Keto Meatball

Yay, my ‘keto meatball’ is ready!

Nom nom nom.

The recipe is so easy. Just really similar to our easy spontaneous journey around the world!

First, you just need to blend the mince meat from beef with mince turkey meat about 300 gram together.

Then add on mince meat these ingredients: four white eggs, salt, pepper, nutmeg, fried onion, garlic and butter little bit before blending them with food processor.

After that just shape the batter into each little ball with spoon and your fingers and put it into hot water.

After finishing them all, just boiled until all balls are floating inside the hot pot. 

Tadaaa, my ‘keto meatball’ is ready to be eaten!

Be keto be healthy along your journey! 

Advertisements

Tips Agar Smartphone Tidak Gampang Lowbatt

Jaman mobile masa kini, salah satu hal yang paling mengganggu buat kamu yang super aktif, banyak bekerja menggunakan smartphone atau bahkan sering traveling / backpacking ke negeri antah berantah di ujung dunia, adalah saat menjumpai baterai hapemu dalam kondisi lowbatt. Hadeeuh! Pasti gemes banget rasanya ya!

Kalo pas ada powerbank sih aman, tapi kalau sedang tidak membawanya atau saat  gak bisa nge-charge juga, gimana dong? Padahal, smartphone musti nyala karena lagi butuh buka Google map, atau sedang janjian sama host kamu di tengah jalan sementara saat itu suhu sedang minus, kamu sudah menggigil beku kedinginan  sementara baterai tinggal 5%. MasyaAllah! Pasti nyesek banget rasanya!

Saya berkali-kali mengalami situasi sejenis ini. Pingin gigit orang lewat deh!

Nah, supaya baterai smartphone awet, ini ada beberapa tips dari detekno.com, worth to try!

  1. Matikan Wi-Fi

Ternyata mematikan konektivitas Wi-Fi kalo lagi di luar ruangan itu pengaruh lho buat baterai. Soalnya, kalo gak dimatikan, smartphone akan terus mencari sinyal Wi-Fi terdekat, ini yang akan terus mengurangi daya baterai cukup besar secara otomatis. Jadi, kalo lagi di luar, mending memasang jaringan 3G atau 4G LTE, dan kalau sudah bisa memakai jaringan Wi-Fi, baru dipasang lagi.

  1. Matikan Live Wallpaper!

Iya sih, live wallpaper bikin tampilan smartphone jadi keren, tapiiiii… ini nih yang cepat sekali menyedot baterai sehingga daya tahan baterai akan berkurang. Jadi, sementara dalam perjalanan, dimatikan dulu deh wallpaper-nya ya!

  1. Non-aktifkan notifikasi

Tahu nggak, setiap notifikasi tidak penting seperti dari aplikasi atau game, rata-rata terhubung dengan internet, sehingga akan menyedot daya baterai secara signifikan. Coba ke menu setting, pilih Apps, terus pilih aplikasi atau game yang ingin dinon-aktifkan notifikasinya, dan hilangkan tanda centang “show notification” di bagian bawah.

  1. Turunkan kecerahan layar

Semakin terang layar, semakin besar energi yang disedot! Apalagi kalau layar smartphone-nya memiliki resolusi full HD. Jadi, biar baterai gak boros, ubah kecerahan layar jadi manual, terus atur waktu tampil layar (Sleep) dalam hitungan detik.

Terakhir, tips paling praktis versi pasangan honeymoonbackpacker.com adalah: ganti smartphone saja! Iyaaa, kalo smartphone mulai sering lowbatt, artinya baterainya memang mulai melemah.  Kalau kamu memang lagi cari smartphone baru yang daya tahan baterainya kuat, coba cek Huawei G8 deh.

Happy research ya! 🙂

Huawei-G8-Image-1

 

Ellips Vitamin Rambut, Sahabat Backpacker Perempuan

Ellips Vitamin Rambut, Sahabat Backpacker Perempuan.

Konon katanya, backpacking berbulan-bulan hanya membawa satu ransel sebagai bekal hidup di jalanan adalah dunia lelaki. Tidak cocok untuk perempuan. Tapi faktanya kini, banyak perempuan justeru menyukai aktifitas backpacking, bahkan sebagian memilih hidup nomaden.

Lalu apa yang kamu bayangkan jika sosok backpacker tersebut adalah perempuan?

Perempuan bercelana gunung dan memanggul ransel besar? Langsung teringat sifatnya yang cuek dan tomboy? Atau justeru terbayang rambutnya yang kusam karena kebanyakan terkena sinar matahari?

Anda salah besar! Female backpacker abad 21 sangat peduli penampilan.  🙂

Dari mana saya mengambil kesimpulan ini?

Continue reading

Kebun Mini Menyayangi Bumi

Berkebun, 28 Jan 2015

Saya penikmat keindahan semesta. Menginjak kepala tiga, Alhamdulillaah sudah 32 belahan bumi saya jelajahi dengan cara-cara ajaibNya.

Beragam cara saya mencumbu bumi. Saya pernah berasik-asik snorkeling di Gili Kedis NTB, lalu bamboo rafting di aliran deras sungai Amandit, pegunungan Meratus Kalimantan Selatan. Saat ke Mesir, saya hiking ke gunung Sinai setinggi 2458 mdpl. Saya bahkan jauh-jauh mendatangi Niagara Falls di perbatasan Amerika dan Canada. Saya juga sudah merasakan keseruan mengendarai unta lalu bermalam di tenda suku Barbar, menatap ribuan bintang di gurun pasir Merzouga. Dan saya tidak akan pernah lupa pengalaman mencelupkan kaki di Laut Mati, Jordan. Sayang tidak membawa baju ganti, batal mengapung di laut mati.

