 2013.

Terima kasih untuk liputan yang bernas dan mendalamnya, Dik Fatah 🙂

See you soon in Lombok Trip! 🙂

Setapak Aksara

Tuan saya meminjam kemeja teman kontrakannya sebelum berangkat ke Malang. Jadi, jika ada yang memuji kemeja kotak-kotaknya, takkan mampu membuat hatinya bungah. Sebab, itu bukan kemeja miliknya. Ia sengaja pinjam untuk membuat penampilannya lebih rapi. Biar tidak dikira gembel, mentang-mentang kata orang, ia backpacker.

Ia berangkat dari Surabaya dengan bus Restu. Bus berwarna hijau menyegarkan. Ada gambar pandanya. Kursinya empuk. Ia duduk di dekat pintu belakang. Ia lebih suka. Biar leluasa memerhatikan orang-orang. Biar lega memindai pemandangan sekitar dari balik jendela. Kondektur menarik ongkos Rp10.000. Ekonomi AC. Syukurlah!

Malam sebelumnya, ia tak sempat makan. Sarapan pada hari keberangkatan pun tidak. Untung ada sebungkus wafer ia selipkan di tas selempang kecilnya. Ia camil. Biar ada yang dimangsa oleh asam lambungnya.

Pusing. Ia merasakan itu. Tentu saja, pengaruh energi yang belum tersuplai. Maka, tiba di Terminal Arjosari, Malang, otaknya memberi kode sangat kuat. “Kamu harus makan segera, Tah!”

Ia juga…

View original post 1,132 more words