Meninggalkan Maroko, Menuju Tunisia

BERTEMAN

Dalam pesawat Tunisair jenis airbus yang mengantarkan saya bersama 180-an penumpang lain dari Casablanca menuju Tunis Cartagena, seorang anak muda dari Temara, Rabat membacakan sebuah ungkapan yang menarik perhatian saya. Dia bilang ungkapan ini bersumber dari Abdul Qadir Jaelani, tapi seingat saya, sumbernya berasal dari Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah As-Sakandari.

Begini ungkapannya,

اصحب من يُنهضك حاله، ويدلك على الله مقاله.

“Berkawanlah dengan orang yang sikapnya (membantu) kita untuk bangkit -(dari keterpurukan), membuat (kita) lebih bersemangat meniti kehidupan bermartabat, lebih memotivasi merenda hidup yang lebih baik, lebih terdorong menanam manfaat lebih banyak bagi semesta, lebih giat mengais rezeki, lebih rajin mencari ilmu, dan sebagainya- dan ucapannya selalu menunjukkan kita pada Allah Swt.”

Saya lalu mencatat pesan tersebut di buku agenda 2014 berwarna coklat muda yang sengaja saya beli di Maktabah Alfiyah, Medina-Rabat Senin silam, persis sebelum menghadiri ceramah umum Dr. Aidh Al-Qarni bertema, La Tansa Dzikrallah, JANGAN LUPA DZIKRULLAH! di Kampus Fakultas Sains, tak jauh dari kampus Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Muhammad V, tempat saya menumpang kuliah selama di Rabat.

Menghadiri secara langsung ceramah memukau dan menggetarkan dari seorang ulama, dai, intelektual muda, dan penulis buku best seller internasional LA TAHZAN (don’t be Sad, Jangan bersedih!) adalah salah satu pengalaman berkesan jelang meninggalkan Maroko (8/01) Continue reading

Advertisements