Allah anugerahi manusia bumi maha luas, hutan hijau yang menyegarkan rongga dada, kelokan anak sungai yang memesona dan puncak-puncak gunung yang memanjakan mata. Sepatutnya kita jaga untuk anak cucu kita!

Saya dan suami memupuk mimpi. Kami ingin mengunjungi Taman Nasional Komodo NTT, merasakan dingin Kutub Utara, menyusuri hutan hujan Amazon, atau berendam air hangat bertingkat Pamukkale, Turki.

Keajaiban alam yang ingin kami kunjungi ini bisa musnah karena tangan manusia. Bumi  renta lebih cepat jika terus-menerus diperdaya manusia.

Manusia mempercepat penuaan bumi dengan membuang sampah sembarangan. Semena-mena menggunduli hutan membuka lahan. Boros mengonsumsi minyak bumi karena memiliki kendaraan lebih dari satu. Tidak mematikan lampu saat tidak diperlukan. Masih panjang lagi daftar proses penuaan bumi yang dilakukan manusia. Memprihatinkan!

Jauh sebelum isu global warming dan deforestasi (kerusakan hutan) mencuat, Tuhan sudah mengingatkan 14 abad lampau. Termaktub dalam Qur’an, surat Ar-Ruum 41,

                                                                              ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

 

Sayangnya manusia amat bebal saat diingatkan. Angkuh tak peduli. Sampai kemudian bencana alam berdatangan karena konservasi tidak diupayakan.

Continue reading

Tips Packing: Sedikit Baju Banyak Pelajaran

Hanya tujuh lembar tunik panjang

Hanya 6 lembar baju!

 

Tips Packing: Sedikit Baju Banyak Pelajaran.    Ini adalah foto 6 potong tunik (atasan panjang) yang akan saya masukkan dalam ransel ukuran 7 liter, menjelang backpack menuju Mesir awal tahun 2013. Saya kemudian menambahkan 1 baju tidur, 2 buah celana longgar berbahan campuran katun dan nylon sangat kuat, 4 lembar jilbab berwarna terang dan underwear tentu saja.

Dengan baju sesedikit itu, ransel saya masih cukup untuk dimasuki laptop berukuran 10 inch, tas berisi alat mandi, selembar mukena dan sepasang sandal jepit.

Sementara bekal makanan kering dan aneka bahan membuat pempek, akan kami letakkan dalam tas lipat kesayangan.

Dari Mesir, saya dan Aa bermimpi meneruskan perjalanan selama dan sejauh mungkin. Destinasi selanjutnya adalah Tunisia, Maroko, menyeberangi Selat Gibraltar menuju Spanyol dan menjelajah Eropa sepuasnya.

Cukupkah enam potong atasan ini menemani perjalanan panjang saya?

Terbukti cukup!

Bagaimana caranya?

Continue reading

Hunting Penginapan Murah On The Spot

Hunting Penginapan Murah On The Spot.     Beberapa waktu lalu, saya menuliskan (salah satu) tips backpacking hemat ala pasangan Honeymoon Backpacker, yaitu mengendarai motor untuk menjelajah Indonesia yang luas dan cantik.

Sekarang saya ingin  berbagi tips mencari penginapan murah on the spot. Susahkah? Menurut saya tidak, sepanjang liburan dilakukan justeru saat orang-orang sedang tidak berlibur.

Waktu favorit kami menjelajah Indonesia selalu sehari  dua hari setelah weekend. Banyak nilai  plusnya. Kemacetan jauh berkurang. Harga penginapan jauh lebih murah –bisa turun hingga 50%. Obyek wisata jauh lebih lebih sepi, sehingga bisa eksplorasi dalam suasana tenang dan bisa memotret sepuasnya. Dan yang tak kalah penting, harga makanan (wisata kuliner) kerap diturunkan 20-50%. Asik bukan? 🙂

Tips hunting penginapan murah on the spot ala Honeymoon Backpacker hanya dua saja:

1. Tentukan budget

Kami biasanya membatasi budget penginapan di harga maksimal 150 ribu / malam. Dengan menentukan angka maksimal, kami otomatis sudah menyortir jenis dan tipe penginapan. Continue reading

Tips Memotret Anak-Anak

Tips Memotret Anak-Anak.     Seminggu lalu, Dyna mengabari saya melalui facebook, kalau dia dan keluarga kecilnya akan berkunjung ke Bandung mulai tanggal 15 hingga 18 Januari 2015. Asiiik! Ini akan menjadi kopdar kedua saya dengan teman dunia maya. Saya sendiri sudah kangen dengan adik ‘ketemu gedhe’ satu ini 🙂

Tanggal 16 Januari tiba. Maka sepanjang hari Jum’at dan Sabtu saya dan Aa Risyan Nurhakim berperan sebagai guide ‘jadi-jadian’ untuk keluarga kecil Dyna -yang datang jauh-jauh dari Banjarmasin. Dyna datang ke Bandung ‘nginthil’ suaminya yang sedang ada pekerjaan kantor. Tentu saja hari Jum’at suami Dyna tidak bisa bergabung dengan kami.

Sabtu 17 Januari mereka meminta ditemani keliling Asia Afrika Bandung, Kebun Bunga Begonia Lembang sampai Lembah Bougenville Cibodas, Jawa Barat. Continue reading