21 Srikandi: Mencoba Hal Baru

Saya senang mencoba hal-hal baru.
Biasanya tak jauh-jauh dari hobby utama, yaitu membaca, bercerita, memasak atau berkelana.

Kesukaan berkelana ini saya lakoni dengan ragam cara.
Entah berkilo-kilo jalan kaki, berkali-kali turun-naik angkot, tak sungkan menumpang mobil orang lain ataupun puluhan kilometer mengayuh sepeda. Semua saya suka! 🙂

Rasanya hidup selalu berwarna setiap kali mencicipi hal baru!
Bahkan kerap jatuh hati dan memutuskan menekuni.

Dahulu, Mei 2005 saya tinggalkan Indonesia pertama kali. Saya berangkat (seorang diri) ke luar negeri untuk menempuh studi. Tak pernah terbetik dalam benak kalau akhirnya saya akan berkenalan dengan aktifitas backpacking diantara kesibukan kuliah dan mengerjakan aneka tugas di kampus.

Awalnya mencoba-coba. Alasannya sederhana. Karena kampus mendadak sepi dan seluruh teman jalan saya sudah pergi. Rasanya mati gaya kalau harus diam di apartemen atau duduk manis membaca di library.

Setelah membeli eurorail pass (kereta api terusan untuk keliling benua Eropa) saya nekad menyangklong ransel. Seorang diri mulai berkelana. Pertama kali seumur hidup saya!

Continue reading

Liburan Seru Dengan Sepeda Impian Ala Honeymoon Backpacker

Liburan Seru Honeymoon Backpacker Dengan Sepeda Impian

Jika diingat-ingat kembali, liburan paling seru yang kami alami selalu berhubungan dengan sepeda! Tidak hanya kala backpack di Eropa, tapi juga saat liburan tanah air dan negara tetangga. 

Sejak kapan kami jatuh hati pada aktifitas bersepeda?

Saya mengingat-ngingat. Jawabannya sangat mudah! Sejak kami mencicipi naik sepeda keliling kota Stockholm tahun 2013 lampau.

Saya dan suami dipinjami dua sepeda milik Mbak Mieke dan Mas Tio, host kami saat itu. Alasannya sederhana, local transport semacam bis umum sangat mahal untuk kantung backpacker seperti kami. Sekali naik bis harus bayar sekitar 100 SEK (Swedish Krona) untuk berdua. Kurang lebih setara 150 ribu rupiah! Kebayang bangkrut kalau kemana-mana naik bis atau taksi kan!

Awalnya saya kagok karena harus membawa sepeda di sebelah kanan. Berkali-kali menjerit karena nyaris mengambil jalur kiri saat harus membelok, padahal mesti tetap meluncur di sisi kanan tubuh. Rasanya gugup sekaligus excited!

Setelah beberapa saat menyesuaikan diri, feeling dan irama kaki makin serasi mengayuh pedal sepeda! Selanjutnya ketagihan!

Hembusan udara musim panas yang hampir berakhir menyelusup lembut ke dalam jilbab dan meninggalkan rasa sejuk dalam kepala. Kayuhan sepeda yang meluncur sempurna di jalanan beraspal memacu keluarnya hormon endorphin! Saya merasa bahagia di atas sepeda!

liburan dengan sepeda di stockholm 5-9-2013

 

Wah, backpack menggunakan sepeda di Eropa ternyata bukan main seru! 🙂

Continue reading